Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Data Ekonomi 5,12 Persen Bikin Kaget! Tapi Raut Wajah Sri Mulyani Datar dan Penuh Misteri!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 05 Agustus 2025 | 18:21 WIB
Data Ekonomi 5,12 Persen Bikin Kaget! Tapi Raut Wajah Sri Mulyani Datar dan Penuh Misteri!
Dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/8/2025), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang biasanya penuh senyum saat mengumumkan kabar baik ekonomi, justru tampil berbeda.

Suara.com - Sebuah kabar menggembirakan datang dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang baru saja merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2025 mencapai angka impresif 5,12 persen secara tahunan.

Angka ini seolah menjadi oase di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, di balik angka optimisme itu, ada sebuah pemandangan ganjil yang memicu tanda tanya besar.

Dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/8/2025), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang biasanya penuh senyum saat mengumumkan kabar baik ekonomi, justru tampil berbeda.

Wajahnya terlihat datar, bahkan cenderung menunduk, seolah tak ada sedikit pun kegembiraan yang terpancar. Gestur ini sangat kontras dengan pencapaian pertumbuhan di atas 5 persen yang biasanya disambut dengan penuh suka cita.

Sepanjang konferensi pers, Sri Mulyani tampak sibuk membaca berkas dan jarang sekali menatap ke arah kamera atau para wartawan. Ia berbicara dengan nada yang sangat normatif, jauh dari antusiasme seorang menteri yang sedang merayakan sebuah capaian penting. Gestur ini tentu saja memicu spekulasi dan pertanyaan besar: Ada apa dengan angka pertumbuhan 5,12 persen ini?

Biasanya, para pejabat tinggi ekonomi akan berlomba-lomba memaparkan detail dan optimisme. Namun kali ini, Menkeu hanya menjelaskan secara datar.

"Ini merupakan pertumbuhan... yang meskipun dalam situasi dinamika global yang masih memunculkan ketidakpastian. Dukungan utama dari konsumsi, aktivitas investasi serta ekspor," ujar Sri Mulyani, tanpa menunjukkan ekspresi bangga.

Dalam penjelasannya, Sri Mulyani memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi, investasi, dan ekspor. Ia juga menyebut aktivitas dunia usaha di sektor manufaktur, perdagangan, transportasi, serta akomodasi makan dan minum menunjukkan ekspansi yang baik.

Ia menekankan peran krusial Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai 'jurus' pemerintah. "Pemerintah akan mengoptimalkan peranan APBN untuk terus mendukung perekonomian melalui fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi. APBN terus diandalkan untuk melakukan counter-cyclical terutama dalam jangka pendek untuk membuat optimisme," tegasnya.

Menkeu juga menyoroti peran stimulus insentif pemerintah, khususnya diskon tarif PPN untuk transportasi saat libur Lebaran dan libur sekolah. Ia mengklaim kebijakan ini memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga daya beli masyarakat. "Tarif transportasi yang didiskon melalui PPN-nya yang diturunkan sehingga hari libur mampu menstimulus perekonomian dengan support APBN," pungkasnya.

Meskipun penjelasan Sri Mulyani terdengar lugas dan terstruktur, misteri di balik raut wajahnya yang 'datar' tetap menjadi pertanyaan. Apakah ada data lain yang tidak terlihat di permukaan, ataukah ada kekhawatiran tersembunyi yang membuat pemerintah tidak bisa sepenuhnya bersuka cita atas capaian pertumbuhan 5,12 persen ini? Publik menanti jawaban di balik ekspresi sang menteri.

Sebelumnya,

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen secara tahunan (year-on-year) di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (5/8/2025) mengatakan angka pertumbuhan ini melampaui ekspektasi banyak pihak dan menjadi sinyal kuat bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih sangat kokoh.

"Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto (PDB) pada triwulan II 2025 atas dasar harga berlaku sebesar Rp5.947 triliun. Atas dasar harga konstan sebesar Rp3.396,3 triliun, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2025 bila dibandingkan dengan triwulan II 2024 atau secara year-on-year tumbuh sebesar 5,12%," kata Edy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Lagi Video Sri Mulyani Soal Manfaat Dana Pajak, Netizen: Tidak Sesuai Realita

Viral Lagi Video Sri Mulyani Soal Manfaat Dana Pajak, Netizen: Tidak Sesuai Realita

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 17:56 WIB

Dongkrak UMKM Lokal, Astra Financial Kucurkan Rp300 Juta

Dongkrak UMKM Lokal, Astra Financial Kucurkan Rp300 Juta

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 17:18 WIB

Pasar Respon Capaian Pertumbuhan Ekonomi RI, IHSG Langsung Melonjak

Pasar Respon Capaian Pertumbuhan Ekonomi RI, IHSG Langsung Melonjak

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 17:09 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB