Menteri Transmigrasi: SDM dan Ilmu Pengetahuan Kunci Bangun Indonesia

Liberty Jemadu, Achmad Fauzi

Kamis, 29 Mei 2025 | 14:33 WIB
Menteri Transmigrasi: SDM dan Ilmu Pengetahuan Kunci Bangun Indonesia
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara memberi sambutan di acara Nature 2025 yang digelar di Ballroom Nusantara, NT Tower Jakarta, pada Rabu, 28 Mei 2025. [Sumber: Istimewa]

Suara.com - Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara mengatakan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia yang unggul menjadi kunci membangun Indonesia yang maju dan ramah lingkungan.

Hal ini disampaikan Iftitah saat memberikan sambutan dalam acara Nusantara Sustainability Trend Forum atau Nature 2025 yang digelar di Ballroom Nusantara, NT Tower Jakarta, pada Rabu, 28 Mei 2025.

Iftitah menegaskan manusia adalah penyebab utama kerusakan di bumi. Meski demikian, manusia pula yang memiliki kemampuan memperbaiki dan menjaga bumi.

"Kekayaan alam Indonesia dan bonus demografi saat ini adalah potensi besar. Tanpa pengelolaan yang baik dan ilmu yang cukup, bisa jadi bencana," ujar Menteri Iftitah dalam pidatonya di awal konferensi Nature 2025.

Nature 2025 menyoroti soal kedaulatan pangan dan energi di tengah semakin tingginya populasi dunia dan khususnya Indonesia saat ini. Indonesia, yang populasinya diperkirakan mencapai 324 juta jiwa, akan dituntut untuk mengatasi masalah ketersediaan pangan serta energi.

Kedua hal itu menjadi isu yang sangat strategis karena menyangkut kelangsungan hidup dan kedaulatan negara.

"Pangan merupakan isu mendasar yang berdampak langsung terhadap stabilitas sosial, ekonomi, dan politik. Kalau rakyat lapar, negara bisa jatuh," ujar Presiden Direktur Nusantara TV Don Bosco Selamun saat membuka Nature 2025.

Menurut dia, kebutuhan pangan dan energi Indonesia terus meningkat. Indonesia dituntut mampu menjamin ketersediaan dan akses keduanya dengan berkelanjutan demi menjaga ketahanan nasional.

"Masa depan itu sebetulnya ditentukan oleh kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah saat ini, baik melalui program swasembada, diversifikasi produksi, atau kebijakan strategis lain," imbuh dia.

baca juga

Semenetara Asisten Utusan Khusus Presiden Bidang Pangan Mohammad Nur Rianto Al Arif menyoroti pentingnya ketersediaan pangan yang menjadi kebutuhan primer sebuah negara. Indonesia bahkan perlu terus berinovasi agar bisa meningkatkan status dari level ketahanan pangan menjadi kedaulatan pangan.

"Ibaratnya, ketika kita mau menguasai suatu negara, kuasailah pangannya," kata dia.

Nature 2025 menyajikan dua sesi diskusi bersama para ahli, birokrat, praktisi, dan akademisi. Di sesi pertama yang membahas topik pangan, hadir sebagai pembicara adalah Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto, Kepala Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, dan Kesehatan IPB University Drajat Martianto, Pendiri Akarintis dan praktisi pertanian berkelanjutan Britania Sari, serta Ketua Dewan Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ahmad Juwaini.

Adapun sesi kedua yang membahas isu transisi dan pembangunan energi berkelanjutan menampilkan Kepala Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Hariyanto, Manager Energy System Transformation Institute for Essential Services Reform (IESR) Deon Arinaldo, dan Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Luar Negeri Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Ari Rahim.

"Transisi energi bukan sekadar mengganti sumber daya, juga memastikan keberlanjutan dan keamanan energi nasional," kata Ari Rahim.

Ketahanan pangan dan energi termasuk dalam pilar utama mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang diusung pemerintah. Saat ini, Indonesia masih mengandalkan sektor pertanian sebagai tulang punggung pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

Sejumlah tantangan seperti infrastruktur, akses pangan, dan perubahan iklim ikut mempengaruhi ketahanan pangan nasional. Di sisi lain, ketahanan energi juga menjadi tantangan besar, terutama dalam penyediaan listrik yang merata.

