Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Bentoel Dukung Pencegahan Akses Rokok dan Produk Nikotin Bagi Anak di Bawah Umur

M Nurhadi

Minggu, 01 Juni 2025 | 20:39 WIB
Bentoel Dukung Pencegahan Akses Rokok dan Produk Nikotin Bagi Anak di Bawah Umur
Ilustrasi (Freepik)

Suara.com - Bertepatan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Bentoel Group menegaskan kembali komitmennya untuk mencegah akses anak di bawah umur terhadap produk tembakau dan nikotin. Perusahaan menyatakan dukungan terhadap upaya kesehatan masyarakat dan mendorong adanya regulasi yang memastikan produk-produk tersebut tidak terjangkau oleh pengguna di bawah umur.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah meratifikasi Kerangka Konvensi Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control dua puluh tahun yang lalu, menandai evolusi dalam pendekatan pengendalian tembakau.

Bentoel Group juga menyerukan kolaborasi global untuk mempercepat progres menuju lingkungan yang minim asap (Dunia Bebas Asap). Perusahaan mengemukakan bahwa produk bebas asap, seperti vape, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, menghasilkan zat kimia berbahaya yang lebih sedikit dibandingkan dengan pembakaran tembakau. Produk-produk ini, menurut mereka, dapat berperan dalam mengurangi dampak kesehatan yang terkait dengan kebiasaan merokok.

Bentoel Group menyoroti bahwa negara-negara yang telah mengadopsi produk bebas asap, seperti Jepang, Selandia Baru, Swedia, Inggris, dan Amerika Serikat, telah mengalami penurunan prevalensi merokok yang lebih signifikan.

Swedia disebut sebagai contoh di mana pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau (Tobacco Harm Reduction) menunjukkan efektivitas. Selama tiga dekade terakhir, banyak warga Swedia beralih dari merokok ke penggunaan snus—produk tembakau oral tradisional. Dalam beberapa tahun terakhir, produk bebas asap lainnya juga telah diperkenalkan dan menjadi lebih terjangkau dibandingkan rokok karena dikenakan pajak berdasarkan profil risikonya yang dinilai lebih rendah. Dengan prevalensi merokok hanya 5,4%—yang disebut sebagai yang terendah di Uni Eropa—Swedia juga mencatat tingkat kematian akibat kanker terkait merokok yang paling rendah. Para ilmuwan memperkirakan bahwa sebanyak 3,5 juta jiwa berpotensi diselamatkan dalam satu dekade ke depan apabila Uni Eropa dapat mencapai hasil serupa.

Sementara itu, di Indonesia, para ilmuwan juga memperkirakan bahwa sebanyak 4,6 juta jiwa dapat diselamatkan pada tahun 2060 apabila pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau diimplementasikan dan dikombinasikan dengan perawatan kanker paru yang optimal.

Peran Regulator dan Pencegahan Akses Anak di Bawah Umur

Bentoel Group berpandangan bahwa regulator atau pembuat kebijakan perlu memastikan perokok dewasa memiliki akses terhadap produk bebas asap serta informasi yang akurat mengenai profil risiko produk tersebut dibandingkan dengan rokok. Namun, mereka menekankan bahwa penerapan langkah-langkah untuk memastikan individu di bawah umur tidak dapat membeli produk tembakau atau nikotin apa pun sama pentingnya.

Prinsip-prinsip utama yang diusulkan untuk mencegah akses anak di bawah umur meliputi:

baca juga
  • Larangan penggunaan oleh anak di bawah umur: Melarang penjualan dan penggunaan produk tembakau serta nikotin oleh dan untuk individu di bawah umur.
  • Verifikasi usia: Mewajibkan mekanisme verifikasi usia pada saat pembelian atau pengiriman produk.
  • Pembatasan rasa dan pemasaran yang bertanggung jawab: Mengizinkan varian rasa yang ditujukan untuk orang dewasa dan melarang rasa, deskripsi, serta kemasan yang secara khusus menarik bagi anak di bawah umur.
  • Penegakan hukum dan sanksi yang tegas: Mengutamakan penegakan hukum yang efektif didukung oleh sanksi yang kuat dan disesuaikan bagi pelanggar aturan.

Dian Widyanarti, Head of Corporate and Regulatory Affairs Bentoel Group, menyatakan, “Pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, kami mendukung pihak-pihak yang menyerukan pengamanan yang lebih kuat untuk mencegah akses anak di bawah umur terhadap produk tembakau dan nikotin. Kami telah menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab di seluruh lini usaha kami dan mendukung adanya perubahan yang lebih luas. Regulasi yang dirancang dengan matang dapat membantu Indonesia menurunkan prevalensi merokok secara nasional, sembari tetap melindungi anak di bawah umur dari penggunaan produk tersebut.”

Induk perusahaan Bentoel Group, BAT, mengakui risiko kesehatan yang terkait dengan merokok. Perusahaan menyatakan komitmennya untuk mengurangi dampak kesehatan dari bisnis dengan menawarkan kepada perokok dewasa, yang kemungkinan masih akan terus merokok, alternatif produk bebas asap dengan profil risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok.

Dr. James Murphy, Director of Research & Science, BAT Group, menambahkan, “Dua puluh tahun yang lalu, satu-satunya cara untuk menangani dampak kesehatan akibat merokok adalah melalui pengendalian tembakau. Saat ini, perokok dewasa, yang kemungkinan masih akan terus merokok, seharusnya memiliki kesempatan untuk beralih ke alternatif dengan profil risiko yang lebih rendah. Bukti ilmiah yang mendukung pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau sangat meyakinkan, dan kami percaya bahwa kemajuan menuju Dunia Bebas Asap dapat dipercepat dengan menerapkan strategi pengurangan risiko ini.”

BAT meyakini bahwa Pengurangan Risiko Tembakau merupakan salah satu peluang kesehatan masyarakat. Perusahaan berpendapat bahwa jika diterapkan melalui regulasi yang dirancang dengan matang, langkah-langkah pengendalian tembakau dan pengurangan risiko dapat berjalan berdampingan untuk mengurangi bahaya tembakau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tembakau dan Topengnya: Saatnya Kita Buka Kedok yang Membunuh Diam-Diam

Tembakau dan Topengnya: Saatnya Kita Buka Kedok yang Membunuh Diam-Diam

Your Say | Minggu, 01 Juni 2025 | 07:44 WIB

Hati Tanpa Tembakau Sedunia: Rokok Bukan Hanya Merusak Kesehatan, Tapi Juga Lingkungan

Hati Tanpa Tembakau Sedunia: Rokok Bukan Hanya Merusak Kesehatan, Tapi Juga Lingkungan

Health | Sabtu, 31 Mei 2025 | 12:07 WIB

Indonesia Tertinggal di ASEAN Soal Aturan Kemasan Polos Rokok, WHO Ingatkan Dampaknya

Indonesia Tertinggal di ASEAN Soal Aturan Kemasan Polos Rokok, WHO Ingatkan Dampaknya

News | Jum'at, 30 Mei 2025 | 15:04 WIB

Dukung Kawasan Tanpa Rokok di FKIK UNJA, DPM Suarakan Lingkungan yang Sehat

Dukung Kawasan Tanpa Rokok di FKIK UNJA, DPM Suarakan Lingkungan yang Sehat

Your Say | Jum'at, 30 Mei 2025 | 13:48 WIB

Sri Mulyani Dapat Tekanan Banyak Pihak Soal Cukai Rokok

Sri Mulyani Dapat Tekanan Banyak Pihak Soal Cukai Rokok

Bisnis | Kamis, 29 Mei 2025 | 18:40 WIB

Industri Pariwisata Babak Belur, Pemerintah Diminta Kaji Ulang Larangan Merokok di Tempat Hiburan

Industri Pariwisata Babak Belur, Pemerintah Diminta Kaji Ulang Larangan Merokok di Tempat Hiburan

Bisnis | Kamis, 29 Mei 2025 | 14:45 WIB

Terkini

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 23:05 WIB

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:31 WIB

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:04 WIB

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 21:34 WIB

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 20:07 WIB

Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh

Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya

Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:45 WIB

Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK

Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:32 WIB

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:29 WIB

Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI

Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:28 WIB

×