Menkeu Purbaya Bisa Andalkan Sektor Migas untuk Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Achmad Fauzi

Senin, 22 September 2025 | 17:13 WIB
Menkeu Purbaya Bisa Andalkan Sektor Migas untuk Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen
Ilustrasi industri migas. (Shutterstock)
baca 10 detik
  •   Hulu migas jadi motor penggerak ekonomi dan ketahanan energi nasional

  •   Realisasi TKDN hulu migas melampaui target, dorong industri lokal

  •   Sektor migas berkontribusi besar pada APBD Riau melalui dana bagi hasil

Suara.com - Pemerintah menaruh harapan besar pada sektor hulu minyak dan gas (migas) sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam sejumlah kesempatan menegaskan bahwa ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 6 persen dalam dua tahun ke depan, seiring diluncurkannya Program Paket Ekonomi 2025.

Ketahanan energi kini juga menjadi program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto. "Selain menopang ketahanan energi, sektor hulu migas juga berkontribusi langsung terhadap pemberdayaan industri hulu migas melalui penerapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN)," ujar Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro seperti dikutip, Senin (22/9/2025).

Data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menunjukkan, hingga Juni 2025, realisasi TKDN pada proyek hulu migas telah melampaui target pemerintah.

Pemerintah diminta mempercepat perluasan dan pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (Jargas) perlu segera diwujudkan. (Foto Ist).
Pemerintah diminta mempercepat perluasan dan pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (Jargas) perlu segera diwujudkan. (Foto Ist).

Untuk proyek strategis nasional (PSN), TKDN mencapai 58 persen, jauh di atas target 18 persen. Sementara itu, untuk proyek non-PSN, TKDN sudah menyentuh 59 persen, melampaui target 57 persen.

Sepanjang semester I-2025, nilai kontrak barang dan jasa di sektor hulu migas menembus USD 3,57 miliar atau sekitar Rp 58,7 triliun. Dari angka tersebut, belanja dalam negeri tercatat sebesar US$1,83 miliar atau sekitar Rp30,1 triliun.

Peranan industri hulu migas juga dirasakan oleh daerah penghasil, salah satunya Riau. Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi menegaskan keberadaan industri hulu migas memberikan dampak langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat.

Di antaranya lewat dana bagi hasil (DBH) migas yang menjadi penopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Tahun 2023, DBH migas untuk Riau tercatat Rp 3,2 triliun, turun menjadi Rp 2,3 triliun pada 2024, dan diperkirakan naik ke Rp 2,6 triliun pada 2025, dengan asumsi harga minyak USD 82 per barel.

Badan Pusat Statistik mencatat, ekonomi Riau pada semester II-2025 tumbuh 4,59 persen, menempatkannya sebagai wilayah dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar kedua di Sumatera setelah Sumatera Utara.

"Ini mungkin bisa langsung mendorong pembangunan daerah secara tidak langsung untuk pertumbuhan ekonomi di masyarakat. Artinya ada uang yang berputar juga di masyarakat," kata Syahrial.

baca juga

Ia juga menekankan pentingnya menjaga produktivitas sektor hulu migas agar tetap menjadi penopang pencapaian target nasional menuju Visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, SKK Migas, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) perlu diperkuat agar produksi migas berjalan stabil.

"Skema unconventional drilling mungkin perlu dipersiapkan dengan baik agar benar mendapatkan tambahan manfaat dari penemuan baru tersebut," tambah Syahrial.

Sementara itu, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Eka Bhayu Setta, menegaskan penerapan TKDN tidak hanya mendorong efisiensi biaya, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru bagi pelaku industri lokal.

"Pencapaian TKDN hulu migas menunjukkan multiplier effect yang nyata terhadap perekonomian nasional. Industri dalam negeri tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut aktif berkontribusi dalam rantai pasok migas. Ke depan, TKDN harus terus ditingkatkan, agar setiap dolar investasi migas yang masuk ke Indonesia memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa," imbuh Eka.

Ia menambahkan, SKK Migas juga telah merevisi kebijakan pengadaan agar perusahaan lokal bisa mengakses kontrak hingga Rp 50 miliar.

"Sebagai wujud pemberdayaan, SKK Migas merevisi kebijakan pengadaan sehingga perusahaan lokal kini bisa mengakses kontrak hingga Rp 50 miliar," pungkas Eka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Airlangga Ungkap 8 Paket Ekonomi, Diskon Pajak hingga Bantuan Pangan Diperluas

Airlangga Ungkap 8 Paket Ekonomi, Diskon Pajak hingga Bantuan Pangan Diperluas

Bisnis | Senin, 22 September 2025 | 13:59 WIB

Melambung Tinggi, Harga Emas Dunia Bakal Dijual Rp2,18 Juta per Gram

Melambung Tinggi, Harga Emas Dunia Bakal Dijual Rp2,18 Juta per Gram

Bisnis | Minggu, 21 September 2025 | 17:25 WIB

DPR Usul Ada Tax Amnesty Lagi, Menkeu Purbaya Tolak Mentah-mentah: Insentif Orang Ngibul!

DPR Usul Ada Tax Amnesty Lagi, Menkeu Purbaya Tolak Mentah-mentah: Insentif Orang Ngibul!

Bisnis | Sabtu, 20 September 2025 | 09:29 WIB

Terkini

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Jogja | Kamis, 24 September 2026 | 17:48 WIB

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:47 WIB

Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?

Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:45 WIB

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 17:44 WIB

Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Hari Tani, Kritik Soal UU Reforma Agraria Ditampung

Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Hari Tani, Kritik Soal UU Reforma Agraria Ditampung

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:43 WIB

Banding Ditolak, Nadiem Makarim Tetap Divonis 9 Tahun

Banding Ditolak, Nadiem Makarim Tetap Divonis 9 Tahun

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:40 WIB

Dari Debat hingga Ide Inovasi Energi, Ini Para Pemenang PGTC 2026

Dari Debat hingga Ide Inovasi Energi, Ini Para Pemenang PGTC 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 17:36 WIB

Terkuak di Sidang Korupsi Kuota Haji! Ini Arti 'Jurus Tendangan Tanpa Bayangan' Eks Dirjen Kemenag

Terkuak di Sidang Korupsi Kuota Haji! Ini Arti 'Jurus Tendangan Tanpa Bayangan' Eks Dirjen Kemenag

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:33 WIB

Anime From Old Country Bumpkin to Master Swordsman Resmi Berlanjut ke Season 3

Anime From Old Country Bumpkin to Master Swordsman Resmi Berlanjut ke Season 3

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:30 WIB

Hadapi Kekeringan, PDAM Makassar Usul Pembangunan Bendung Karet di Sungai Tallo

Hadapi Kekeringan, PDAM Makassar Usul Pembangunan Bendung Karet di Sungai Tallo

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 17:28 WIB

×