Core Indonesia: Serangan Impor Murah Bak 'Kiamat' Bagi RI

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 26 Juli 2025 | 19:31 WIB
Core Indonesia: Serangan Impor Murah Bak 'Kiamat' Bagi RI
Ilustrasi. Serangan bertubi-tubi dari barang impor ilegal dan murah dituding menjadi biang keladi lesunya produksi dalam negeri. Foto Ist.

Suara.com - Industri domestik Indonesia kini dalam kondisi gawat darurat! Serangan bertubi-tubi dari barang impor ilegal dan murah dituding menjadi biang keladi lesunya produksi dalam negeri. Center of Reform on Economics (CORE), sebuah lembaga think tank terkemuka, mendesak pemerintah untuk segera melakukan pengetatan impor habis-habisan demi menyelamatkan industri nasional dari ancaman "kiamat" persaingan.

Dalam laporan CORE Mid-Year Economic Review 2025 yang dikutip Sabtu (26/7/2025), CORE menyoroti betapa urgennya pengetatan verifikasi impor. Mereka bahkan merekomendasikan pelibatan jasa testing, inspection, and certification (TIC) secara ketat untuk membendung masuknya produk ilegal dan murah yang sangat merugikan produsen lokal.

Tak hanya soal impor, CORE juga merekomendasikan penambahan anggaran subsidi untuk industri kunci, seperti makanan-minuman, petrokimia, logam dasar, dan elektronik. "Subsidi ini bisa berupa subsidi energi dan infrastruktur pendukung yang dapat menekan biaya produksi, sehingga industri dalam negeri mampu bersaing dengan produk impor,” demikian bunyi laporan CORE.

Gebrakan lain yang didorong CORE adalah optimalisasi penyerapan produk lokal. Pemerintah, khususnya melalui Bulog, disarankan untuk tidak hanya fokus pada beras, tetapi juga menambah komoditas strategis lain seperti jagung dan daging ayam dalam pembeliannya. Subsidi juga diusulkan bagi industri hilir agar mereka memprioritaskan penggunaan bahan baku domestik, contohnya subsidi jagung untuk pakan ternak bagi peternak kecil demi menekan biaya operasional.

CORE juga menekankan percepatan hilirisasi komoditas pertanian menjadi produk bernilai tambah. Ini krusial untuk membangun keterkaitan (linkage) yang kuat antara petani/peternak dengan industri menengah-besar. Dukungan modernisasi teknologi, mulai dari produksi, pasca-panen, hingga pengolahan, dinilai sebagai kunci tak terhindarkan untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Langkah-langkah strategis ini, menurut CORE, harus segera dieksekusi untuk mempercepat pemulihan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Terlebih, setelah perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2025 menjadi 4,87 persen. CORE bahkan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 akan kembali melambat ke kisaran 4,7 - 4,8 persen, dipicu oleh melemahnya konsumsi rumah tangga, kontraksi belanja pemerintah, dan investasi yang masih lesu.

Untuk keseluruhan tahun 2025, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 4,6 - 4,8 persen. Angka-angka ini menjadi peringatan keras bahwa pemerintah harus segera bertindak nyata, sebelum serbuan impor murah benar-benar melumpuhkan industri dan ekonomi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi ASG Hadirkan Konsep Multifungsi untuk Hadapi Tantangan Pasar Properti

Strategi ASG Hadirkan Konsep Multifungsi untuk Hadapi Tantangan Pasar Properti

Bisnis | Sabtu, 26 Juli 2025 | 15:31 WIB

Gawat! Mayoritas UMKM Masih Informal, Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Ekonomi Daerah!

Gawat! Mayoritas UMKM Masih Informal, Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Ekonomi Daerah!

News | Sabtu, 26 Juli 2025 | 05:05 WIB

Menko Airlangga: Perang Thailand-Kamboja Belum Jadi Ancaman Ekonomi RI, Tapi Tetap Waspada!

Menko Airlangga: Perang Thailand-Kamboja Belum Jadi Ancaman Ekonomi RI, Tapi Tetap Waspada!

Bisnis | Jum'at, 25 Juli 2025 | 16:13 WIB

Terkini

Nyanyian dan Posko Makanan Gratis Ibu Hangatkan Bundaran HI Jelang Aksi Mahasiswa

Nyanyian dan Posko Makanan Gratis Ibu Hangatkan Bundaran HI Jelang Aksi Mahasiswa

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:15 WIB

850 Alat Perekam Pajak Disebar di Palu, Sasar Restoran hingga Tempat Hiburan

850 Alat Perekam Pajak Disebar di Palu, Sasar Restoran hingga Tempat Hiburan

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:15 WIB

7 Cara Daftar Kuota Antrean Aplikasi M-Paspor, Apa Saja Dokumennya?

7 Cara Daftar Kuota Antrean Aplikasi M-Paspor, Apa Saja Dokumennya?

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Pembalut Kena PPN, Perempuan Harus Bayar Lebih untuk Kebutuhan Biologisnya?

Pembalut Kena PPN, Perempuan Harus Bayar Lebih untuk Kebutuhan Biologisnya?

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Viral Bidan Live saat Persalinan Pasien, Area Sensitif Ibu-ibu Ikut Terekam

Viral Bidan Live saat Persalinan Pasien, Area Sensitif Ibu-ibu Ikut Terekam

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Peugeot Motorcycles Akui Pede Bersaing di Segmen Skutik Premium dengan Mesin 125 cc

Peugeot Motorcycles Akui Pede Bersaing di Segmen Skutik Premium dengan Mesin 125 cc

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Memugar Bilik Retak Peradaban: 2 Tahun Kerja Prabowo-Gibran untuk Pendidikan

Memugar Bilik Retak Peradaban: 2 Tahun Kerja Prabowo-Gibran untuk Pendidikan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Tawuran Maut di Kebon Jeruk: 19 Orang Ditangkap, Pelaku Siram Air Keras Diburu

Tawuran Maut di Kebon Jeruk: 19 Orang Ditangkap, Pelaku Siram Air Keras Diburu

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Nyaris Putus Sekolah Karena Ayah Sopir dan Ibu di Malaysia, Senyum Hudiana Merekah di Sekolah Rakyat

Nyaris Putus Sekolah Karena Ayah Sopir dan Ibu di Malaysia, Senyum Hudiana Merekah di Sekolah Rakyat

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:08 WIB

Rayakan Hari Sumpah Pemuda, Nikmati Promo Menarik BRI di Berbagai Merchant

Rayakan Hari Sumpah Pemuda, Nikmati Promo Menarik BRI di Berbagai Merchant

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:08 WIB

×