Bahlil Dinilai Kurang Paham Soal Kebijakan Energi di Indonesia

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 11 Juni 2025 | 16:08 WIB
Bahlil Dinilai Kurang Paham Soal Kebijakan Energi di Indonesia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (tengah) bersama Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) bersiap menyampaikan keterangan terkait izin tambang nikel Kepulauan Raja Ampat di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/6/2025). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz]

Suara.com - Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adinegara menilai Menteri ESDM Bahlil lahadalia belum memiliki kapasitas yang cukup di bidang energi.

Hal ini, bilang dia, terlihat dari Bahlil yang tidak memiliki pemahaman yang memadai terkait arah transisi energi, sehingga kebijakan yang diambil cenderung berpihak pada energi fosil

"Bahlil ini masalahnya tidak paham arah transisi energi dan pro fossil. Kebijakannya tidak mampu mendukung transformasi ekonomi karena masih bertumpu pada batu bara dan perpanjangan usia PLTU," ujarnya saat dihubungi, Rabu (11/6/2025).

Bhima juga menyoroti lambannya respon Bahlil terkait persoalan tambang di Raja Ampat. Ia menilai belum ada langkah konkret untuk menghentikan izin-izin tambang dan pembangunan smelter yang dinilai justru memperburuk kondisi lingkungan dan ekonomi dalam jangka panjang.

"Soal respon tambang di Raja Ampat juga kurang memuaskan, karena belum ada tim moratorium izin tambang dan smelter. Raja Ampat bukan cuma soal tambang, tapi juga nikel kita sudah oversupply, smelternya ditambah terus. Akhirnya hilirisasi jadi blunder ke ekonomi," tegas Bhima.

Ia menambahkan bahwa arah kebijakan hilirisasi yang selama ini dijalankan justru menciptakan distorsi dalam perekonomian nasional.

Alih-alih menciptakan nilai tambah, penambahan jumlah smelter di tengah kelebihan pasokan nikel justru dinilai menimbulkan inefisiensi dan risiko kerusakan lingkungan yang besar.

Bhima juga menyampaikan hasil studi Celios terkait kinerja sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Dalam temuan tersebut, CELIOS menilai Bahlil sebagai salah satu menteri yang layak untuk masuk dalam daftar reshuffle.

"Studi CELIOS mengungkapkan bahwa beberapa menteri layak di reshuffle salah satunya Bahlil," pungkas dia.

baca juga

Energi adalah fondasi dari peradaban modern. Dari penerangan rumah hingga menggerakkan industri, energi memungkinkan kita untuk hidup, bekerja, dan berinteraksi dengan dunia di sekitar kita.

Namun, sumber dan penggunaan energi juga menghadirkan tantangan besar bagi keberlanjutan planet ini. Secara tradisional, energi diperoleh dari bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam.

Sumber energi ini telah mendorong pertumbuhan ekonomi selama berabad-abad, tetapi mereka juga bertanggung jawab atas emisi gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim.

Selain itu, sumber daya fosil terbatas dan pada akhirnya akan habis. Menyadari dampak negatif bahan bakar fosil, dunia kini beralih ke sumber energi terbarukan.

Energi matahari, angin, air, dan panas bumi menawarkan alternatif yang lebih bersih dan berkelanjutan. Investasi dalam teknologi energi terbarukan terus meningkat, dan biaya produksi energi terbarukan semakin kompetitif dengan bahan bakar fosil. Transisi ke energi terbarukan bukan tanpa tantangan.

Intermitensi (sifat tidak tetap) energi matahari dan angin memerlukan solusi penyimpanan energi yang efisien, seperti baterai.

Selain itu, pembangunan infrastruktur energi terbarukan membutuhkan investasi besar dan perencanaan yang matang. Namun, manfaat energi terbarukan jauh lebih besar daripada tantangannya.

Selain mengurangi emisi gas rumah kaca, energi terbarukan juga menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan ketahanan energi, dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.

Di masa depan, energi akan terus menjadi isu sentral dalam pembangunan berkelanjutan. Inovasi teknologi, kebijakan yang mendukung, dan kesadaran masyarakat akan memainkan peran penting dalam memastikan bahwa kita memiliki akses ke energi yang bersih, terjangkau, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Pengembangan teknologi penyimpanan energi, jaringan pintar, dan hidrogen sebagai bahan bakar alternatif akan menjadi kunci untuk mencapai masa depan energi yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nelayan dan Petani Cilacap Manfaatkan Energi Ramah Lingkungan

Nelayan dan Petani Cilacap Manfaatkan Energi Ramah Lingkungan

Bisnis | Rabu, 11 Juni 2025 | 15:08 WIB

Menuju Transisi Energi: Saatnya Indonesia dan Tiongkok Bersinergi untuk Masa Depan Hijau

Menuju Transisi Energi: Saatnya Indonesia dan Tiongkok Bersinergi untuk Masa Depan Hijau

News | Rabu, 11 Juni 2025 | 09:17 WIB

Detik-detik Pemerintah Cabut Izin 4 Tambang Nikel di Raja Ampat

Detik-detik Pemerintah Cabut Izin 4 Tambang Nikel di Raja Ampat

Foto | Selasa, 10 Juni 2025 | 17:24 WIB

Terkini

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 20:26 WIB

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:25 WIB

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Sport | Senin, 02 November 2026 | 20:24 WIB

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 20:21 WIB

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru

Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:15 WIB

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:14 WIB

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:12 WIB

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Health | Senin, 02 November 2026 | 20:10 WIB

×