Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Indonesia Raja Nikel Dunia yang Dilematis

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 09 Juni 2025 | 16:03 WIB
Indonesia Raja Nikel Dunia yang Dilematis
Pengolahan bijih nikel. (Bannu MAZANDRA / AFP)

Suara.com - Di tengah hiruk pikuk perdebatan mengenai potensi dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan nikel, khususnya yang melibatkan anak usaha Antam, PT GAG Nikel, di Raja Ampat, Papua, Indonesia sesungguhnya berada pada posisi yang dilematis.

Pasalnya, negara kepulauan ini patut berbangga karena menyandang gelar sebagai produsen nikel terbesar di dunia, sebuah fakta yang menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok nikel global.

Data dari Booklet Nikel 2020 yang dirilis oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa cadangan nikel Indonesia mencapai angka fantastis: 72 juta ton. Jumlah ini mencakup cadangan nikel berkadar rendah (limonit) dan berkadar tinggi (saprolit).

Angka ini bukan main-main, karena setara dengan 52 persen dari total cadangan nikel dunia yang diperkirakan sebesar 140 juta ton. Ini berarti lebih dari separuh cadangan nikel bumi ada di perut bumi Nusantara.

Tak hanya soal cadangan, dominasi Indonesia juga terlihat jelas dalam hal produksi. Indonesia memimpin daftar negara produsen nikel dengan output mencapai 800 ribu ton per tahun. Jauh di belakangnya, ada Filipina dengan 420 ribu ton, Rusia 270 ribu ton, Kaledonia Baru 220 ribu ton, Australia 180 ribu ton, dan Kanada 180 ribu ton. Bahkan negara-negara besar seperti Tiongkok, Brazil, dan Amerika Serikat pun memiliki produksi yang jauh di bawah Indonesia.

Nikel sendiri, sebagai logam mineral berwarna putih keperakan yang mengkilap dan sedikit keemasan, memiliki sifat keras dan menjadi komoditas yang sangat dicari.

Dengan perkembangan teknologi dan industri, permintaan akan nikel terus melonjak, terutama dari negara-negara yang ambisius dalam pengembangan kendaraan listrik dan energi terbarukan. Hal ini membuat banyak negara saat ini "berburu" nikel, dan Indonesia menjadi target utama berkat cadangan dan produksi yang melimpah.

Kendati demikian, keberuntungan ini juga membawa tantangan besar. Isu keberlanjutan dan dampak lingkungan dari pertambangan nikel, seperti yang mencuat di Raja Ampat, menjadi perhatian serius.

Bagaimana Indonesia dapat mengelola kekayaan nikelnya secara bertanggung jawab, memastikan manfaat ekonomi yang optimal, namun tetap menjaga kelestarian lingkungan demi generasi mendatang, menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Nikel adalah logam transisi berwarna putih keperakan yang memiliki peran krusial dalam berbagai industri modern.

Dikenal karena ketahanannya terhadap korosi, kekuatan, dan kemampuan untuk meningkatkan sifat material lain, nikel menjadi komponen penting dalam banyak aplikasi.

Salah satu penggunaan utama nikel adalah dalam produksi baja tahan karat. Penambahan nikel meningkatkan ketahanan baja terhadap karat dan oksidasi, menjadikannya ideal untuk peralatan dapur, konstruksi, dan aplikasi industri lainnya.

Selain itu, nikel juga digunakan dalam pembuatan baterai, terutama baterai nikel-metal hidrida (NiMH) dan baterai lithium-ion (Li-ion) yang semakin populer untuk kendaraan listrik dan perangkat elektronik portabel.

Permintaan akan nikel terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri kendaraan listrik. Nikel membantu meningkatkan kepadatan energi dan stabilitas baterai, yang sangat penting untuk performa dan jangkauan kendaraan listrik.

Hal ini menjadikan nikel sebagai komoditas strategis dalam transisi menuju energi bersih. Indonesia dan Filipina adalah dua negara produsen nikel terbesar di dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Legislator PKB soal Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat: Cabut IUP dan Harus Ditutup Permanen!

Legislator PKB soal Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat: Cabut IUP dan Harus Ditutup Permanen!

News | Senin, 09 Juni 2025 | 15:53 WIB

Gubernur Klaim Video Tambang di Raja Ampat Bukan di Pulau Gag, Bahlil: Kita Cek Supaya Obyektif

Gubernur Klaim Video Tambang di Raja Ampat Bukan di Pulau Gag, Bahlil: Kita Cek Supaya Obyektif

News | Senin, 09 Juni 2025 | 15:45 WIB

Dampak Tambang Nikel di Indonesia Timur: Dari Arsenik di Ikan hingga Ancaman ke Raja Ampat

Dampak Tambang Nikel di Indonesia Timur: Dari Arsenik di Ikan hingga Ancaman ke Raja Ampat

News | Senin, 09 Juni 2025 | 15:38 WIB

Terkini

Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026

Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 22:21 WIB

Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025

Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 20:09 WIB

Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit

Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 19:34 WIB

Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional

Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 19:14 WIB

Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat

Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:20 WIB

Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!

Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:16 WIB

Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!

Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:09 WIB

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:04 WIB

Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!

Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:59 WIB

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:53 WIB