RI Bakal Borong Gandum AS Pasca Kesepakatan Tarif 19 Persen

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 17 Juli 2025 | 16:38 WIB
RI Bakal Borong Gandum AS Pasca Kesepakatan Tarif 19 Persen
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa pemerintah Indonesia akan memborong produk gandum Amerika Serikat (AS) pasca kesepatakan tarif dagang sebesar 19 persen. Antara/Makna Zaezar

Suara.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa pemerintah Indonesia akan memborong produk gandum Amerika Serikat (AS) pasca kesepatakan tarif dagang sebesar 19 persen yang telah diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Rabu (16/7/2025).

"Gandum itu yang paling besar," kata Amran usai menghadiri Kagama Leaders Forum di Gedung RRI, Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Indonesia sendiri dikabarkan akan membeli produk pertanian dari AS senilai US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 73 triliun (kurs Rp 16.271/US$).

Ketika ditanya apakah importasi ini akan membuat program ketahanan pangan nasional yang saat ini digagas oleh pemerintah bakal mengganggu program tersebut.

Menurutnya, impor komoditas pangan selalu didasarkan pada rekomendasi Kementerian Pertanian.

"Kalau kita cukup, kan tidak impor," ujar Amran, memberikan jaminan bahwa impor hanya akan dilakukan jika kebutuhan dalam negeri memang belum terpenuhi, bukan untuk mengganggu produksi lokal.

Keputusan untuk memborong gandum AS ini menjadi bagian tak terpisahkan dari "kesepakatan damai" tarif antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Trump memangkas tarif impor produk Indonesia ke AS dari 32 persen menjadi 19 persen, dengan imbalan komitmen Indonesia untuk meningkatkan impor sejumlah komoditas strategis dari Negeri Paman Sam. Gandum, tampaknya, menjadi salah satu yang paling menonjol.

Sebelumnya Amerika Serikat dan Indonesia dilaporkan telah mencapai kesepakatan perdagangan baru setelah pembicaraan antara mantan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Pengumuman ini disampaikan oleh Trump pada Selasa, (15/7/2025) melalui platform Truth Social miliknya.

baca juga

Menurut Trump, yang dikutip dari CNN Business pada Rabu, 16 Juli 2025, kesepakatan tersebut mencakup penghapusan tarif oleh Indonesia terhadap ekspor dari AS alias 100 persen . Sebaliknya, AS akan menurunkan tarif impor dari Indonesia menjadi 19 persen, dari sebelumnya 32 persen .

Trump juga mengklaim bahwa kesepakatan ini telah "diselesaikan." Namun, hingga Selasa sore, pemerintah Indonesia belum memberikan pernyataan atau pengumuman resmi terkait kesepakatan tersebut.

Dalam unggahan terpisah di Truth Social, Trump merinci beberapa komitmen penting dari pihak Indonesia, yaitu:

  • Pembelian Energi AS senilai $15 miliar.
  • Pembelian Produk Pertanian Amerika senilai $4,5 miliar.
  • Pembelian 50 pesawat Boeing, dengan banyak di antaranya adalah seri Boeing 777.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan Amran Sebut Ada Peluang Emas Ekspor CPO RI ke AS usai Kesepakatan Tarif

Mentan Amran Sebut Ada Peluang Emas Ekspor CPO RI ke AS usai Kesepakatan Tarif

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 16:19 WIB

Pemerintah Klaim Ada 2 Keuntungan Indonesia Pengenaan Tarif Trump 19 persen

Pemerintah Klaim Ada 2 Keuntungan Indonesia Pengenaan Tarif Trump 19 persen

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 13:31 WIB

Tarif Trump 19 Persen, Sektor Manufaktur RI Diklaim Bisa Kembali Bergairah

Tarif Trump 19 Persen, Sektor Manufaktur RI Diklaim Bisa Kembali Bergairah

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 09:21 WIB

Terkini

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:44 WIB

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sport | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:43 WIB

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Surakarta | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:50 WIB

×