Garuda Siap Borong Pesawat Boeing Setelah Kesepakatan Tarif Trump, Berapa Banyak?

Achmad Fauzi

Jum'at, 18 Juli 2025 | 13:32 WIB
Garuda Siap Borong Pesawat Boeing Setelah Kesepakatan Tarif Trump, Berapa Banyak?
Pesawat Garuda Indonesia dengan Livery Khusus Pikachu dan Aksen Batik.(Dok GIAA).

Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) mengonfirmasi memang berencana mendatangkan pesawat baru dari Boeing. Rencana ini, berlangsung sebelum adanya kesepakatan dengan Pemerintah Amerika Serikat, di mana adanya syarat pembelian 50 pesawat Boeing. 

Corporate Secretary GIAA, Cahyadi Indrananto, menjelaskan sebenarnya perseroan telah menjalin komunikasi dengan Boeing dan berencana menambah jumlah pesawat. Sayangnya, ia tidak merinci jumlah pesawat dan jenisnya yang akan didorong Garuda Indonesia.

"Komunikasi dengan Boeing sebenarnya telah Garuda lakukan sejak beberapa waktu terakhir ini, karena sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan," ujar Cahyadi saat dihubungi Suara.com, Jumat (18/7/2025).

Pesawat Garuda Indonesia. [Suara.com/Eko Faizin]
Pesawat Garuda Indonesia. [Suara.com/Eko Faizin]

Menurutnya, penambahan pesawat ini menjadi strategi Garuda Indonesia untuk memaksimalkan ratusan rute penerbangan domestik dan internasional. 

"Jadi, untuk menambah armada dan mengoptimalkan jaringan penerbangan hingga 100 rute dalam 5 tahun ke depan," bebernya.

Namun demikian, Cahyadi menambahkan, Garuda dengan Boeing akan kembali melakukan pertemuan untuk berdiskusi untuk memenuhi syarat tarif Trump tersebut. Terutama, berdiskusi tentang jumlah pesawat Boeing yang akan dibeli Garuda. 

"Ini termasuk tentang jumlah dan jenis pesawat, timeline untuk delivery, komponen biaya, teknis pengadaan, dan hal-hal lainnya.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Indonesia dilaporkan telah mencapai kesepakatan perdagangan baru setelah pembicaraan antara mantan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto. 

Pengumuman ini disampaikan oleh Trump pada Selasa, (15/7/2025) melalui platform Truth Social miliknya.

baca juga

Menurut Trump, yang dikutip dari CNN Business pada Rabu, 16 Juli 2025, kesepakatan tersebut mencakup penghapusan tarif oleh Indonesia terhadap ekspor dari AS alias 100 persen. Sebaliknya, AS akan menurunkan tarif impor dari Indonesia menjadi 19 persen, dari sebelumnya 32 persen.

Trump juga mengklaim bahwa kesepakatan ini telah "diselesaikan." Namun, hingga Selasa sore, pemerintah Indonesia belum memberikan pernyataan atau pengumuman resmi terkait kesepakatan tersebut.

Komitmen Pembelian Indonesia

Dalam unggahan terpisah di Truth Social, Trump merinci beberapa komitmen penting dari pihak Indonesia, yaitu:

  1. Pembelian Energi AS senilai USD 15 miliar.
  2. Pembelian Produk Pertanian Amerika senilai USD 4,5 miliar.
  3. Pembelian 50 pesawat Boeing, dengan banyak di antaranya adalah seri Boeing 777.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbas Deal Trump-Prabowo! Pertamina Siap 'Borong' Minyak Mentah & LPG dari AS

Imbas Deal Trump-Prabowo! Pertamina Siap 'Borong' Minyak Mentah & LPG dari AS

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 09:16 WIB

Tarif Trump 19 Persen Ancam "Hegemoni" QRIS di Indonesia?

Tarif Trump 19 Persen Ancam "Hegemoni" QRIS di Indonesia?

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 09:06 WIB

Luhut Optimis Tarif Trump 19 Persen Bisa Bawa Ekonomi RI Melejit

Luhut Optimis Tarif Trump 19 Persen Bisa Bawa Ekonomi RI Melejit

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 19:30 WIB

Terkini

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:53 WIB

×