Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.835.000
Beli Rp2.707.000
IHSG 7.106,520
LQ45 686,739
Srikehati 332,564
JII 477,320
USD/IDR 17.222

Permintaan Tinggi, Pasokan Terbatas: Saatnya ART Diakui Sebagai Pekerja Profesional

Dinda Rachmawati | Suara.com

Jum'at, 12 September 2025 | 06:05 WIB
Permintaan Tinggi, Pasokan Terbatas: Saatnya ART Diakui Sebagai Pekerja Profesional
Ilustrasi ART atau Asisten Rumah Tangga (Dok. Istimewa)

Suara.com - Dalam keseharian masyarakat urban, keberadaan asisten rumah tangga (ART) kerap dianggap biasa saja. Namun di balik kesederhanaan peran mereka, tersimpan kontribusi besar bagi produktivitas bangsa.

Bayangkan betapa sulitnya banyak keluarga, terutama ibu bekerja dan profesional muda, menjalani aktivitas tanpa kehadiran ART di rumah.

Sayangnya, peran penting ini justru berada dalam bayang-bayang informalitas. Menurut data BPS 2024, lebih dari 12 juta rumah tangga di Indonesia bergantung pada ART, namun jumlah tenaga kerja aktif terus menyusut—turun 18% dalam lima tahun terakhir. 

Survei SMERU Research Institute bahkan mencatat 85% ART bekerja tanpa pelatihan formal dan perlindungan hukum.

Situasi ini, menurut Val The Consultant (VTC), adalah “krisis diam-diam” yang jika dibiarkan dapat menjadi masalah sosial besar.

Mengubah Paradigma: Dari Pembantu ke Profesional

Supreme Halim, Vice President VTC, menegaskan bahwa ART bukan sekadar pembantu, melainkan penyangga produktivitas bangsa.

“Bayangkan berapa banyak ibu bekerja, profesional, atau pebisnis yang tidak bisa optimal tanpa kehadiran ART. Ini bukan soal kemewahan, ini soal kebutuhan,” ujarnya.

Untuk itu, VTC merancang pendekatan sistematis guna mendorong profesionalisasi ART, mulai dari penyusunan modul pelatihan berbasis kompetensi—meliputi kebersihan, pengasuhan anak, hingga manajemen rumah tangga—hingga membangun klinik pekerja cerdas yang menilai performa keterampilan ART secara terukur.

Sistem ini dilengkapi layanan konselor serta program coaching dan reward system yang terbukti meningkatkan retensi kerja hingga 40%.

Permintaan Tinggi, Pasokan Terbatas

Fenomena menarik juga muncul dari sisi pasar. Sejak awal 2025, permintaan ART melalui Val The Consultant meningkat hingga tiga kali lipat. Namun pertumbuhan tenaga yang tersedia hanya sekitar 20%.

“Ini bukti bahwa demand tinggi, tapi sistem rekrutmennya lemah dan tidak terstandar. Kalau tidak ada intervensi, kita akan menghadapi krisis sosial, terutama di kota-kota besar,” ungkap Valeriana Rosmaya, Presiden Direktur VTC Group.

Senada, Listya Pranata—kepala sekolah Nexus The Institute yang bermitra dalam mendidik ART—menekankan pentingnya kurikulum profesional untuk mencetak tenaga kerja rumah tangga yang andal dan terhormat.

Dorongan kepada Pemerintah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Art Jakarta 2025: Lebih dari Sekadar Pameran, Ini Cara Mendukung Ekosistem Seni Indonesia

Art Jakarta 2025: Lebih dari Sekadar Pameran, Ini Cara Mendukung Ekosistem Seni Indonesia

Your Say | Kamis, 11 September 2025 | 13:57 WIB

Art Jakarta 2025 Siap Berpameran di JIExpo Awal Oktober 2025

Art Jakarta 2025 Siap Berpameran di JIExpo Awal Oktober 2025

Lifestyle | Rabu, 10 September 2025 | 19:37 WIB

7 Rekomendasi Aplikasi Edit Foto untuk Bikin Kontenmu Lebih Menarik

7 Rekomendasi Aplikasi Edit Foto untuk Bikin Kontenmu Lebih Menarik

Tekno | Senin, 08 September 2025 | 14:08 WIB

Terkini

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 23:13 WIB

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:55 WIB

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:05 WIB

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:34 WIB

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:16 WIB