Hasil Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Melonjak Naik di Triwulan II

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Jum'at, 18 Juli 2025 | 16:22 WIB
Hasil Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Melonjak Naik di Triwulan II
Ilustrasi logo Bank Indonesia.

Suara.com - Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha meningkat pada triwulan II 2025. Hal ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang tercatat sebesar 11,70 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan SBT pada triwulan sebelumnya sebesar 7,63 persen

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Ramdan Denny mengatakan meningkatnya kegiatan dunia usaha tersebut didorong oleh kenaikan kinerja mayoritas Lapangan Usaha (LU). Terutasm LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sejalan dengan realisasi anggaran Pemerintah sesuai pola seasonal-nya.

"Serta LU Industri Pengolahan dan LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sejalan dengan permintaan yang terjaga pada periode rangkaian libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) sepanjang triwulan II 2025," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (18/7/2025).

Kapasitas produksi terpakai pada triwulan II 2025 tercatat sebesar 73,58 persen meningkat dibandingkan dengan triwulan I 2025 yang sebesar 73,25 persen. Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh LU Pertambangan dan Penggalian serta LU Pengadaan Listrik.

Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha secara umum juga tetap dalam kondisi baik pada aspek Likuiditas maupun Rentabilitas, dengan akses kredit yang tetap mudah. Responden memprakirakan kegiatan usaha pada triwulan III 2025 melanjutkan peningkatan dengan SBT sebesar 11,98 persen.

Kegiatan usaha diprakirakan meningkat terutama bersumber dari perbaikan kinerja LU Konstruksi sejalan dengan dimulainya beberapa proyek, baik Pemerintah maupun swasta serta LU Pertambangan dan Penggalian sejalan dengan terjaganya permintaan.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan pada triwulan II 2025 tetap terjaga. Hal itu berada pada fase ekspansi (indeks >50 persen) tecermin dari PMI-BI sebesar 50,89 persen.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Ramdan Denny mengatakan kinerja LU berdasarkan komponen pembentuknya, mayoritas komponen berada pada fase ekspansi yaitu Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Volume Total Pesanan.

Rinciannya, Sublapangan Usaha (Sub-LU), sebagian Sub-LU berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Mesin dan Perlengkapan, diikuti oleh Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman, serta Industri Makanan dan Minuman.

baca juga

"Perkembangan tersebut sejalan dengan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia yang mengindikasikan kinerja kegiatan LU Industri Pengolahan tetap tumbuh dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 1,29 persen,"katanya.

Lanjutnya, pada triwulan III 2025, kinerja LU Industri Pengolahan diprakirakan tetap terjaga dan berada pada fase ekspansi yang tecermin dari PMI-BI sebesar 50,85 persen.

Berdasarkan komponen pembentuknya, mayoritas komponen diprakirakan berada pada fase ekspansi dengan indeks tertinggi pada komponen Volume Persediaan Barang.

"Jadi, diikuti oleh Volume Produksi, Volume Total Pesanan, dan Kecepatan Penerimaan Barang Input," katanya.

Sedangkan, mayoritas Sub-LU juga diprakirakan berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Logam Dasar, diikuti oleh Industri Alat Angkutan, serta Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus didorong di tengah prospek perekonomian global yang melemah. Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh investasi nonbangunan terkait kegiatan di sektor transportasi.

Kinerja ekspor cukup baik ditopang oleh ekspor berbasis sumber daya alam dan produk manufaktur. Sementara itu, konsumsi rumah tangga masih perlu ditingkatkan, tecermin pada penjualan eceran yang melambat.

Secara sektoral, Lapangan Usaha (LU) Pertanian tetap tumbuh ditopang oleh kinerja subsektor LU Perkebunan dan dukungan program Pemerintah, sedangkan kinerja beberapa LU utama lainnya seperti LU Industri Pengolahan serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bank Indonesia Klaim Kinerja Lapangan Usaha Industri Pengolahan Tetap Terjaga

Bank Indonesia Klaim Kinerja Lapangan Usaha Industri Pengolahan Tetap Terjaga

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 13:33 WIB

Kinerja Bisnis Meroket di Triwulan II 2025, BI Ungkap Sektor Ini Jadi Motor Penggerak!

Kinerja Bisnis Meroket di Triwulan II 2025, BI Ungkap Sektor Ini Jadi Motor Penggerak!

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 13:16 WIB

Tarif Trump 19 Persen Ancam "Hegemoni" QRIS di Indonesia?

Tarif Trump 19 Persen Ancam "Hegemoni" QRIS di Indonesia?

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 09:06 WIB

Terkini

Awas Tersesat! Film Horor 'Urang Bunian' Siap Bawa Penonton Masuk ke Dimensi Lain

Awas Tersesat! Film Horor 'Urang Bunian' Siap Bawa Penonton Masuk ke Dimensi Lain

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:35 WIB

Apa Weton Paling Sabar tapi kalau Marah Sangat Mengerikan?

Apa Weton Paling Sabar tapi kalau Marah Sangat Mengerikan?

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 16:35 WIB

Beda dengan NasDem, Golkar Nilai Parliamentary Threshold 5 Persen Sudah Ideal

Beda dengan NasDem, Golkar Nilai Parliamentary Threshold 5 Persen Sudah Ideal

News | Senin, 21 September 2026 | 16:31 WIB

Makna Lagu 2001x Adrian Khalif, Sering Bertengkar tapi Tetap Sayang

Makna Lagu 2001x Adrian Khalif, Sering Bertengkar tapi Tetap Sayang

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:30 WIB

Capek Antre Pertalite? Segini Harga Motor Listrik United Terbaru September 2026

Capek Antre Pertalite? Segini Harga Motor Listrik United Terbaru September 2026

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 16:28 WIB

5 Pengemudi Menyusuri Indonesia, dari Budaya Batak hingga Tradisi Bali

5 Pengemudi Menyusuri Indonesia, dari Budaya Batak hingga Tradisi Bali

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 16:27 WIB

Pasca Sebarkan Video Nirempati Korban MBG, Pegawai SPPG Dlingo Bantul Dipecat BGN

Pasca Sebarkan Video Nirempati Korban MBG, Pegawai SPPG Dlingo Bantul Dipecat BGN

Jogja | Senin, 21 September 2026 | 16:26 WIB

Bukan Cuma Tekan Emisi, Pasar Karbon Bisa Jadi Mesin Cuan Baru Perusahaan

Bukan Cuma Tekan Emisi, Pasar Karbon Bisa Jadi Mesin Cuan Baru Perusahaan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 16:25 WIB

OJK Terbitkan Regulasi yang Atur Demutualisasi Bursa

OJK Terbitkan Regulasi yang Atur Demutualisasi Bursa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 16:25 WIB

Pesona Male Lead Tengil di Drama Undercover Affair, Sukses Bikin Penonton Salah Tingkah!

Pesona Male Lead Tengil di Drama Undercover Affair, Sukses Bikin Penonton Salah Tingkah!

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:23 WIB

×