Asosiasi Logistik Mengeluhkan Tarif Tol JTCC Terlalu Mahal

Liberty Jemadu

Jum'at, 05 September 2025 | 19:24 WIB
Asosiasi Logistik Mengeluhkan Tarif Tol JTCC Terlalu Mahal
Kendaraan truk melintasi Jalan Tol Cibitung-Cilincing seksi 1 interchange Telaga Asih di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (31/7/2021). [ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah]
Baca 10 detik
  • Asosiasi Logistisk Indonesia mengeluhkan tarif JTCC yang terlalu mahal.
  • Masih banyak kendaraan logistisk memilih jalur gratis atau tol yang lebih murah, meski biaya bensin lebih mahal dan makan waktu lebih lama.
  • Tol mahal dituding sebagai penyebab kemacetan.

Suara.com - Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menilai keberadaan Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC) belum efektif dalam mendukung efisiensi industri logistik karena tarifnya yang terlalu mahal.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Mahendra Rianto menyatakan JTCC sebagai bagian dari JORR 2 sebagai jalur strategis yang menghubungkan secara langsung kawasan industri di timur Jakarta dengan Pelabuhan Tanjung Priok diharapkan dapat memperlancar arus distribusi logistik.

"Tol ini berpotensi mengurangi kemacetan dan mempercepat waktu tempuh menuju Pelabuhan Tanjung Priok," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/9/2025).

Namun demikian, menurut dia, tarif Tol Cibitung - Cilincing yang tinggi membuat perusahaan jasa logistik enggan menggunakannya dan lebih memilih jalur macet tapi gratis atau tol yang lebih murah, meski jarak tempuh lebih jauh.

Hal itu, lanjutnya, menjadi salah satu penyebab utama masih terpusatnya akses menuju Pelabuhan Tanjung Priok melalui Tol Jakarta - Cikampek (Japek) dan jalur arteri lainnya, alih-alih menggunakan Tol Cibitung - Cilincing.

Tapi Mahendra juga mengakui kemacetan di jalur logistik menyebabkan pemborosan bahan bakar dan kenaikan biaya logistik yang dibebankan pada masyarakat.

Jika lalu lintas lancar, lanjut dia, secara langsung menyumbang pada penurunan kepadatan lalu lintas dan efisiensi logistik nasional yang pada akhirnya, pemerintah dan masyarakat juga akan memperoleh manfaat dari efisiensi tersebut.

Dikatakannya, pemerintah harus memahami kondisi riil di lapangan, jika volume kendaraan di sebuah ruas tol sedikit dan jalan arteri tetap padat maka penyebab utamanya kemungkinan besar adalah tarif tol yang terlalu mahal.

Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa infrastruktur baru belum optimal mendukung peralihan arus logistik.

"Optimalisasi JTCC bisa berkontribusi terhadap efisiensi operasional logistik nasional. Oleh karena itu, diperlukan intervensi pemerintah untuk mendorong efisiensi distribusi barang, baik dari sisi waktu tempuh maupun biaya operasional agar jalur logistik dapat berjalan lebih efektif," katanya.

Menurut dia, diperlukan integrasi koridor wilayah logistik sebagai upaya menciptakan sistem jalur logistik yang terhubung secara strategis antar kawasan industri, pusat distribusi dan pelabuhan.

Selain meningkatkan kelancaran pengiriman barang, tambahnya, integrasi ini juga memungkinkan adanya penyesuaian dan penyelarasan tarif tol agar lebih terjangkau dan kompetitif.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan pertumbuhan kendaraan bermotor menjadi salah satu faktor utama penyebab peningkatan volume traffic Jakarta.

Berdasarkan data jumlah kendaraan di Jakarta tahun 2024, tambahnya, setiap hari terdapat penambahan sekitar 2.500 sampai dengan 3.000 unit kendaraan.

Disparitas tarif yang cukup besar antara JORR 1 dan JORR 2 juga turut mempengaruhi kemacetan di Jakarta. Banyak pengendara memilih untuk tidak menggunakan JORR 2 yang lebih mahal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KAI Logistik Angkut 89.000 Hewan Peliharaan, Kucing Mendominasi

KAI Logistik Angkut 89.000 Hewan Peliharaan, Kucing Mendominasi

Bisnis | Selasa, 26 Agustus 2025 | 19:06 WIB

Jalan Tol Cibitung - Cilincing Jadi Proyek Strategis untuk Perlancar Transportasi Logistik di Kawasan Tanjung Priok

Jalan Tol Cibitung - Cilincing Jadi Proyek Strategis untuk Perlancar Transportasi Logistik di Kawasan Tanjung Priok

Press Release | Rabu, 30 Agustus 2023 | 15:10 WIB

Jalan Tol Cibitung - Cilincing Terapkan Sistem Refund di Gerbang Tol Semper

Jalan Tol Cibitung - Cilincing Terapkan Sistem Refund di Gerbang Tol Semper

Press Release | Selasa, 15 Agustus 2023 | 15:05 WIB

Rumah Digusur saat Pembebasan Lahan Jalan Tol Cibitung-Cilincing

Rumah Digusur saat Pembebasan Lahan Jalan Tol Cibitung-Cilincing

Foto | Selasa, 08 November 2022 | 16:01 WIB

Resmikan Tol Cibitung-Cilincing, Jokowi Ungkap Infrastruktur Indonesia Bersaing dengan Negara Lain

Resmikan Tol Cibitung-Cilincing, Jokowi Ungkap Infrastruktur Indonesia Bersaing dengan Negara Lain

Bisnis | Selasa, 20 September 2022 | 10:46 WIB

Terkini

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 21:17 WIB

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:16 WIB

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

×