Emiten Makanan Bayi (NAZY) Rajin Diversifikasi Demi Genjot Kinerja

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 25 Agustus 2025 | 12:21 WIB
Emiten Makanan Bayi (NAZY) Rajin Diversifikasi Demi Genjot Kinerja
Ilustrasi. Emiten makanan bayi PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) atau HBS Food terus memperluas jangkauan pasar mereka dengan melakukan relaunching produk andalannya.

Suara.com - Emiten makanan bayi PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) atau HBS Food terus memperluas jangkauan pasar mereka dengan melakukan relaunching produk andalannya.

Langkah diversifikasi ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar di tengah melonjaknya permintaan produk makanan sehat untuk anak selain itu untuk memperkuat pertumbuhan kinerja.

Direktur Hassana Boga Sejahtera, Bambang Setiadji, mengatakan relaunching produk menyasar MPASI Nayz yang sudah dikenal luas. Namun, dengan formula baru ini, produk tersebut hadir kembali dengan nilai tambah yang signifikan. Tambahan kandungan Omega 3 dan 6 sangat penting untuk mendukung perkembangan otak, fungsi kognitif, kesehatan saraf, serta daya tahan tubuh anak sejak usia dini.

"Relaunching ini bukan sekadar memperkenalkan kembali produk lama, tetapi inovasi berkelanjutan yang menjawab kebutuhan orang tua yang semakin selektif. Dengan formula baru ini, kami yakin Bumbu Khusus MPASI Nayz memberikan nilai tambah bagi tumbuh kembang anak," ujar Bambang dalam keterangan pers, Senin (25/8/2025).

Menurut Bambang, relaunching ini sejalan dengan misi besar HBS Food untuk menjadi penyedia makanan sehat terdepan di Indonesia. Ia melihat adanya peluang emas di pasar MPASI sehat, didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan gizi anak, tren gaya hidup sehat, dan tingginya angka kelahiran.

Dengan jaringan distribusi yang sudah kuat, baik secara offline maupun online, NAYZ optimis produknya bisa menjangkau lebih banyak keluarga di berbagai daerah. Inovasi produk ini tidak hanya diharapkan mampu memperkuat pangsa pasar, tetapi juga memberikan dampak positif pada kinerja keuangan perusahaan.

"Dengan keunggulan formula terbaru, HBS Food yakin Bumbu Khusus MPASI Nayz dapat diterima dengan baik oleh pasar dan memperkuat posisinya di segmen makanan sehat anak," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suku Bunga BI Berpotensi Turun Lagi, BI Ungkap Syarat untuk Dorong Ekonomi

Suku Bunga BI Berpotensi Turun Lagi, BI Ungkap Syarat untuk Dorong Ekonomi

Bisnis | Minggu, 24 Agustus 2025 | 12:03 WIB

OJK Tegaskan Likuiditas Perbankan Solid, Tahan Guncangan Global, Ini Buktinya

OJK Tegaskan Likuiditas Perbankan Solid, Tahan Guncangan Global, Ini Buktinya

Bisnis | Minggu, 24 Agustus 2025 | 11:08 WIB

Emiten Kesehatan PRDA Mulai Rambah Bisnis Tes Fungsi Otak

Emiten Kesehatan PRDA Mulai Rambah Bisnis Tes Fungsi Otak

Bisnis | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 22:25 WIB

Terkini

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:25 WIB

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:20 WIB

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:15 WIB

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB

×