Riset LPEM FEB UI Ungkap Dampak Kontribusi Pindar ke PDB Indonesia

Dicky Prastya

Kamis, 26 Februari 2026 | 16:55 WIB
Riset LPEM FEB UI Ungkap Dampak Kontribusi Pindar ke PDB Indonesia
Ilustrasi pendanaa. (unsplash)
baca 10 detik
  • Riset LPEM FEB UI menunjukkan platform P2P lending AdaKami berkontribusi Rp 6,95 T hingga Rp 10,96 T terhadap PDB.
  • Kontribusi PDB dihasilkan melalui efek berganda dari penyaluran pinjaman yang meningkatkan konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi.
  • Penyaluran pinjaman juga membuka 47-78 ribu kesempatan kerja baru dan menjadi penyangga bagi konsumsi rumah tangga.

Suara.com - Riset dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkapkan kalau platform peer-to-peer (P2P) lending bisa berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia.

Studi yang membahas soal AdaKami itu menemukan kalau platform tersebut turut berkontribusi terhadap PDB Indonesia dengan kisaran Rp 6,95 triliun hingga Rp 10,96 triliun pada tahun 2024.

Wakil Kepala LPEM FEB UI, Mohamad Dian Revindo menyatakan, kontribusi tersebut dihasilkan melalui efek berganda (ripple effect) dari penyaluran pinjaman, yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh peminjam, melainkan juga tercermin pada aktivitas ekonomi lokal melalui peningkatan perputaran ekonomi di berbagai sektor.

“Penyaluran pembiayaan mendorong ripple effect melalui peningkatan konsumsi rumah tangga, baik rutin maupun non-rutin, yang kemudian menggerakkan sektor ritel, grosir, transportasi, manufaktur, hingga sektor primer," katanya, dikutip dari siaran pers, Kamis (26/2/2026).

"Dengan demikian, dukungan terhadap sektor ekonomi riil terjadi melalui penguatan permintaan barang dan jasa produktif yang memicu aktivitas ekonomi dan produksi, setidaknya dalam jangka pendek," lanjutnya lagi.

Dalam periode analisis, LPEM FEB UI mencatat setidaknya 185 sektor ekonomi nasional memperoleh nilai tambah dari aktivitas ekonomi yang dipicu oleh pendanaan AdaKami.

Riset LPEM FEB UI - AdaKami. [AdaKami]
Riset LPEM FEB UI - AdaKami. [AdaKami]

Tiga sektor dengan porsi dampak terbesar adalah jasa lembaga keuangan lainnya (21,34%), jasa pendidikan pemerintah (10,03%), serta perdagangan selain mobil dan sepeda motor (9,30%), yang kemudian menyebar ke sektor-sektor lain baik secara langsung maupun tidak langsung.

Besaran kontribusi tersebut setara dengan PDB negara kepulauan seperti Tonga, yang pada 2024 tercatat sebesar USD 558 juta atau sekitar Rp 9,38 triliun dengan kurs saat ini.

Selain memberikan kontribusi pada PDB, penyaluran pinjaman AdaKami juga berkontribusi membuka kesempatan kerja bagi 47-78 ribu orang yang tersebar di 17 sektor industri, antara lain perdagangan besar dan eceran (19,84%), jasa pendidikan (18,63%), serta pertanian, kehutanan, dan perikanan (15,11%).

baca juga

Konsumsi rumah tangga

Hasil riset LPEM FEB UI menunjukkan bahwa penyaluran pinjaman AdaKami berperan sebagai bantalan keuangan (financial buffer) yang membantu rumah tangga memenuhi kebutuhan, terutama dalam situasi mendesak, sehingga mampu menjaga tingkat konsumsi (consumption smoothing).

Survei mencatat bahwa pinjaman AdaKami juga dimanfaatkan oleh pengguna untuk menghadapi tekanan ekonomi atau guncangan (shock), seperti pemutusan hubungan kerja, sakit keras, dan peristiwa meninggal dunia dalam keluarga.

Selain itu, 24,51 persen pengguna AdaKami menyatakan bahwa tanpa adanya pinjaman daring, mereka harus menggunakan tabungan atau menjual aset untuk memenuhi kebutuhan.

Peran penyangga tersebut tercermin pada stabilitas pola konsumsi dan pengelolaan rumah tangga pengguna. Kelompok peminjam AdaKami memiliki rata-rata pengeluaran total sebesar Rp4,8 juta per bulan, yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya.

Di saat yang sama, pengguna AdaKami juga menunjukkan perilaku menabung yang relatif lebih baik, dengan rata-rata tabungan hampir Rp700 ribu, lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya.

Usaha mikro dan perorangan

Selain untuk mendukung kebutuhan rumah tangga, pendanaan AdaKami juga dimanfaatkan sebagai modal pengembangan usaha mikro dan perorangan. Hasil survei menunjukkan bahwa 53,1% pengguna yang memanfaatkan pinjaman untuk keperluan usaha menggunakan pembiayaan untuk menambah stok barang, sementara 28,1% responden menyebutkan terjadi peningkatan omzet usaha.

Temuan dari wawancara mendalam (in-depth interview) juga menunjukkan bahwa pembiayaan AdaKami membantu pelaku usaha meningkatkan skala usaha secara bertahap, seiring dengan bertambahnya kapasitas produksi dan aktivitas penjualan.

Adapun sektor usaha utama yang memanfaatkan pendanaan meliputi perdagangan (53,1%), penyediaan akomodasi dan makan minum (18,8%), serta pertanian (18,8%), yang merupakan sektor-sektor di sekitar aktivitas ekonomi masyarakat dan berperan penting dalam perputaran ekonomi lokal.

Sementara itu Chief of Public Affairs AdaKami, Karissa Sjawaldy mengatakan bahwa AdaKami sebagai platform pinjaman daring terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

“Kami percaya bahwa akses pembiayaan yang inklusif dan dikelola secara prudent serta bertanggung jawab dapat membawa manfaat yang luas bagi masyarakat," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kontribusi Rp 710 Triliun ke PDB, Industri Hasil Tembakau Minta Kebijakan Lebih Adil

Kontribusi Rp 710 Triliun ke PDB, Industri Hasil Tembakau Minta Kebijakan Lebih Adil

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 09:03 WIB

Samsung Rilis Bixby Terbaru di One UI 8.5: Lebih Natural, Cari Info Real-Time Tanpa Buka Browser

Samsung Rilis Bixby Terbaru di One UI 8.5: Lebih Natural, Cari Info Real-Time Tanpa Buka Browser

Tekno | Senin, 23 Februari 2026 | 10:13 WIB

Bocoran Samsung One UI 9, Hadirkan Fitur Ask AI Berbasis Android 17

Bocoran Samsung One UI 9, Hadirkan Fitur Ask AI Berbasis Android 17

Tekno | Minggu, 22 Februari 2026 | 12:08 WIB

Akademisi UI: Keterlibatan Indonesia di BOP Mengkhianati Prinsip Bebas Aktif dan Bung Karno!

Akademisi UI: Keterlibatan Indonesia di BOP Mengkhianati Prinsip Bebas Aktif dan Bung Karno!

News | Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:00 WIB

Kemenkeu Dukung Proyek Kapal Riset BRIN lewat Skema KPBU

Kemenkeu Dukung Proyek Kapal Riset BRIN lewat Skema KPBU

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:11 WIB

Sektor Eksternal RI Tangguh! Defisit Transaksi Berjalan 2025 Cuma 0,1 Persen PDB

Sektor Eksternal RI Tangguh! Defisit Transaksi Berjalan 2025 Cuma 0,1 Persen PDB

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:04 WIB

Terkini

Survei Arawicaksa Institute: Abdul Muti dan Amran Sulaiman Menteri dengan Penilaian Tertinggi

Survei Arawicaksa Institute: Abdul Muti dan Amran Sulaiman Menteri dengan Penilaian Tertinggi

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Essence Dipakai Sebelum atau Sesudah Serum? Ini Urutan Skincare yang Benar

Essence Dipakai Sebelum atau Sesudah Serum? Ini Urutan Skincare yang Benar

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Joey Pelupessy Ungkap Momen Manis FIFA ASEAN Cup 2026: Jabat Tangan Prabowo dan Air Mata Suporter

Joey Pelupessy Ungkap Momen Manis FIFA ASEAN Cup 2026: Jabat Tangan Prabowo dan Air Mata Suporter

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Cashback 20 Persen Tagihan PDAM Hingga Desember 2026, Bayar di BRImo

Cashback 20 Persen Tagihan PDAM Hingga Desember 2026, Bayar di BRImo

Bri | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Kisah Remaja di Kampung Ambon Pakai Narkoba Dua Kali Seminggu, Polisi Tempuh Jalur Rehabilitasi

Kisah Remaja di Kampung Ambon Pakai Narkoba Dua Kali Seminggu, Polisi Tempuh Jalur Rehabilitasi

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Kolektor Kisah Unik Para Pelanggan Toko Buku Bekas: Ketika Buku Menyimpan Luka dan Kenangan

Kolektor Kisah Unik Para Pelanggan Toko Buku Bekas: Ketika Buku Menyimpan Luka dan Kenangan

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Momentum Bulan Inklusi Keuangan, BRILink Agen Hadirkan Akses Keuangan hingga Pelosok

Momentum Bulan Inklusi Keuangan, BRILink Agen Hadirkan Akses Keuangan hingga Pelosok

Surakarta | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:57 WIB

Komnas HAM Selidiki Dugaan Pembatasan Internet saat Demo 27 Agustus

Komnas HAM Selidiki Dugaan Pembatasan Internet saat Demo 27 Agustus

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Hadapi Musim Hujan, Semarang Siagakan 119 Pompa, Pengerukan 5 Lokasi Dikebut

Hadapi Musim Hujan, Semarang Siagakan 119 Pompa, Pengerukan 5 Lokasi Dikebut

Jawa Tengah | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Musik Kencang dan Rusuh! Lapak Narkoba di Kampung Ambon Sudah Lama Resahkan Warga

Musik Kencang dan Rusuh! Lapak Narkoba di Kampung Ambon Sudah Lama Resahkan Warga

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:55 WIB

×