Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Mulai 'Cekik' Biaya Ekspor RI ke Timur Tengah

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 13 Maret 2026 | 17:05 WIB
Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Mulai 'Cekik' Biaya Ekspor RI ke Timur Tengah
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Perang Iran vs AS-Israel dongkrak biaya logistik ekspor Indonesia ke Timur Tengah.
  • Mendag pastikan permintaan produk RI di Timur Tengah tetap stabil meski ada konflik.
  • Seluruh komoditas ekspor terdampak kenaikan tarif angkut, namun pengusaha tetap kirim barang.

Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel mulai memberikan dampak nyata bagi jalur perdagangan internasional. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan, aktivitas ekspor Indonesia ke kawasan tersebut kini terkendala lonjakan biaya angkut atau logistik.

Mendag Budi menjelaskan bahwa keluhan ini bersumber langsung dari para pelaku usaha yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI). Meski jalur pengiriman memanas, Budi menyebut sisi permintaan pasar justru menunjukkan anomali yang positif.

"Iya, jadi dia (GPEI) menyampaikan kalau memang ada beberapa pengaruh terutama untuk yang ke Timur Tengah ekspornya. Tetapi sebenarnya permintaan dari Timur Tengah itu tidak turun ya," ujar Budi saat ditemui wartawan di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Budi tak menampik bahwa kenaikan biaya pengiriman menjadi variabel utama yang mengganggu ritme ekspor. Konflik bersenjata di kawasan tersebut membuat rute pelayaran menjadi lebih berisiko, yang berujung pada membengkaknya tarif premi asuransi dan biaya operasional kapal.

"Yang menjadi naik itu angkutannya. Itu ya, kendalanya itu," tegas Budi.

Ia menambahkan, dampak kenaikan biaya logistik ini bersifat menyeluruh. Tidak hanya menyasar satu atau dua sektor, melainkan menghantam seluruh komoditas ekspor unggulan Indonesia yang menuju pasar Timur Tengah.

Meski margin keuntungan terancam tergerus akibat ongkos kirim yang melambung, para eksportir nasional dilaporkan tetap memilih untuk melanjutkan pengiriman. Hal ini dilakukan demi menjaga pangsa pasar dan memenuhi kontrak yang sudah berjalan.

"Jadi makanya itu problemnya, tapi dia (pengusaha) tetap ekspor," ucapnya lagi.

Pemerintah optimistis kinerja ekspor ke kawasan tersebut tidak akan anjlok drastis dalam waktu dekat. Pasalnya, daya beli dan minat konsumen di Timur Tengah terhadap produk Indonesia dinilai masih sangat solid di tengah kecamuk perang.

baca juga

"Cuma permintaan dari Timur Tengah sebenarnya nggak berubah," pungkas Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IPC TPK Catat Pertumbuhan Arus Petikemas 8,7% pada Awal 2026

IPC TPK Catat Pertumbuhan Arus Petikemas 8,7% pada Awal 2026

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 10:29 WIB

SiCepat Ekspres Tunjuk Bos Baru, Targetkan Pendapatan Naik 25 Persen Tahun Ini

SiCepat Ekspres Tunjuk Bos Baru, Targetkan Pendapatan Naik 25 Persen Tahun Ini

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 08:06 WIB

Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 21:09 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:17 WIB

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:15 WIB

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:13 WIB

Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh

Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh

News | Minggu, 01 November 2026 | 14:05 WIB

Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan

Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:00 WIB

Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan

Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 13:59 WIB

Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri

Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri

Jawa Tengah | Minggu, 01 November 2026 | 13:58 WIB

Kinerja ASII Kuartal III 2026: Pendapatan Tembus Rp243,9 Triliun, Bisnis Otomotif Jadi Penopang

Kinerja ASII Kuartal III 2026: Pendapatan Tembus Rp243,9 Triliun, Bisnis Otomotif Jadi Penopang

News | Minggu, 01 November 2026 | 13:56 WIB

4 Lipstik Implora Paling Waterproof dan Smudgeproof, Harga Mulai Rp23 Ribuan

4 Lipstik Implora Paling Waterproof dan Smudgeproof, Harga Mulai Rp23 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:56 WIB

Syarat Bikin KK Sendiri Belum Menikah, Simak Ketentuan dan Cara Mengurusnya

Syarat Bikin KK Sendiri Belum Menikah, Simak Ketentuan dan Cara Mengurusnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:52 WIB

×