Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.334,476
LQ45 632,546
Srikehati 309,556
JII 380,675
USD/IDR 17.905

Bank Indonesia Masih Waspadai Dolar yang Bisa Bikin Rupiah Sakit

Chandra Iswinarno, Rina Anggraeni

Selasa, 01 Juli 2025 | 18:51 WIB
Bank Indonesia Masih Waspadai Dolar yang Bisa Bikin Rupiah Sakit
Ilustrasi mata uang Dolar. Bank Indonesia masih mewaspadai kemungkinan anjloknya rupiah di pasar mata uang. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) memastikan bakal menjaga nilai tukar rupiah di tahun ini.

Bahkan, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa kondisi dolar Amerika saat ini masih stabil.

Namun, BI akan terus mewaspadai gejolak dolar AS yang bisa memengaruhi ekonomi Indonesia.

"Memang dolar sekarang cukup stabil. Kita tidak tahu gejolak akan naik. Kami akan jaga nilai tukar rupiah dan kami turunkan stabil," kata Gubernur BI dalam raker bersama Banggar, Selasa (1/7/2025).

Lanjutnya, nilai tukar rupiah yang bisa mencapai Rp16.900 saat lebaran dikarenakan gejolak ekonomi global.

Apalagi, pengumuman tarif dari Presiden Amerika Serikat membuat tekanan pada gejolak ekonomi.

"Hari ini bisa diturunkan di bawah Rp16.200 kami akan menjaga stabilitas lebih lanjut tahun ini Rp16.100," katanya.

Kata dia, pertumbuhan ekonomi juga akan ditargetkan hanya mencapai 4,6 persen pada tahun ini.

Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi global juga tertekan, di antaranya Amerika dan China yang menjadi mitra dagang utama Indonesia.

baca juga

"Kondisi global tahun ini turun 3,3 persen dan bisa menjadi 3,0 persen tahun depan. Negara pertumbuhan ekonomi yang turun itu mitra dagang utama kita Amerika Serikat turun 2,8 persen jadi 2,1 persen dan 1,8 persen. Lalu, China 5 persen jadi 4,6 persen. Eropa dan Jepang juga turun. Harapannya India," katanya.

Sebelumnya, ketidakpastian perekonomian global sedikit mereda, meski tetap tinggi lantaran dinamika tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Dia menyebut kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) berdampak pada perlambatan ekonomi dunia.

Dia menyatakan pertumbuhan ekonomi di negara maju seperti AS, Eropa, hingga Jepang dalam tren pelemahan di tengah kebijakan fiskal ekspansif dan pelonggaran kebijakan moneter di negara tersebut. Bahkan, ekonomi Cina juga melambat.

Ekonomi Tiongkok pun melambat akibat menurunnya ekspor, terutama ke AS di tengah perlambatan permintaan domestiknya," katanya.

Sementara itu, ekonomi India diperkirakan tumbuh baik, terutama didorong oleh masih kuatnya investasi di sana.

Berdasarkan dinamika tersebut, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tetap sebesar 3 persen.

Sementara itu, tekanan inflasi AS menurun sejalan dengan perlambatan ekonomi, meskipun terjadi kenaikan inflasi pada kelompok barang akibat kebijakan tarif Trump.

Akibatnya, ekspektasi terhadap arah penurunan Fed Funds Rate (FFR) ke depan menguat.

Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah.

Selain itu, Bank Indonesia terus mempererat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

"Bank Indonesia juga memperkuat dan memperluas kerja sama internasional di area kebanksentralan, termasuk konektivitas sistem pembayaran dan transaksi menggunakan mata uang lokal, serta memfasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait," katanya.

Selain itu, BI menilai arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas dalam rangka memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tersebut didukung dengan beberapa langkah kebijakan.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, arsitek QRIS
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan pihaknya masih mewaspadai rongrongan dolar terhadap rupiah.

Pertama, penguatan strategi stabilisasi nilai tukar rupiah yang sesuai dengan fundamental terutama melalui intervensi transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.

Strategi ini disertai dengan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

Kedua, penguatan strategi operasi moneter pro-market guna makin memperkuat efektivitas transmisi penurunan suku bunga, menjaga kecukupan likuiditas, mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing (valas), serta mendorong aliran masuk modal asing, dengan mengelola struktur suku bunga instrumen moneter.

Swap valas untuk memperkuat efektivitas transmisi penurunan suku bunga juga dilakukan dengan tetap menjaga daya tarik aliran masuk portofolio asing ke aset keuangan domestik.

Lalu, memperkuat strategi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan; dan memperkuat peran dealer utama untuk meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan transaksi repurchase agreement (repo) antarpelaku pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amerika Serikat Jadi Biang Kerok Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Amerika Serikat Jadi Biang Kerok Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 12:18 WIB

Bank Indonesia Siapkan Strategi Bawa Nilai Tukar Rupiah ke Kisaran Rp 15.000

Bank Indonesia Siapkan Strategi Bawa Nilai Tukar Rupiah ke Kisaran Rp 15.000

Bisnis | Senin, 26 Mei 2025 | 14:51 WIB

Nilai Tukar Rupiah Terancam Konflik Pakistan dan India

Nilai Tukar Rupiah Terancam Konflik Pakistan dan India

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2025 | 07:15 WIB

Terkini

5 Fakta Viral Bocah Palembang Mengaku Dipukul Oknum Polisi saat Main Layang

5 Fakta Viral Bocah Palembang Mengaku Dipukul Oknum Polisi saat Main Layang

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 11:01 WIB

5 Parfum Lokal Wangi Bunga Sedap Malam, Aromanya Elegan dan Tahan Lama

5 Parfum Lokal Wangi Bunga Sedap Malam, Aromanya Elegan dan Tahan Lama

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 11:00 WIB

Teknologi bagi Siswa: Membantu Belajar atau Membuat Malas?

Teknologi bagi Siswa: Membantu Belajar atau Membuat Malas?

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 11:00 WIB

Drama Hak Angket DPRD Gowa Berujung Polisi, 45 Anggota Dewan Siap Ambil Langkah Ini

Drama Hak Angket DPRD Gowa Berujung Polisi, 45 Anggota Dewan Siap Ambil Langkah Ini

Sulsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:58 WIB

Geger Donald Trump Dikabarkan Dukung Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

Geger Donald Trump Dikabarkan Dukung Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

Bola | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:56 WIB

Gantikan Nanik, Sudaryono Didesak Bersih-bersih Internal Karena Ada Dugaan Pegawai BGN 'Main' Dapur

Gantikan Nanik, Sudaryono Didesak Bersih-bersih Internal Karena Ada Dugaan Pegawai BGN 'Main' Dapur

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:56 WIB

Urus Pajak Sambil Wisata: Stan Bapenda di Bandar Lampung Expo Jadi Primadona

Urus Pajak Sambil Wisata: Stan Bapenda di Bandar Lampung Expo Jadi Primadona

Lampung | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:52 WIB

Bukan 23 Nama, John Herdman Bawa 26 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Bukan 23 Nama, John Herdman Bawa 26 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Bola | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:52 WIB

Petani Temanggung Geruduk Komisi IV DPR RI, Nilai Aturan Nikotin Ancam Tembakau Lokal

Petani Temanggung Geruduk Komisi IV DPR RI, Nilai Aturan Nikotin Ancam Tembakau Lokal

Jawa Tengah | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:48 WIB

Kabar Duka: Legenda Timnas Indonesia M Basri Meninggal Dunia

Kabar Duka: Legenda Timnas Indonesia M Basri Meninggal Dunia

Bola | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:45 WIB

×