Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Erick Thohir Dapat Tugas Baru dari Presiden Prabowo: Perbanyak KEK Kesehatan

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 26 Juni 2025 | 19:26 WIB
Erick Thohir Dapat Tugas Baru dari Presiden Prabowo: Perbanyak KEK Kesehatan
Menteri BUMN Erick Thohir/(Suara.com/Achmad Fauzi).

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memberi tugas baru kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Salah satunya, memperbanyak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kesehatan di wilayah lain Indonesia.

Kekinian, RI baru memiliki satu KEK Kesehatan di Sanur, yang di dalamnya ada rumah sakit berlevel internasional yaitu Bali International Hospital.

Prabowo menilai, KEK Sanur sebagai sebuah langkah terobosan dan contoh nyata yang perlu direplikasi di sektor-sektor strategis lainnya.

"Hari ini KEK ini contoh salah satu terobosan ke arah mengejar ketinggalan kita dan ini harus ditiru oleh banyak sektor lain," ujar Prabowo seperti dikutip, Kamis (26/6/2025).

"Saya kira ini adalah suatu terobosan yang pertama kali di republik kita, kita mencanangkan, atau membuat kawasan ekonomi khusus untuk pelayanan kesehatan bertaraf dunia, bertaraf internasional," sambung dia.

Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) menandatangani prasasti peresmian KEK Sanur dan Bali International Hospital di Bali pada Rabu (25/6/2025). Peresmian itu turut disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. [Antara/Fikri Yusuf]
Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) menandatangani prasasti peresmian KEK Sanur dan Bali International Hospital di Bali pada Rabu (25/6/2025). Peresmian itu turut disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. [Antara/Fikri Yusuf]

Sementara, Erick Thohir telah menyiapkan rencana pengembangan KEK berbasis layanan kesehatan di berbagai daerah. Langkah ini merupakan strategi pemerintah untuk menjawab tingginya kebutuhan layanan medis masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya dapat diakomodasi dalam negeri.

Erick Thohir mengungkapkan, setiap tahunnya sekitar 2 juta warga Indonesia memilih berobat ke luar negeri, dengan estimasi belanja kesehatan mencapai Rp 150 triliun. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam mendorong pengembangan KEK sektor kesehatan.

"Bila Pak Presiden berkenan, konsep KEK wilayah seperti ini dapat kami lakukan di beberapa wilayah lain di Indonesia untuk meningkatkan persaingan di mancanegara," imbuh Erick.

Ia meyakini, pengembangan KEK Sanur dan KEK kesehatan lainnya akan menjadi instrumen efektif untuk menarik kembali devisa yang selama ini mengalir ke luar negeri karena kebutuhan layanan medis.

Erick juga menjelaskan, pengembangan KEK Kesehatan Sanur merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.

Kementerian Kesehatan terlibat dalam aspek perizinan tenaga medis dan alat kesehatan, Kemenko Perekonomian dalam hal penyusunan regulasi, Kementerian Pariwisata mendukung aspek turisme kesehatan, serta Kementerian Investasi dan Danantara yang fokus pada aspek investasi dan keberlanjutan operasional.

"Kami Kementerian BUMN fokus pengawasan dan penugasan. Ini tidak lain merupakan hasil kerja sama dari Kabinet Merah Putih," beber dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan banyaknya warga Indonesia yang berobat ke luar negeri, yang jumlahnya mencapai jutaan orang per tahun, menyebabkan hilangnya devisa yang sangat besar.

Hal ini disampaikan Prabowo saat meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Sanur dan Bali International Hospital (BIH) di Bali, Rabu kemarin.

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan sekitar jutaan warga Indonesia menghabiskan Rp 150 triliun per tahun untuk berobat ke luar negeri.

Presiden RI Prabowo Subianto bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Investasi Rosan Roeslani, meninjau fasilitas kesehatan di KEK Sanur/(Dokumentasi Kementerian BUMN).
Presiden RI Prabowo Subianto bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Investasi Rosan Roeslani, meninjau fasilitas kesehatan di KEK Sanur/(Dokumentasi Kementerian BUMN).

"Kita tadi sudah diberi tahu bahwa begitu banyak WNI yang mencari pengobatan di luar negeri yang mengakibatkan juga pengeluaran devisa yang sangat besar. Dengan inisiatif ini kita bisa memberi pelayanan yang tidak kalah dengan yang terbaik di dunia," kata Prabowo.

"Karena itu sekali lagi saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi saya atas pekerjaan besar ini," sambung Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investor Qatar Al Qilaa Mulai Bantu Prabowo Bangun 1 Juta Hunian Vertikal Murah

Investor Qatar Al Qilaa Mulai Bantu Prabowo Bangun 1 Juta Hunian Vertikal Murah

Bisnis | Kamis, 26 Juni 2025 | 16:29 WIB

Bahlil Klaim Hanya Butuh Waktu 8 Bulan Buat Tingkatkan Produksi Mintak Mentah

Bahlil Klaim Hanya Butuh Waktu 8 Bulan Buat Tingkatkan Produksi Mintak Mentah

Bisnis | Kamis, 26 Juni 2025 | 15:39 WIB

Balikkan Dana Berobat Ratusan Triliun, Erick Thohir Siapkan Strategi Maksimalkan KEK Sanur

Balikkan Dana Berobat Ratusan Triliun, Erick Thohir Siapkan Strategi Maksimalkan KEK Sanur

Bisnis | Kamis, 26 Juni 2025 | 11:02 WIB

Terkini

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB