Trump Larang Kripto Pemerintah dan Bakal Bikin Aturan 'Mengejutkan' untuk Bitcoin Cs:

M Nurhadi

Kamis, 31 Juli 2025 | 13:04 WIB
Trump Larang Kripto Pemerintah dan Bakal Bikin Aturan 'Mengejutkan' untuk Bitcoin Cs:
Donald Trump (Instagram)

Suara.com - Kelompok Kerja Aset Digital Presiden AS Donald Trump merilis laporan yang telah lama dinantikan mengenai rekomendasi kebijakan untuk regulasi kripto di Amerika Serikat. Laporan ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari struktur pasar kripto, yurisdiksi pengawasan, regulasi perbankan, upaya mempromosikan hegemoni dolar AS melalui stablecoin, hingga perpajakan cryptocurrency (kripto).

Isu pertama yang digarisbawahi dalam laporan yang dirilis pada Rabu (30/7/2025) ini adalah penetapan "taksonomi" aset digital. Ini berarti perlunya definisi yang jelas mengenai cryptocurrency mana yang termasuk dalam kategori sekuritas dan mana yang merupakan komoditas.

Menurut rekomendasi dalam dokumen tersebut, yurisdiksi pengawasan atas aset digital harus dibagi antara Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission (SEC). Dalam hal ini, CFTC akan memiliki wewenang pengawasan atas pasar spot kripto.

Para penasihat di Kelompok Kerja Presiden untuk Aset Digital dan eksekutif industri telah bertemu dalam White House Crypto Summit pada bulan Maret, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam isu ini. Kelompok kerja ini merekomendasikan agar SEC dan CFTC berkolaborasi dalam pengawasan kripto. Token komoditas akan diatur oleh CFTC, sementara token lain yang dianggap sebagai sekuritas akan tunduk pada pengawasan SEC. Para penulis laporan menyatakan bahwa struktur pasar kripto yang didefinisikan dengan jelas akan menjadikan AS pemimpin global dalam aset digital.

Ketua SEC Paul Atkins mendukung laporan tersebut, menulis, “Kerangka peraturan yang rasional untuk aset digital adalah cara terbaik untuk mengkatalisasi inovasi Amerika, melindungi investor dari penipuan, dan menjaga pasar modal kita tetap menjadi kebanggaan dunia.” Hal ini segaris dengan upaya kelompok kerja Trump untuk mendorong aturan yang lebih jelas seiring dengan meningkatnya adopsi kripto.

Dikutip via CoinTelegraph, agenda ini juga menyoroti perlunya melonggarkan dan memperjelas regulasi perbankan. Salah satu proposal kebijakan kunci adalah memberikan kemampuan kepada bank untuk mengelola kripto (custody crypto) dan menyediakan layanan aset digital kepada pelanggan. Kelompok kerja merekomendasikan agar regulator perbankan menyederhanakan proses untuk mendapatkan izin bank (bank charter) dan membuat persyaratannya lebih transparan.

Isu stablecoin dan pembayaran juga dibahas, menyoroti kebutuhan untuk merangkul stablecoin guna melindungi hegemoni dolar AS. Seperti yang diharapkan, para penulis mendesak Kongres untuk mengesahkan CBDC Anti-Surveillance State Act dan melarang penelitian serta pengembangan mata uang digital bank sentral (central bank digital currency/CBDC) di AS.

Menariknya, meskipun laporan tersebut mendorong pelarangan CBDC, laporan itu juga menyoroti banyak fitur yang membuat stablecoin tidak dapat dibedakan dari CBDC. “Fitur unik dari stablecoin adalah bahwa penerbit stablecoin dapat berkoordinasi dengan penegak hukum untuk membekukan dan menyita aset guna melawan penggunaan ilegal,” tulis para penulis, menunjukkan potensi stablecoin sebagai alat pengawasan finansial. Presiden AS Trump sendiri telah menandatangani bill stablecoin GENIUS.

Terakhir, laporan tersebut merekomendasikan agar Kongres menetapkan kebijakan pajak yang disesuaikan khusus untuk cryptocurrency. Kebijakan ini harus memperhitungkan fitur unik dari kelas aset ini, termasuk staking.

baca juga

“Undang-undang harus diberlakukan yang memperlakukan aset digital sebagai kelas aset baru yang tunduk pada versi modifikasi dari aturan pajak yang berlaku untuk sekuritas atau komoditas untuk tujuan pajak penghasilan federal,” demikian bunyi laporan tersebut. Rekomendasi ini menunjukkan keinginan untuk menciptakan kerangka pajak yang jelas dan adil yang sesuai dengan sifat inovatif aset digital.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Mengamuk!  Tarif Impor Brasil Langsung Dinaikkan 50 Persen

Trump Mengamuk! Tarif Impor Brasil Langsung Dinaikkan 50 Persen

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 09:16 WIB

Investasi Kripto Makin Seksi: PPN Aset Kripto Resmi Dihapus Mulai 1 Agustus!

