IHSG Terkoreksi Tajam Awal Pekan, Ini Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Chandra Iswinarno | Suara.com

Senin, 01 September 2025 | 15:59 WIB
IHSG Terkoreksi Tajam Awal Pekan, Ini Analisis dan Rekomendasi Sahamnya
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta awal September 2025. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG anjlok 2,66% akibat gejolak politik dan keamanan dalam negeri.
  • Investor asing melakukan aksi jual, kapitalisasi pasar menguap Rp195 triliun.
  • Analis melihat potensi buy on dip jika situasi kembali kondusif.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (1/9/2025).

Tekanan jual masif akibat sentimen domestik membuat indeks terkoreksi tajam 2,66% atau 208,57 poin ke level 7.621,92 pada pukul 09:00 WIB.

Pelemahan drastis ini membuat nilai kapitalisasi pasar bursa menguap hingga Rp195 triliun hanya dalam beberapa jam perdagangan, dari posisi penutupan akhir pekan lalu di level 7.830,49.

Faktor utama yang menekan pergerakan IHSG hari ini berasal dari gejolak politik dan keamanan dalam negeri, yang dipicu oleh aksi demonstrasi di sejumlah daerah.

Ketidakpastian ini memicu aksi jual signifikan, terutama dari investor asing yang terus mencatatkan penjualan bersih (net sell).

Tekanan jual ini tercermin dari data perdagangan pagi ini:

  • Volume Transaksi: 1,01 miliar lembar saham
  • Nilai Transaksi: Rp1,03 triliun
  • Dominasi Pelemahan: 571 saham terkoreksi, berbanding hanya 14 saham yang menguat.

Pelemahan bursa global seperti Wall Street turut memberikan sentimen negatif tambahan bagi pasar saham Indonesia.

Meskipun ada sedikit penopang dari kenaikan harga beberapa komoditas mineral logam di pasar dunia.

Analisis Teknikal

Di tengah tekanan pasar, para analis melihat adanya potensi teknikal yang perlu dicermati. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memberikan pandangan teknikalnya.

"Secara teknikal, IHSG berpotensi breakdown dari batas ascending broadening wedge pattern mengingat Stochastics K_D dan RSI telah menunjukkan sinyal negatif."

Meski demikian, Nafan melihat peluang bagi investor jika situasi kembali stabil.

Menurutnya, investor saat ini masih bersikap prudent (bijaksana), namun peluang beli bisa muncul.

"Bila kondisi politik dan keamanan mulai kondusif, maka potensi buy on dip terjadi," ungkap Nafan dalam analisisnya.

Strategi buy on dip merujuk pada aksi membeli saham ketika harganya sedang turun dengan ekspektasi akan kembali naik saat pasar pulih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Anjlok, OJK Minta Investor Jangan Percaya Rumor

IHSG Anjlok, OJK Minta Investor Jangan Percaya Rumor

Bisnis | Senin, 01 September 2025 | 11:23 WIB

Investor Asing Pelototi Rentetan Demo Hingga Ojol Tewas, Aksi Jual Marak

Investor Asing Pelototi Rentetan Demo Hingga Ojol Tewas, Aksi Jual Marak

Bisnis | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 13:16 WIB

IHSG Ikut Berduka, Anjlok 2,27 Persen Siang Ini

IHSG Ikut Berduka, Anjlok 2,27 Persen Siang Ini

Bisnis | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 12:55 WIB

Terkini

Jumlah Motor Sebrangi Bakauheni Meroket, Naik 85 Persen di H+2 Lebaran

Jumlah Motor Sebrangi Bakauheni Meroket, Naik 85 Persen di H+2 Lebaran

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:49 WIB

Arus Balik Membludak, 128 Ribu Orang Menyeberang dari Sumatera ke Jawa di H+2 Lebaran 2026

Arus Balik Membludak, 128 Ribu Orang Menyeberang dari Sumatera ke Jawa di H+2 Lebaran 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:28 WIB

Legislator: Negara Rogoh Kocek Rp 6,7 T Setiap Kenaikan Harga Minyak 1 Dolar AS

Legislator: Negara Rogoh Kocek Rp 6,7 T Setiap Kenaikan Harga Minyak 1 Dolar AS

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:59 WIB

Dapat Rating Negatif dari Moodys dan Fitch Ratings,OJK Pastikan Industri Perbankan Tetap Solid

Dapat Rating Negatif dari Moodys dan Fitch Ratings,OJK Pastikan Industri Perbankan Tetap Solid

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:30 WIB

Aktivasi Coretax Meningkat, DJP Ingatkan Wajib Pajak Segera Laporkan SPT Tahunan

Aktivasi Coretax Meningkat, DJP Ingatkan Wajib Pajak Segera Laporkan SPT Tahunan

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:07 WIB

Harga Pangan Nasional 25 Maret 2026: Cabai hingga Daging Sapi Masih Mahal

Harga Pangan Nasional 25 Maret 2026: Cabai hingga Daging Sapi Masih Mahal

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:01 WIB

Rupiah Konsisten Melemah usai Liburan Panjang ke Level Rp16.919 per Dolar AS

Rupiah Konsisten Melemah usai Liburan Panjang ke Level Rp16.919 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:51 WIB

Setelah Libur Lebaran, Harga Emas Antam Mulai Naik Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Setelah Libur Lebaran, Harga Emas Antam Mulai Naik Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:32 WIB

Setelah Libur Panjang, IHSG Bergerak Dua Arah Rabu Pagi ke Level 7.100

Setelah Libur Panjang, IHSG Bergerak Dua Arah Rabu Pagi ke Level 7.100

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:16 WIB

Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini

Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:52 WIB