PHK 'Makin Gila', Kemiskinan Mengancam RI Akibat Ekonomi Melambat!

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 29 Juli 2025 | 14:13 WIB
PHK 'Makin Gila', Kemiskinan Mengancam RI Akibat Ekonomi Melambat!
Ilustrasi. Indef memperingatkan bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi akan memicu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang makin parah, dan pada akhirnya, meningkatkan jumlah penduduk miskin di Tanah Air. Foto Alvian-Suara.com

Suara.com - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperingatkan bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi akan memicu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang makin parah, dan pada akhirnya, meningkatkan jumlah penduduk miskin di Tanah Air.

"Indonesia harus bersiap menghadapi risiko peningkatan tingkat kemiskinan karena pertumbuhan ekonomi menekan penyerapan lapangan kerja kita," tegas Abra PG Talattov, Kepala Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan Indef, dalam diskusi bertajuk 'Angka Kemiskinan Turun, Kesejahteraan Naik?' di Jakarta, Selasa (29/7/2025).

Abra mengungkapkan, tren mengerikan ini sudah terlihat jelas dalam data PHK tiga tahun terakhir. Jumlah pekerja yang di-PHK terus melonjak dari tahun ke tahun.

"Tenaga kerja yang ter-PHK selama semester I tahun ini sudah mencapai 42.385 orang, meningkat 32,2 persen dibandingkan semester I 2024 yang sebanyak 32.064 orang. Tahun lalu (2024) pun meningkat 21,5 persen dibandingkan 2023 yang sebanyak 26.400 orang. Jadi memang ada kecenderungan jumlah PHK di Indonesia terus meningkat,” jelasnya.

Ironisnya, PHK paling banyak terjadi di "kantong-kantong" populasi besar di Pulau Jawa. Jawa Tengah memimpin dengan 10.995 orang, disusul Jawa Barat (9.494), Banten (4.267), Jakarta (2.821), dan Jawa Timur (2.246) pada semester I 2025. "Ini menjadi risiko untuk mengerek naik tingkat kemiskinan di Indonesia," ungkap Abra.

Ancaman tidak hanya datang dari dalam negeri. Abra juga mengingatkan bahwa dunia harus mewaspadai proyeksi perlambatan atau bahkan penurunan penciptaan tenaga kerja baru di level global. Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) memprediksi pertumbuhan tenaga kerja baru secara global akan turun dari 1,7% (setara 60 juta pekerja) menjadi 1,5% (setara 53 juta pekerja).

"Artinya juga Indonesia perlu mewaspadai ketika ada potensi lambatnya penciptaan tenaga kerja baru, baik di level global maupun nasional,” pungkasnya, menyerukan kewaspadaan ekstra terhadap tantangan ketenagakerjaan di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelas Menengah Kritis, Fenomena 'Rojali' dan 'Rohana' Hantui Ekonomi RI

Kelas Menengah Kritis, Fenomena 'Rojali' dan 'Rohana' Hantui Ekonomi RI

Bisnis | Selasa, 29 Juli 2025 | 13:02 WIB

Ekonom Indef Kenang Kwik Kian Gie: Sosok Kritis yang Minta RI Tak Bergantung Utang Asing

Ekonom Indef Kenang Kwik Kian Gie: Sosok Kritis yang Minta RI Tak Bergantung Utang Asing

Bisnis | Selasa, 29 Juli 2025 | 11:52 WIB

Mau Pangkas Suku Bunga Lagi, BI : Tunggu Tanggal Mainnya

Mau Pangkas Suku Bunga Lagi, BI : Tunggu Tanggal Mainnya

Bisnis | Selasa, 29 Juli 2025 | 07:53 WIB

Terkini

Menggila di MV Lagu Checkmate! ENHYPEN Unjuk Semangat Pantang Menyerah

Menggila di MV Lagu Checkmate! ENHYPEN Unjuk Semangat Pantang Menyerah

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:29 WIB

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

News | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan

Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:20 WIB

FORU Mau Rights Issue, Target Raup Rp27,1 Triliun untuk Beli Perusahaan Batu Bara

FORU Mau Rights Issue, Target Raup Rp27,1 Triliun untuk Beli Perusahaan Batu Bara

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 12:17 WIB

Mengapa Mesin Cuci Front Loading Jauh Lebih Hemat Air Dibandingkan Top Loading?

Mengapa Mesin Cuci Front Loading Jauh Lebih Hemat Air Dibandingkan Top Loading?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:15 WIB

Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

News | Senin, 14 September 2026 | 12:13 WIB

Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng

Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 12:10 WIB

×