Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Wamendag Sanggah Bendera 'One Piece' Ganggu Omzet Pedagang

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 06 Agustus 2025 | 17:56 WIB
Wamendag Sanggah Bendera 'One Piece' Ganggu Omzet Pedagang
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri (tengah). [Suara.com/Achmad Fauzi].

Suara.com - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri, menampik fenomena pengibaran bendera 'One Piece' membuat omset pedagang bendera turun. Menurutnya, pedagang tetap bisa menjual bendera dalam rangka 17 Agustus.

Ia juga membantah, fenomenan bendera 'One Piece' itu mengganggu bisnis para pedagang bendera di dalam negeri.

"Enggak lah (mengganggu pedagang bendera). Jangan gitu dong, masih bisa kok berjualan bendera apalagi menjelang 17 Agustus," ujar Wamendag di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Pedagang bendera merah putih dan pernak-pernik 17 an menjajakan dagangannya di Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (8/8/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pedagang bendera merah putih dan pernak-pernik 17 an menjajakan dagangannya di Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (8/8/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sebelumnya, terdapat kisah Yanti (46), seorang pedagang di Cibinong yang menjadi potret kecil dari getirnya nasib para penjaga semangat kemerdekaan ini. Di tengah viralnya bendera "One Piece", ia dan pedagang lainnya justru menghadapi kenyataan pahit.

Fenomena viral bendera kru bajak laut Topi Jerami dari anime "One Piece" menjadi godaan bisnis tersendiri. Namun, bagi Yanti, momen 17 Agustus adalah sakral untuk Merah Putih.

Ia dengan tegas menolak menjual bendera lain demi menjaga marwah perayaan kemerdekaan, meskipun itu berarti kehilangan potensi keuntungan.

"Merah putih aja, sekarang mah merdeka. Ga ibu mah, merah putih aja lah, ini kan mau nyambut 17 Agustus," kata Yanti.

Setelah enam tahun rutin berjualan, Yanti merasakan tahun ini sebagai yang paling berat. Daya beli masyarakat yang menurun drastis membuat omzetnya anjlok hingga separuhnya. Keluhan ini menjadi cerminan kondisi ekonomi yang lebih luas.

"Menurun sekarang mah, banyak yang bilang 'bu turunin harga bendera', kan setahun sekali ini mah. Dari sana nya tetep segitu, tapi ada yang beli menurun, merosot 50 persen," keluhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemendag Bantah Fenomena Rojali-Rohana Bukan Karena Masyarakat Nggak Punya Uang

Kemendag Bantah Fenomena Rojali-Rohana Bukan Karena Masyarakat Nggak Punya Uang

Bisnis | Rabu, 06 Agustus 2025 | 16:58 WIB

Harga Minyak Goreng Minyakita Turun, Cek Daftar Harga Kebutuhan Pokok dari Kemendag

Harga Minyak Goreng Minyakita Turun, Cek Daftar Harga Kebutuhan Pokok dari Kemendag

Bisnis | Senin, 16 Juni 2025 | 14:25 WIB

Gandeng SRC, Kemendag Akan Digitalisasi Toko Kelontong

Gandeng SRC, Kemendag Akan Digitalisasi Toko Kelontong

Bisnis | Kamis, 29 Mei 2025 | 14:14 WIB

Terkini

Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya

Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:20 WIB

Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:15 WIB

Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000

Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:07 WIB

Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I

Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:00 WIB

BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan

BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:59 WIB

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:35 WIB

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:57 WIB

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:51 WIB

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:50 WIB

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:26 WIB