Banyak Sampah Plastik, Pengusaha di Bali Dikumpulkan untuk Bahas Larangan Air Minum Kemasan

Iwan Supriyatna

Kamis, 29 Mei 2025 | 15:22 WIB
Banyak Sampah Plastik, Pengusaha di Bali Dikumpulkan untuk Bahas Larangan Air Minum Kemasan
Ilustrasi air mineral (pixabay/congerdesign)

Suara.com - Gubernur Bali Wayan Koster mengumpulkan pengusaha air minum dalam kemasan untuk membahas larangan produksi dan penjualan air minum kemasan di bawah 1 liter di Provinsi Bali.

“Hal ini untuk menekan penggunaan sampah plastik sekali pakai, pengolahan sampah dan pembatasan sampah plastik ini saya tegas dan bahkan sudah masuk prioritas Kementerian Lingkungan Hidup, di mana penyelesaian permasalahan sampah di Bali didukung penuh,” kata Wayan Koster dikutip dari Antara, Kamis (29/5/2025).

Adapun jenama perusahaan air minum dalam kemasan yang hadir pada rapat itu di antaranya Aqua, Cleo, Club, Balis, Yeh Buleleng, Ecoqua, Spring, Sosro dan Coca Cola, serta Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Pusat dan Bali.

Gubernur mengingatkan bahwa larangan ini sudah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.

Ia meminta produsen yang hadir mematuhi dengan segera berhenti memproduksi air minum dalam kemasan di bawah 1 liter.

Sementara untuk sisa produk yang masih beredar, Pemprov Bali memberi tenggat waktu hingga Desember 2025.

“Saya minta produksinya dihentikan, hanya bisa habiskan produk yang sudah diproduksi sampai Desember 2025, semuanya, jadi Januari tidak boleh ada lagi,” ujar Gubernur Koster.

Orang nomor satu di Pemprov Bali itu meyakini kebijakannya akan jalan terus bahkan lebih tegas karena mendapat dukungan selain dari Kementerian Lingkungan Hidup juga dari Menteri Dalam Negeri dan berbagai pihak dalam dan luar negeri.

“Bahkan Kementerian Lingkungan Hidup berencana memindahkan Hari Lingkungan Hidup ke Bali, Bali akan jadi percontohan nasional karena kebijakan-kebijakan pro lingkungan yang telah berjalan di Bali,” kata dia.

baca juga

Kepada para pengusaha air minum, Gubernur Bali mencoba menjelaskan kondisi sampah di Pulau Dewata, seperti kapasitas TPA yang sudah penuh dengan dominasi sampah plastik sekali pakai khususnya kemasan air mineral yang mereka produksi.

Ini menjadi alasan pelaku usaha harus lebih peduli pada keberlanjutan lingkungan, berperan aktif dalam menjaga Bali tetap bersih dari sampah plastik, serta melahirkan inovasi-inovasi baru dalam menghadirkan produk air kemasan yang ramah lingkungan.

“Bali ini banyak dilirik wisatawan karena ekosistem dan budaya bagus, kalau rusak tidak ada yang datang, tidak akan bisa orang berinvestasi,” ucapnya.

Koster meyakini jika kebijakan untuk menekan sampah plastik ini tidak jalan maka wisatawan tidak akan datang dan ekonomi tidak akan tumbuh.

Tak hanya melalui larangan produksi air minum dalam kemasan kecil, ia juga berupaya melalui kebijakan pro lingkungan lainnya seperti transisi ke energi terbarukan, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta upaya untuk mengurangi emisi karbon.

Sampah plastik telah menjadi ancaman lingkungan global yang semakin mendesak. Produksi plastik yang terus meningkat, ditambah dengan sistem pengelolaan sampah yang tidak efektif, telah menyebabkan akumulasi sampah plastik yang mencemari daratan, lautan, dan bahkan udara.

Dampak negatif sampah plastik sangat luas. Di lautan, hewan laut seringkali terjerat atau menelan plastik, menyebabkan cedera, kelaparan, dan kematian.

Mikroplastik, partikel plastik kecil hasil degradasi, mencemari rantai makanan dan berpotensi membahayakan kesehatan manusia.

