Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.273

IHSG Ditinggal Asing Rp57,9 T, Mirae Asset Sarankan Pegang Reksa Dana Pendapatan Tetap

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 15 Juli 2025 | 15:56 WIB
IHSG Ditinggal Asing Rp57,9 T, Mirae Asset Sarankan Pegang Reksa Dana Pendapatan Tetap
Di tengah badai volatilitas ekonomi dan pasar modal yang tak menentu, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia punya resep jitu bagi para investor dimana menyarankan agar berinvestasi pada instrumen reksa dana pendapatan tetap.

Suara.com - Di tengah badai volatilitas ekonomi dan pasar modal yang tak menentu, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia punya resep jitu bagi para investor dimana menyarankan agar berinvestasi pada instrumen reksa dana pendapatan tetap (fixed income fund/bond fund) yang menawarkan pendapatan pasif rutin bulanan!

Strategi ini disebut sebagai langkah cerdas untuk menghadapi ketidakpastian yang masih membayangi.

M. Arief Maulana, Head of Wealth Management Mirae Asset, menjelaskan bahwa ketidakpastian makroekonomi yang tinggi dan volatilitas pasar yang meningkat saat ini justru bisa menjadi momentum emas bagi investor. Momentum untuk apa? Tentu saja untuk berinvestasi pada instrumen yang relatif stabil dan menjanjikan pendapatan rutin.

“Reksa dana pendapatan tetap pendapatan pasif rutin bulanan (monthly passive income bond fund) menjadi alternatif yang strategis, apalagi di tengah volatilitas dan ketidakpastian yang tinggi seperti sekarang,” ujar Arief dalam acara Media Day: July 2025 by Mirae Asset hari ini, Selasa (15/7/2025).

Terkait volatilitas dan ketidakpastian ekonomi yang tinggi, Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset, membeberkan fakta menarik. Saat ini, terjadi tren capital outflow yang cukup besar di pasar saham Indonesia.

Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih "hijau" tipis, tercatat menguat ke 7.091 dari posisi akhir tahun 7.079, namun aliran dana asing justru bergerak keluar (foreign outflow) sebesar Rp57,9 triliun sejak awal tahun (YTD) hingga 11 Juli 2025. Bahkan sepanjang Juli, foreign outflow sudah mencapai Rp4,3 triliun. Ini menunjukkan bahwa kenaikan IHSG lebih banyak didukung oleh investor domestik.

Nah, di sisi lain, ceritanya justru terbalik di pasar obligasi. Tren harga obligasi masih menunjukkan kenaikan (dan penurunan imbal hasil/yield). Pasar obligasi malah kebanjiran aliran dana asing masuk (foreign inflow) yang cukup besar. Sepanjang Juli, tercatat nett buy asing Rp17,2 triliun month-to-date (MTD), atau Rp70 triliun YTD. Fenomena ini dipengaruhi oleh pemangkasan BI Rate pada semester I/2025 dan ekspektasi penurunan The Fed Fund Rate (FFR) pada semester II/2025.

Rully memprediksi suku bunga BI Rate masih akan ditahan pada 5,5% hingga akhir tahun. Langkah ini dilakukan sembari menunggu penyesuaian dari perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit. Likuiditas perbankan juga diprediksi akan lebih longgar di semester II/2025, yang berpotensi mendorong kenaikan harga obligasi dan penurunan yield-nya. Perlu diingat, pergerakan harga dan yield obligasi memang bertolak belakang di pasar.

Menariknya, Rully juga menyoroti tekanan dari Donald Trump agar The Fed menurunkan FFR secara agresif. Namun, Mirae Asset memprediksi Bank Sentral AS akan tetap berhati-hati dan melihat perkembangan data ekonomi untuk menentukan seberapa besar dan seberapa cepat penurunan suku bunga ke depan.

Dalam acara bertema "Fixed Income Fund: A Smart Move Amid Economic Volatility" itu, Mirae Asset juga meresmikan kemitraan strategisnya dengan PT Sucorinvest Asset Management. Kemitraan ini akan mendistribusikan produk Sucorinvest Monthly Income Fund (SMIF) melalui platform reksa dana NAVI by Mirae Asset.

NAVI by Mirae Asset adalah platform digital Mirae Asset yang berperan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). Arief mengatakan bahwa kehadiran SMIF di NAVI akan membuka akses lebih luas bagi investor ritel terhadap produk berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar: pendapatan bulanan, risiko relatif lebih rendah, dan dikelola oleh manajer investasi terpercaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Histori Pergerakan Saham Prajogo Pangestu dan Update Harganya

Histori Pergerakan Saham Prajogo Pangestu dan Update Harganya

Bisnis | Selasa, 15 Juli 2025 | 07:57 WIB

Saham COIN, MERI, dan BREN Terbang! Cek Daftar Lengkap Saham yang Menghijau Hari Ini

Saham COIN, MERI, dan BREN Terbang! Cek Daftar Lengkap Saham yang Menghijau Hari Ini

Bisnis | Senin, 14 Juli 2025 | 16:53 WIB

Terus Menghijau, Saham COIN Bisa Terjadi Pola Uptrend? Ini Kata Analis

Terus Menghijau, Saham COIN Bisa Terjadi Pola Uptrend? Ini Kata Analis

Bisnis | Senin, 14 Juli 2025 | 16:30 WIB

Terkini

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:34 WIB

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 10:27 WIB

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 09:57 WIB

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 23:20 WIB

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:22 WIB

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:21 WIB

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:46 WIB