Forum Nature 2025 kali ini dihadiri lebih dari 200 orang dengan berbagai latar belakang, mulai dari pengusaha, perwakilan lembaga pemerintahan dan organisasi sipil, serta para mahasiswa. Penyelenggaraan Nature 2025 didukung oleh PT Pertamina (Persero), Wuling Motors Indonesia, PT Pegadaian, PT Pelindo Multi Terminal, Harita Nickel, PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Chandra Karya, dan NYCTO.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Warga Rempang Setuju Investor Masuk, Menteri Transmigrasi: Asal Mereka Tak Digusur

Sebut Warga Rempang Setuju Investor Masuk, Menteri Transmigrasi: Asal Mereka Tak Digusur

News | Minggu, 20 April 2025 | 11:43 WIB

Kedaulatan Pangan: Hal yang Luput Dibicarakan dari Polemik Pembredelan Pameran Lukisan Yos Suprapto

Kedaulatan Pangan: Hal yang Luput Dibicarakan dari Polemik Pembredelan Pameran Lukisan Yos Suprapto

Liks | Senin, 30 Desember 2024 | 11:20 WIB

BGR Logistik Indonesia Rayakan HUT ke-3 dengan Semangat Kolaborasi dan Inovasi untuk Kedaulatan Pangan Nasional

BGR Logistik Indonesia Rayakan HUT ke-3 dengan Semangat Kolaborasi dan Inovasi untuk Kedaulatan Pangan Nasional

Bisnis | Senin, 18 November 2024 | 08:28 WIB

RSI: Sawit Komoditas Strategis Indonesia Capai Kedaulatan Pangan dan Energi

RSI: Sawit Komoditas Strategis Indonesia Capai Kedaulatan Pangan dan Energi

Bisnis | Senin, 18 November 2024 | 06:15 WIB

Ini Dia Kementerian Era Soeharto Yang Kembali Di Tangan Prabowo, Menterinya Eks Ajudan SBY

Ini Dia Kementerian Era Soeharto Yang Kembali Di Tangan Prabowo, Menterinya Eks Ajudan SBY

News | Senin, 21 Oktober 2024 | 13:09 WIB

Terkini

Irma Rihi Tak Masuk Nominasi FFI 2026, Arie Kriting: Apa Karakter Orang Timur Harus Selalu Miskin?

Irma Rihi Tak Masuk Nominasi FFI 2026, Arie Kriting: Apa Karakter Orang Timur Harus Selalu Miskin?

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Novel Anesthetized: Belajar Menyembuhkan Luka dari Bayang Masa Lalu

Novel Anesthetized: Belajar Menyembuhkan Luka dari Bayang Masa Lalu

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Antrean BBM Masih Mengular, Pemprov Riau Klaim Siapkan Sejumlah Langkah

Antrean BBM Masih Mengular, Pemprov Riau Klaim Siapkan Sejumlah Langkah

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:48 WIB

ART Diduga Lecehkan Anak Berkebutuhan Khusus karena Dijanjikan Uang

ART Diduga Lecehkan Anak Berkebutuhan Khusus karena Dijanjikan Uang

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:48 WIB

Dilema Jaga Kewarasan Era Gen Z: Pengin Healing, tapi Ingat Saldo Rekening

Dilema Jaga Kewarasan Era Gen Z: Pengin Healing, tapi Ingat Saldo Rekening

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Sestama BNPB Rustian Diperiksa KPK

Sestama BNPB Rustian Diperiksa KPK

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Potongan Dibatasi 8 Persen, Riset UGM Ungkap Penghasilan Ojol Masih Rendah

Potongan Dibatasi 8 Persen, Riset UGM Ungkap Penghasilan Ojol Masih Rendah

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:40 WIB

KPK Buka Peluang Panggil Kepala BNPB Suharyanto Terkait OTT

KPK Buka Peluang Panggil Kepala BNPB Suharyanto Terkait OTT

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Jateng Disiapkan Jadi Model Nasional Penanganan TBC, Pelacakan Kontak Erat Jadi Kunci

Jateng Disiapkan Jadi Model Nasional Penanganan TBC, Pelacakan Kontak Erat Jadi Kunci

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah pada Rabu Sore

Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah pada Rabu Sore

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:31 WIB

×