Investasi Kripto Makin Seksi: PPN Aset Kripto Resmi Dihapus Mulai 1 Agustus!

Bisnis | Rabu, 30 Juli 2025 | 12:53 WIB

Peringatan Keras Donald Trump Usai Gempa Rusia 8,7 M Ancam Pesisir Amerika

Peringatan Keras Donald Trump Usai Gempa Rusia 8,7 M Ancam Pesisir Amerika

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 12:13 WIB

Transaksi Kripto Melonjak, Waspada Modus Penipuan Investasi

Transaksi Kripto Melonjak, Waspada Modus Penipuan Investasi

Bisnis | Selasa, 29 Juli 2025 | 11:15 WIB

Amerika Sumringah Dapat Data RI, Pemerintah: Bukan Info Pribadi dan Strategis

Amerika Sumringah Dapat Data RI, Pemerintah: Bukan Info Pribadi dan Strategis

Video | Selasa, 29 Juli 2025 | 06:00 WIB

Tanam 300 Mangrove, Central Finansial X Dorong Ekosistem Hijau dan Ekonomi

Tanam 300 Mangrove, Central Finansial X Dorong Ekosistem Hijau dan Ekonomi

Bisnis | Senin, 28 Juli 2025 | 13:31 WIB

Terkini

Dari Produk Lokal ke Pasar Lebih Luas, UMKM Aceh Tumbuh Bersama Rumah BUMN Pertamina

Dari Produk Lokal ke Pasar Lebih Luas, UMKM Aceh Tumbuh Bersama Rumah BUMN Pertamina

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 11:37 WIB

Harhubnas 2026, Gubernur Khofifah Gratiskan Tarif Layanan Trans Jatim Hari Ini

Harhubnas 2026, Gubernur Khofifah Gratiskan Tarif Layanan Trans Jatim Hari Ini

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 11:36 WIB

Tegang! Mahasiswa UINSA Usir Polisi dan TNI dari Kampus, Desak Rektor Mundur

Tegang! Mahasiswa UINSA Usir Polisi dan TNI dari Kampus, Desak Rektor Mundur

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 11:34 WIB

Misterius, Nusron Wahid Menghilang Usai Empat Orang Dekat Ditangkap KPK

Misterius, Nusron Wahid Menghilang Usai Empat Orang Dekat Ditangkap KPK

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:33 WIB

Isi Surat Terbuka Sarwendah ke Kubu Ruben Onsu soal Anak

Isi Surat Terbuka Sarwendah ke Kubu Ruben Onsu soal Anak

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 11:32 WIB

Mengapa Nasi di Magic Com Cepat Mengering dan Mengeras di Bagian Pinggir? Ini Penyebabnya

Mengapa Nasi di Magic Com Cepat Mengering dan Mengeras di Bagian Pinggir? Ini Penyebabnya

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 11:30 WIB

Rela Bawa Rantang ke Restoran, Luna Maya Ungkap Gaya Hidup Agar Lebih Ramah Lingkungan

Rela Bawa Rantang ke Restoran, Luna Maya Ungkap Gaya Hidup Agar Lebih Ramah Lingkungan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 11:30 WIB

Lewat Web Series Penghuni Rumah Warisan, SMARTFREN Perkenalkan Unlimited 5G

Lewat Web Series Penghuni Rumah Warisan, SMARTFREN Perkenalkan Unlimited 5G

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 11:28 WIB

Kemarau Ekstrem Intai Jakarta, DPRD DKI Dorong Desalinasi Air Laut Jadi Air Bersih

Kemarau Ekstrem Intai Jakarta, DPRD DKI Dorong Desalinasi Air Laut Jadi Air Bersih

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:26 WIB

Panik di KRL Rangkasbitung-Tanah Abang: Tas Penumpang Tiba-tiba Berasap Pekat, Ini Penyebabnya!

Panik di KRL Rangkasbitung-Tanah Abang: Tas Penumpang Tiba-tiba Berasap Pekat, Ini Penyebabnya!

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:25 WIB

×