Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Awan Gelap Selimuti Ekonomi RI, Prabowo Bisa Apa?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 24 Juni 2025 | 13:59 WIB
Awan Gelap Selimuti Ekonomi RI, Prabowo Bisa Apa?
Bank Dunia mengingatkan bahwa perekonomian Indonesia kini berada dalam posisi rentan terhadap ketidakpastian global, terutama di tengah memanasnya ketegangan geopolitik saat ini.

Suara.com - Bank Dunia mengingatkan bahwa perekonomian Indonesia kini berada dalam posisi rentan terhadap ketidakpastian global, terutama di tengah memanasnya ketegangan geopolitik saat ini.

Kondisi ini berpotensi memicu pelemahan ekonomi lebih lanjut yang bisa menghambat ambisi pembangunan nasional.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Carolyn Turk, menyampaikan alarm ini dalam peluncuran publikasi Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Juni 2025.

"Meskipun kondisi makroekonomi Indonesia sangat baik, kita tidak bisa mengatakan bahwa Indonesia akan tahan terhadap tekanan eksternal seperti ketidakpastian global," kata Carolyn, dikutip dari YouTube Indonesia Economic Prospects, Selasa (24/6/2025).

Carolyn merinci beberapa pemicu ketidakpastian ekonomi global yang kini mengusik aktivitas perekonomian Indonesia. Ini termasuk ketegangan perdagangan yang terus membara, ketidakpastian kebijakan global yang sulit diprediksi, serta risiko geopolitik yang kian memburuk belakangan ini.

"Ketidakpastian ini akan terus menimbulkan risiko dan bisa mempererat aspirasi pembangunan Indonesia," ucap Carolyn, menekankan bahwa kondisi eksternal ini bukan sekadar riak kecil, melainkan gelombang besar yang bisa menghambat laju kemajuan negara.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari Bank Dunia pun menunjukkan tren yang kurang menggembirakan. Mereka memperkirakan ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh 4,7% pada tahun 2025 dan sedikit naik ke 4,8% pada tahun 2026. Proyeksi ini merupakan kelanjutan dari penurunan yang sudah terlihat pada kuartal I-2025, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia telah meninggalkan level 5%, hanya mencapai 4,87%.

Menurut Carolyn, tekanan perekonomian global ini memiliki dampak serius, khususnya dalam menghambat prospek penciptaan lapangan kerja dan mengurangi upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Hal ini terjadi karena kinerja perdagangan memburuk dan investasi asing menjadi lebih lemah. Pada saat yang sama, aliran modal menjadi tidak stabil, yang secara umum menciptakan tekanan pada keseluruhan ekonomi makro di setiap negara.

"Dalam situasi yang sangat rentan seperti ini ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanannya, namun kami melihat adanya pertumbuhan PDB yang lebih rendah dari 5%. Telah ada penurunan dalam hal konsumsi belanja pemerintah dan investasi tahun ini," kata Carolyn, menggambarkan situasi dilematis di mana ketahanan ekonomi tetap ada, namun laju pertumbuhan melambat.

Untuk menghadapi kerentanan ini, Carolyn menekankan bahwa kunci utamanya adalah konsistensi pemerintah dalam melakukan reformasi struktural. Reformasi ini mencakup langkah-langkah vital seperti deregulasi, perbaikan iklim usaha, peningkatan investasi swasta, dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

"Seluruh reformasi struktural ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto memaparkan pencapaian dan prospek ekonomi Indonesia di semester pertama tahun 2025 ini. Di hadapan para pemimpin global dan pelaku ekonomi dunia, Presiden Prabowo menyampaikan optimisme bahwa ekonomi Indonesia sedang berada di jalur yang tepat dan menjanjikan.

“Para ahli saya menyampaikan bahwa di semester pertama ini, pertumbuhan ekonomi kami lebih dari 5 persen. Bahkan bisa mendekati 7 persen pada akhir tahun ini atau bahkan lebih,” ujar Presiden Prabowosaat memaparkan pencapaian dan prospek ekonomi Indonesia dalam pidatonya pada sesi pleno St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 di ExpoForum Convention and Exhibition Centre, St. Petersburg, Rusia, pada Jumat pekan lalu.

Kepala Negara menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan keberhasilan arah kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah.

Dengan landasan tersebut, Presiden Prabowo yakin target-target besar dalam waktu dekat akan bisa dicapai. “Ini menunjukkan bahwa kami telah memilih jalan yang benar dan kami sedang mencapai tujuan kami,” imbuh Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Film Menggambarkan Dampak Perang yang Mengoyak Psikologis Manusia

10 Film Menggambarkan Dampak Perang yang Mengoyak Psikologis Manusia

Entertainment | Selasa, 24 Juni 2025 | 13:48 WIB

Qatar Kecam Serangan Iran ke Pangkalan Udara Al Udeid: Kami Berhak Membalas!

Qatar Kecam Serangan Iran ke Pangkalan Udara Al Udeid: Kami Berhak Membalas!

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 13:13 WIB

Dampak Bagi Timnas Indonesia apabila Iran Dicoret dari Piala Dunia 2026

Dampak Bagi Timnas Indonesia apabila Iran Dicoret dari Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 24 Juni 2025 | 13:10 WIB

Terkini

Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor

Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:36 WIB

Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan

Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:32 WIB

BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang

BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:22 WIB

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 14:51 WIB

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:51 WIB

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:33 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB