Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.447.000
IHSG 5.643,194
LQ45 553,105
Srikehati 276,229
JII 331,154
USD/IDR 17.957

Penjualan Terus Merosot, Nissan Kembali PHK Karyawan hingga Hentikan Produksi

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 06 Agustus 2025 | 07:32 WIB
Penjualan Terus Merosot, Nissan Kembali PHK Karyawan hingga Hentikan Produksi
Ilustrasi logo Nissan (Shutterstock).

Suara.com - Nissan Motor telah memulai negosiasi dengan serikat pekerja untuk pemangkasan karyawan.

Lantaran, perusahaan memutuskan untuk melakukan perubahan yang akan mencakup pemutusan hubungan kerja (PHK).

Produsen mobil Jepang yang sedang kesulitan ini telah memulai restrukturisasi besar-besaran. Salah satunya memangkas karyawannya yang berada di Eropa.

Kantor perwakilan di Eropa tersebut, yang juga mengawasi operasi Nissan untuk Afrika, Timur Tengah, India, dan Oseania.

Apalagi, produsen mobil ini mempekerjakan hampir 19.000 orang di seluruh Eropa, Afrika, Timur Tengah, India, dan Oseania, dengan hampir 60 persen berbasis di Eropa.

"Kami bekerja dengan tekun dan penuh hormat dengan semua pihak untuk memastikan proses ini dijalankan dengan hati-hati, transparan, dan sepenuhnya mematuhi persyaratan hukum," ujar Massimiliano Messina, Wakil Ketua Nissan untuk wilayah tersebut dilansir BBC, Rabu (6/8/2025).

Ilustrasi PHK karyawan. [James Yarema/Unsplash]
Ilustrasi PHK karyawan. [James Yarema/Unsplash]

Pembicaraan diperkirakan akan selesai pada 20 Oktober mendatang. Dengan rincian lengkap akan dibagikan kepada staf pada bulan November mengenai jumlah karyawan yang bakal kena PHK.

Tidak hanya itu, manajemen dan serikat pekerja sepakat untuk membahas PHK sukarela.

Sebagai informasi, setelah mengambil alih kepemimpinan pada bulan April, CEO Ivan Espinosa mengumumkan restrukturisasi besar-besaran yang mencakup pemangkasan sekitar 15 persen tenaga kerja.

baca juga

Nissan mengurangi kapasitas produksi global hampir 30 persen menjadi 2,5 juta kendaraan, dan pengurangan jumlah lokasi manufaktur dari 17 menjadi 10.

Produsen mobil tersebut, yang penjualannya melemah di China dan mengalami kesulitan keuangan di AS akibat strategi ekspansionis, berharap dapat menghemat 3,4 miliar dolar AS melalui restrukturisasi tersebut.

Dalam perkembangan terbaru, Nissan pekan lalu menyatakan, akan menghentikan produksi di pabrik Civac di Meksiko pada Maret tahun depan.

Serta menyatakan akan menghentikan produksi mobil di pabrik Oppama di Jepang pada Maret 2028 dan di pabrik Nissan-Shatai di pabrik Shonan pada Maret 2027.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penjualan Vaskin Covid Lesu, Moderna PHK 10 Persen Karyawan

Penjualan Vaskin Covid Lesu, Moderna PHK 10 Persen Karyawan

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 10:10 WIB

Presdir PT Nissen Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Tragis di Tol Karawang

Presdir PT Nissen Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Tragis di Tol Karawang

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 13:13 WIB

Warner Bros PHK 10 Persen Karyawan, Ini Divisi yang Kena

Warner Bros PHK 10 Persen Karyawan, Ini Divisi yang Kena

Bisnis | Kamis, 31 Juli 2025 | 11:10 WIB

Viral Warga Geruduk Mapolsek Natar, Desak Polisi Temukan Pegawai Koperasi yang Hilang

Viral Warga Geruduk Mapolsek Natar, Desak Polisi Temukan Pegawai Koperasi yang Hilang

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 21:50 WIB

Maskapai Spirit Airlines PHK 270 Pilot, Terakhir Kerja November

Maskapai Spirit Airlines PHK 270 Pilot, Terakhir Kerja November

Bisnis | Selasa, 29 Juli 2025 | 14:24 WIB

PHK 'Makin Gila', Kemiskinan Mengancam RI Akibat Ekonomi Melambat!

PHK 'Makin Gila', Kemiskinan Mengancam RI Akibat Ekonomi Melambat!

Bisnis | Selasa, 29 Juli 2025 | 14:13 WIB

Terkini

Tetap Berlaku Juli, Peresmian B50 Tunggu Jadwal Prabowo

Tetap Berlaku Juli, Peresmian B50 Tunggu Jadwal Prabowo

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:46 WIB

Mulai Hari Ini, Pedagang Online Wajib Punya NIB untuk Jualan di E-Commerce

Mulai Hari Ini, Pedagang Online Wajib Punya NIB untuk Jualan di E-Commerce

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:39 WIB

Tak Sampai 6.000, BBCA Diramal Hanya Bergarak Hingg level 5.900 Hari Ini

Tak Sampai 6.000, BBCA Diramal Hanya Bergarak Hingg level 5.900 Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:15 WIB

Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah

Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:09 WIB

Mulai Hari Ini, Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen

Mulai Hari Ini, Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:05 WIB

Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050

Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:53 WIB

BBCA Undervalued, Saatnya Serok atau Harga Sahamnya Bisa Turun Lagi?

BBCA Undervalued, Saatnya Serok atau Harga Sahamnya Bisa Turun Lagi?

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:51 WIB

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:28 WIB

Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:10 WIB

Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980

Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:32 WIB

×