7 Tips Perjalanan Bisnis yang Bisa Jadi Peluang Personal Branding

Reza Gunadha Suara.Com
Rabu, 04 Juni 2025 | 13:59 WIB
7 Tips Perjalanan Bisnis yang Bisa Jadi Peluang Personal Branding
Ilustrasi personal branding. Kalian sebenarnya bisa memaksimalkan perjalanan bisnis sekaligus untuk memoles citra diri sebagai seorang profesional. [ChatGPT/Suara.com]

Suara.com - Selama ini perjalanan bisnis sering dilihat sebagai tugas atau kewajiban yang melelahkan. Padahal, kalau dikelola dengan benar, business trip justru bisa jadi momentum penting untuk membangun reputasi profesional, memperluas jaringan, bahkan membuka peluang baru dalam karier.

Tak hanya untuk level manajer atau eksekutif, profesional muda, freelancer, hingga pelaku UMKM juga bisa memaksimalkan perjalanan bisnis untuk meningkatkan personal branding.

Berikut adalah manfaat perjalanan bisnis yang sering tidak disadari, dan bagaimana kamu bisa memanfaatkannya secara strategis.

1. Menunjukkan Kapasitas dan Kepercayaan Diri

Ketika kamu dipercaya untuk melakukan perjalanan bisnis, itu artinya atasan atau klien menganggap kamu mampu membawa nama perusahaan atau proyek dengan baik.

Ini bentuk kepercayaan yang besar dan bisa jadi tolok ukur tanggung jawab dan kedewasaan profesionalmu.

Gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan sikap profesional: datang tepat waktu, berpakaian sesuai konteks, dan siap dengan materi atau informasi yang dibutuhkan.

2. Memperluas Jaringan Profesional (Networking)

Business trip membuka peluang untuk bertemu banyak orang baru: klien, vendor, mitra kerja, bahkan sesama peserta event atau konferensi.

Baca Juga: 8 Tips Menyusun Itinerary Perjalanan Bisnis Supaya Tampak Profesional

Interaksi langsung ini jauh lebih kuat dibanding perkenalan lewat email atau media sosial.

Bawa kartu nama, siapkan profil LinkedIn yang up-to-date, dan bangun relasi secara natural. Siapa tahu, kenalan baru ini bisa jadi mitra strategis di masa depan.

3. Membuka Perspektif Baru

Dengan berpindah tempat dan keluar dari rutinitas kantor, kamu bisa melihat pola kerja, tren industri, atau budaya bisnis yang berbeda.

Hal ini memperkaya cara pandang dan bisa memicu ide-ide baru dalam pekerjaan.

Contoh: Seorang manajer pemasaran dari Jakarta yang melakukan business trip ke Bali bisa melihat bagaimana gaya komunikasi dan promosi di sektor hospitality dijalankan secara lokal—hal yang mungkin tidak ia temui sehari-hari di kantor pusat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI