Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Bank Emas Banyak Dilirik, BSI Siap Bersaing dengan Perbankan Swasta

Dwi Bowo Raharjo | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 11 Juli 2025 | 11:39 WIB
Bank Emas Banyak Dilirik, BSI Siap Bersaing dengan Perbankan Swasta
SVP Bullion Business PT Bank Syariah Indonesia Tbk Riko Wardhana mengatakan BSI siap bersaing jika perbankan lainnya tertarik untuk menjajakan bisnis emas di Indonesia. (Suara.com/Ramdhani)

Suara.com - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) siap bersaing jika perbankan lainnya tertarik untuk menjajakan bisnis emas di Indonesia. Adapun, hanya dua bank emas di Indonesia yakni PT Pegadaian dan BSI.

SVP Bullion Business PT Bank Syariah Indonesia Tbk Riko Wardhana mengatakan tidak mempermasalahkan jika ada perbankan swasta yang tertarik untuk membuka bisnis bank emas.

"Insya allah nggak ada masalah. Sehat-sehat saja untuk bersaing, atau bersaing sehat sehat," katanya saat berbincang dengan Suara.com, di Kantor Suara.com kawasan Mega Kuningan, Jakarta Slatan, dikutip Jumat (11/7/2025).

Menurut dia, bisnis emas memiliki potensi yang cukup bagus. Apalagi, ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"BSI sendiri mungkin tidak sanggup untuk bisa memenuhi segala tadi itu ya dari jumlah emas yang beredar dan segala macam dan jumlah nasabah dan lain lain. Jadi kami melihatnya adalah ini terbuka luas baik bagi lembaga jasa keuangan lainnya untuk masuk ke sini," katanya.

Kata dia, dengan kehadiran Lembaga Jasa Keuangan yang tertarik membuka bisnis emas membuat Indonesia menjadi ekosistem terbesar. Hal itu terlihat dari China, Singapura dan Turki yang memanfaatkan bisnis emas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kita mungkin bisa melihat dari Cina, Singapura bahkan di Inggris sekalipun India, Turki itu udah bagaimana mereka mengolah ekosistem sih sudah lebih baik. Jadi tapi kita punya potensi untuk ke sana dan kalau memang ini berkembang pasti Bullion bisnis atau Bullion bank juga ya bisa jadi harus bertambah untuk memenuhi cita cita atau harapan itu," bebernya.

Dia pun menceritakan bagaimana BSI bisa mendapatkan amanah untuk menyehatkan bisnis bank Emas. Apalagi, tidak mudah untuk mendapatkan izin mendirikan bank emas di Indonesia.

"Nah perjalanan kami tentunya untuk mendapatkan ini pasti ada latar belakangnya Jadi izin yang diberikan adalah melalui izin yang dikeluarkan oleh OJK kepada kami dengan landasannya adalah sebelumnya OJK juga sudah mengeluarkan yang namanya POJK 17 terkait dengan kegiatan usaha Bullion bank ini," katanya.

Dengan mendapatkan izin dari OJK, BSI menjadi Bank Syariah pertama yang membuka bisnis emas di Indonesia. Apalagi, BSI memberikan fasilita yang mudah untuk nasabah yang ingin menitipkan emasnya.

"Nah disitu tentunya dilihat dari regulator bahwa BSI sebenarnya sebagai bank syariah juga itu sudah menjalankan yang namanya bisnis emas gitu ya bisnis emas bisnis emas ini diantaranya adalah memberikan fasilitas kepemilikan emas dengan cara mencicil nah jadi cicilan emas dan juga bisnis emas terkait dengan gadai," kata dia.

Tidak hanya itu, BSI pun membeberkan tantangan yang harus dihadapi dalam menjalankan bisnis emas. Salah satunya meningkatkan literasi bank emas ke ibu rumah tangga. Lantaran, masih banyak yang belum tau manfaat menaruh emas di bank.

SVP Bullion Business PT Bank Syariah Indonesia Tbk Riko Wardhana mengatakan BSI siap bersaing jika perbankan lainnya tertarik untuk menjajakan bisnis emas di Indonesia. (Suara.com/Ramdhani)
SVP Bullion Business PT Bank Syariah Indonesia Tbk Riko Wardhana mengatakan BSI siap bersaing jika perbankan lainnya tertarik untuk menjajakan bisnis emas di Indonesia. (Suara.com/Ramdhani)

"Inilah yang mungkin akan jadi tantangan kita sama sama dan kita sama sama untuk membangun literasi ke masyarakat itu. Jadi betul sekali tuh. Jadi kebiasaan memiliki emas tuh udah ada dari dulu gitu kan. Tapi caranya ya itu tadi dengan membeli emas menyimpannya," katanya.

"Tunggu kapan kalau misalkan ada kebutuhan Kalau nggak ada kebutuhan nanti lihat lagi harganya mungkin bahkan nggak ngecek-cek harga lagi Tiba-tiba sekian tahun ada kebutuhan untuk bayar anak sekolah atau apa akhirnya dijual ya Nah dengan adanya secara sistem Bullion ini nah kita mengajak gitu ya apa namanya untuk mengenal ini supaya memiliki emas tuh lebih mudah dan lebih aman," tambahnya.

Lalu, manfaat menyimpan emas di BSI bisa mencicilnya. Adapun, nasabah bisa menabung terlebih dahulu, sehingga bisa mendapatkanemas yang diminati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kopi Lampung & Bengkulu Mendunia: Kisah Sukses UMKM Binaan BSI Tembus Pasar Internasional

Kopi Lampung & Bengkulu Mendunia: Kisah Sukses UMKM Binaan BSI Tembus Pasar Internasional

Bisnis | Rabu, 09 Juli 2025 | 21:10 WIB

BSI International Expo 2025 Catat Transaksi Rp2,66 Triliun dan Potensi Ekspor US$20,8 Juta!

BSI International Expo 2025 Catat Transaksi Rp2,66 Triliun dan Potensi Ekspor US$20,8 Juta!

Bisnis | Kamis, 03 Juli 2025 | 19:33 WIB

BSI Catat Pembiayaan Otomotif Tembus Rp 60,34 Miliar

BSI Catat Pembiayaan Otomotif Tembus Rp 60,34 Miliar

Bisnis | Senin, 30 Juni 2025 | 07:07 WIB

BSI Bidik 8,9 Juta Calon Jamaah, Tabungan Haji Jadi Motor Ekonomi Syariah

BSI Bidik 8,9 Juta Calon Jamaah, Tabungan Haji Jadi Motor Ekonomi Syariah

Bisnis | Jum'at, 27 Juni 2025 | 10:24 WIB

CEO Danantara Optimistis Indonesia Akan Kuasai Industri Halal Global

CEO Danantara Optimistis Indonesia Akan Kuasai Industri Halal Global

Bisnis | Kamis, 26 Juni 2025 | 21:25 WIB

Terkini

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN 2026 Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN 2026 Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:57 WIB

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:40 WIB

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:31 WIB