Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Bantuan Insentif Guru Non-ASN 2025 Cair Agustus-September, Honorer Bisa Klaim?

M Nurhadi

Sabtu, 02 Agustus 2025 | 15:38 WIB
Bantuan Insentif Guru Non-ASN 2025 Cair Agustus-September, Honorer Bisa Klaim?
Ilustrasi guru non-ASN terima bantuan (Freepik)

Suara.com - Kabar gembira datang untuk para guru honorer atau non-Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kembali melanjutkan program bantuan insentif bagi guru yang belum memiliki sertifikat pendidik pada tahun 2025. Namun, ada beberapa perubahan signifikan dalam aturan mainnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perubahan ini mencakup kriteria penerima, mekanisme penyaluran, hingga besaran nominal yang akan diterima.

Siapa Saja yang Berhak Menerima Bantuan Insentif 2025?

Bantuan insentif ini ditujukan khusus bagi guru non-ASN yang belum memiliki sertifikat pendidik, baik yang mengajar di sekolah formal maupun non-formal. Terdapat dua kategori utama penerima: guru formal (TK, SD, SMP, SMA, SMK) dan guru non-formal (KB dan TPA).

1. Untuk Guru Formal (TK hingga SMK)

Kriteria dasar bagi guru formal pada dasarnya tidak banyak berubah dari tahun sebelumnya. Mereka harus memenuhi syarat-syarat berikut:

  • Terdaftar di Dapodik: Pastikan data Anda sebagai guru sudah tercatat dengan benar dan valid dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ini adalah syarat mutlak.
  • Belum Bersertifikat Pendidik: Bantuan ini memang khusus diberikan bagi guru non-ASN yang belum memiliki sertifikasi.
  • Kualifikasi Akademik: Wajib memiliki kualifikasi pendidikan minimal D4 atau S1.
  • Memiliki NUPTK: Guru harus memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
  • Memenuhi Beban Kerja: Harus memenuhi beban kerja mengajar sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  • Status Non-ASN: Tidak sedang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

2. Untuk Guru Non-Formal (KB dan TPA)

Kriteria bagi guru di Kelompok Bermain (KB) dan Taman Penitipan Anak (TPA) juga memiliki beberapa persyaratan khusus:

  • Terdaftar di Dapodik: Sama seperti guru formal, data harus sudah tercatat di Dapodik.
  • Belum Bersertifikat Pendidik: Bantuan ini juga ditujukan bagi guru non-ASN yang belum bersertifikat.
  • Kualifikasi Akademik: Memiliki ijazah minimal SMA/SMK atau sederajat.
  • Bertugas di Bawah Dinas Pendidikan: Mengajar di KB atau TPA yang berada di bawah pembinaan dinas pendidikan setempat.
  • Memenuhi Beban Mengajar: Harus memenuhi beban mengajar sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Masa Kerja: Memiliki masa kerja yang cukup panjang, yaitu minimal 13 tahun berturut-turut. Hal ini harus dibuktikan dengan surat keputusan pengangkatan dari penyelenggara satuan pendidikan.

Perubahan Penting dalam Aturan Bantuan Insentif 2025

Ini adalah bagian paling krusial yang harus Anda perhatikan. Ada beberapa aturan baru yang membedakan program tahun 2025 dengan tahun-tahun sebelumnya:

baca juga

1. Penghapusan Syarat Masa Kerja
Berbeda dengan tahun sebelumnya, guru formal (TK hingga SMK) tidak lagi diwajibkan memiliki masa kerja minimal 17 tahun untuk bisa menjadi penerima bantuan. Ini adalah berita baik yang membuka peluang lebih luas bagi guru-guru honorer baru.

2. Larangan Menerima Bantuan Lain
Penerima bantuan insentif tidak boleh sedang menerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) atau bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan. Aturan ini bertujuan agar bantuan dapat disalurkan secara merata kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

3. Larangan Bertugas di Satuan Pendidikan Tertentu
Guru yang bertugas di Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) dan Satuan Pendidikan Indonesia di Luar Negeri tidak termasuk dalam sasaran penerima bantuan ini.

4. Mekanisme Pengusulan Berubah
Ini adalah perubahan terbesar dalam proses administratif. Pada tahun-tahun sebelumnya, dinas pendidikan mengusulkan nama-nama calon penerima melalui aplikasi khusus (SIM-ANTUN). Untuk tahun 2025, mekanisme ini tidak lagi berlaku.

Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) bersama dengan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) akan melakukan sinkronisasi dan verifikasi data guru langsung dari Dapodik. Artinya, data yang ada di Dapodik menjadi satu-satunya acuan utama. Oleh karena itu, pastikan data Anda di Dapodik sudah valid dan ter-update.

Perbedaan Nominal dan Waktu Pencairan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tahun Ini Kesempatan Terakhir Honorer Jalur Afirmasi Jadi PPPK, BKN Beri Ultimatum

Tahun Ini Kesempatan Terakhir Honorer Jalur Afirmasi Jadi PPPK, BKN Beri Ultimatum

News | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 12:18 WIB

R1, R2 dan R3 Jadi Prioritas Utama PPPK Paruh Waktu, BKN Ungkap Peluang R4 dan R5

R1, R2 dan R3 Jadi Prioritas Utama PPPK Paruh Waktu, BKN Ungkap Peluang R4 dan R5

News | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 10:34 WIB

Jadwal Pencairan TPG Guru Triwulan 3 2025, Pemerintah Perketat Validasi Data

Jadwal Pencairan TPG Guru Triwulan 3 2025, Pemerintah Perketat Validasi Data

News | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 06:49 WIB

Danantara Hapus Insentif Buat Direksi dan Bonus Komisaris BUMN

Danantara Hapus Insentif Buat Direksi dan Bonus Komisaris BUMN

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 18:45 WIB

Jadi Komisaris dan Direksi BUMN Kini Tak Lagi Berdompet Tebal

Jadi Komisaris dan Direksi BUMN Kini Tak Lagi Berdompet Tebal

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 18:34 WIB

Danantara Larang Komisaris BUMN dapat Insentif, Rosan: Sesuai dengan Kontribusinya

Danantara Larang Komisaris BUMN dapat Insentif, Rosan: Sesuai dengan Kontribusinya

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 17:09 WIB

Terkini

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB

Tanggapi MSCI, Ini 8 Strategi Pemerintah Perkuat Pasar Saham RI

Tanggapi MSCI, Ini 8 Strategi Pemerintah Perkuat Pasar Saham RI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:37 WIB

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:26 WIB

Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja

Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:17 WIB

Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit

Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:24 WIB