Di daratan, sampah plastik mencemari tanah dan air tanah, mengganggu ekosistem, dan menjadi sarang penyakit.

Pembakaran sampah plastik juga melepaskan polutan berbahaya ke udara, berkontribusi terhadap masalah kesehatan dan perubahan iklim.

Mengatasi masalah sampah plastik membutuhkan tindakan kolektif dan terpadu. Pengurangan produksi dan penggunaan plastik sekali pakai, peningkatan daur ulang, inovasi dalam pengembangan alternatif plastik yang ramah lingkungan, serta edukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah yang bertanggung jawab adalah langkah-langkah penting yang perlu diambil.

Dengan kesadaran dan tindakan nyata, kita dapat mengurangi dampak negatif sampah plastik dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat untuk generasi mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Darurat Sampah Plastik: Bisakah Kebijakan Daerah Jadi Solusi?

Indonesia Darurat Sampah Plastik: Bisakah Kebijakan Daerah Jadi Solusi?

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 17:58 WIB

Oase di Kemang: Tempat Healing yang Dibangun dari 11 Ton Sampah Plastik!

Oase di Kemang: Tempat Healing yang Dibangun dari 11 Ton Sampah Plastik!

Lifestyle | Rabu, 21 Mei 2025 | 11:34 WIB

Tingkat Daur Ulang Global Anjlok, Konsumsi Material di Dunia Kian Tak Terkendali

Tingkat Daur Ulang Global Anjlok, Konsumsi Material di Dunia Kian Tak Terkendali

News | Senin, 19 Mei 2025 | 14:47 WIB

Terkini

Kripto Ini Naik 328 Persen dalam Sebulan, Kalahkan Bitcoin dan Ethereum

Kripto Ini Naik 328 Persen dalam Sebulan, Kalahkan Bitcoin dan Ethereum

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 13:01 WIB

Inul Daratista Bikin Pestapora Bergoyang, Adam Suseno Muncul Bawa Gitar

Inul Daratista Bikin Pestapora Bergoyang, Adam Suseno Muncul Bawa Gitar

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 13:01 WIB

Dari Panggung PestaPora, Rhoma Irama: Kita Usir Koruptor dari Bumi Indonesia

Dari Panggung PestaPora, Rhoma Irama: Kita Usir Koruptor dari Bumi Indonesia

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 12:57 WIB

Tim Gabungan di Lombok Timur Sisir Puluhan Pondok Pesantren

Tim Gabungan di Lombok Timur Sisir Puluhan Pondok Pesantren

Bali | Minggu, 27 September 2026 | 12:56 WIB

Hidup Penuh Drama Demi Validasi? Kenali Beda 'Self-Appreciation' dan Main Character Syndrome

Hidup Penuh Drama Demi Validasi? Kenali Beda 'Self-Appreciation' dan Main Character Syndrome

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:55 WIB

Review Drama Cases Between Us, Memecahkan Kasus Kejahatan di Era Republik

Review Drama Cases Between Us, Memecahkan Kasus Kejahatan di Era Republik

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:50 WIB

5 Sunscreen dengan Vitamin E untuk Cegah Kerutan Muncul Lebih Cepat

5 Sunscreen dengan Vitamin E untuk Cegah Kerutan Muncul Lebih Cepat

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 12:41 WIB

Urutan Zodiak yang Paling Sering Jadi Pemenang saat Debat, Nomor 1 Sesuai Dugaan

Urutan Zodiak yang Paling Sering Jadi Pemenang saat Debat, Nomor 1 Sesuai Dugaan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 12:40 WIB

RAPBN 2027: Pemerintah-DPR Sepakat Naikkan Anggaran Belanja Negara, Target Pajak Ikut Melonjak

RAPBN 2027: Pemerintah-DPR Sepakat Naikkan Anggaran Belanja Negara, Target Pajak Ikut Melonjak

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:37 WIB

RAPBN 2027: Pemeritah-DPR Pangkas Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 261,5 Triliun, Turun Rp 11,44 T

RAPBN 2027: Pemeritah-DPR Pangkas Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 261,5 Triliun, Turun Rp 11,44 T

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:33 WIB

×