Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Kunci Kemajuan RI Menurut Arsjad Rasjid: Bukan Sekadar Investasi, Tapi...

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:47 WIB
Kunci Kemajuan RI Menurut Arsjad Rasjid: Bukan Sekadar Investasi, Tapi...
Ketua Dewan Pengawas Indonesian Business Council (IBC), Arsjad Rasjid, kembali menyoroti hal fundamental bagi kemajuan bangsa. Menurutnya, daya saing atau competitiveness adalah penentu utama kemajuan sebuah negara.Foto Fadil-Suara.com

Suara.com - Pengusaha kawakan sekaligus Ketua Dewan Pengawas Indonesian Business Council (IBC), Arsjad Rasjid, kembali menyoroti hal fundamental bagi kemajuan bangsa.

Menurutnya, daya saing atau competitiveness adalah penentu utama kemajuan sebuah negara. Hal ini diungkapkan Arsjad dalam perkenalan forum ekonomi akbar bertajuk Indonesia Economic Summit, yang akan digelar IBC pada 3-4 Februari 2026.

Menurut Arsjad, ada empat pilar penting yang menentukan daya saing suatu negara. Pilar-pilar ini menjadi fondasi yang harus diperkuat Indonesia untuk menarik investasi dan berkembang.

"Pertama soal regulasi yang jelas dan stabil menjadi jembatan bagi investasi, baik lokal maupun asing (Foreign Direct Investment/FDI). Tanpa kepastian ini, investor akan ragu-ragu menanamkan modalnya," kata dia dalam acara konferensi pers Indonesia Economic Summit di Jakarta pada Selasa (26/8/2025).

Kedua, biaya berusaha (Cost of Doing Business) dimana kata dirinya menekankan biaya operasional dan membangun usaha yang kompetitif menjadi daya tarik utama bagi investor. Negara-negara dengan biaya terbaik akan menjadi pilihan utama. Ini adalah kunci investasi yang tidak bisa diabaikan.

Ketiga, kemudahan berusaha (Ease of Doing Business) yakni pilar ini berkaitan dengan birokrasi yang efisien dan sederhana. Kemudahan berwirausaha tidak hanya menarik investasi, tetapi juga membantu perusahaan menerapkan tata kelola yang baik.

Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) dimana dirinya menegaskan pentingnya SDM yang unggul. SDM berkualitas diharapkan menjadi penopang kebutuhan industri, namun mereka harus terus beradaptasi dan siap menghadapi perubahan. "Pilar ini harus didukung dengan perkembangan teknologi dan infrastruktur yang mumpuni," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terus Anjlok, Tom Lembong Sindir Pertumbuhan Ekonomi: Tak Ciptakan Lapangan Kerja

Rupiah Terus Anjlok, Tom Lembong Sindir Pertumbuhan Ekonomi: Tak Ciptakan Lapangan Kerja

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:38 WIB

IBC Gelar Indonesia Economic Summit 2026, Siap 'Kawinkan' Pemerintah & Pebisnis

IBC Gelar Indonesia Economic Summit 2026, Siap 'Kawinkan' Pemerintah & Pebisnis

Bisnis | Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:29 WIB

Ekonom Soroti Jeritan Rakyat Kecil: Subsidi Dicabut, PBB Mencekik, Insentif Mengalir ke Orang Kaya

Ekonom Soroti Jeritan Rakyat Kecil: Subsidi Dicabut, PBB Mencekik, Insentif Mengalir ke Orang Kaya

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:02 WIB

Terkini

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:41 WIB

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:27 WIB

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:22 WIB

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:20 WIB

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:14 WIB

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:02 WIB

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:38 WIB

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:28 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:19 WIB

×