Bahaya Kesepakatan Dagang RI-AS: Nol Persen untuk Amerika, Gugatan WTO untuk Indonesia

Chandra Iswinarno, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 17 Juli 2025 | 18:24 WIB
Bahaya Kesepakatan Dagang RI-AS: Nol Persen untuk Amerika, Gugatan WTO untuk Indonesia
Kolase Presiden Prabowo dan Donald Trump. Kesepakatan dagang Indonesia dengan Amerika Serikat dengan berkurangnya tarif resiprokal disebut berpotensi membuat Indonesia merugi.

Suara.com - Kesepakatan dagang terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dinilai bak pedang bermata dua.

Di satu sisi, Indonesia disebut mendapatkan keringanan tarif ekspor, namun di sisi lain harus membayar 'harga mahal' dengan membuka pasar domestik seluas-luasnya untuk produk AS.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, menegaskan bahwa kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS berimplikasi panjang yang berpotensi merugikan.

Menurutnya, perlakuan istimewa terhadap AS akan memicu kecemburuan dari negara mitra dagang lain yang merasa terdiskriminasi.

Kritik ini merujuk pada kesepakatan di mana Indonesia mendapat fasilitas keringanan tarif impor dari AS—dari sebelumnya 32 persen menjadi 19 persen.

Namun, sebagai gantinya, produk-produk asal AS yang masuk ke pasar domestik Indonesia justru bebas dari segala tarif dan hambatan.

Bhima menjelaskan, kebijakan tarif nol persen untuk satu negara ini dapat merusak tatanan kerja sama internasional yang sudah ada.

"Ini implikasinya panjang ya, kenapa? Karena Amerika Serikat kan dapat nol persen. Nah, sementara negara lain kan belum tentu dapat nol persen juga tarifnya," kata Bhima kepada Suara.com, Jumat (17/7/2025).

"Ini mengakibatkan banyak perjanjian dagang atau kerjasama perlu dievaluasi juga. Karena semua negara akan meminta hal yang sama untuk dikenakan tarif yang 0%. Kalau nggak Indonesia dianggap melakukan diskriminasi," ujarnya.

baca juga

Risiko paling nyata dari kebijakan ini, lanjut Bhima, adalah potensi gugatan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Ia menyoroti China, sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, yang sangat mungkin melayangkan gugatan tersebut.

"Jangan sampai Indonesia digugat sama Cina di WTO. Karena dianggap memberikan preferensi tarif spesial nol persen," ujarnya.

Ancaman serupa juga datang dari negara-negara mitra lainnya.

Donald Trump jadi karyawan McDonald's (X)
Donald Trump menyatakan kesepakatan tarif dagang dengan Indonesia merupakan suatu keuntungan besar karena berhasil membuka pasar di dalam negeri Indonesia. (X)

Bhima khawatir, apabila Indonesia terus dianggap lebih memihak AS, negara lain akan kehilangan minat untuk bekerja sama dan pada akhirnya bisa meninggalkan Indonesia.

"Karena menganggap bahwa Indonesia punya preferensi dengan Amerika. Sehingga akan membuat negara lain tidak tertarik untuk melakukan kerjasama," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tarif Trump Masih Jadi Katalis, IHSG Menguat Drastis ke Level 7.287 Hari Ini

Tarif Trump Masih Jadi Katalis, IHSG Menguat Drastis ke Level 7.287 Hari Ini

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 17:08 WIB

RI Bakal Borong Gandum AS Pasca Kesepakatan Tarif 19 Persen

RI Bakal Borong Gandum AS Pasca Kesepakatan Tarif 19 Persen

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 16:38 WIB

Tarif Trump 19 Persen, Mendag Susun Daftar 10 Produk Prioritas untuk Gebrak Pasar AS

Tarif Trump 19 Persen, Mendag Susun Daftar 10 Produk Prioritas untuk Gebrak Pasar AS

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 15:14 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×