Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

KADIN Soroti Peran Pindar dalam Menjangkau 132 Juta Penduduk Tanpa Akses Keuangan

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 07 Oktober 2025 | 15:09 WIB
KADIN Soroti Peran Pindar dalam Menjangkau 132 Juta Penduduk Tanpa Akses Keuangan
Ilsutrasi. Di tengah sentimen negatif yang kerap menyertai, industri pinjaman daring (Pindar) atau fintech lending justru diklaim memainkan peran krusial sebagai agen percepatan inklusi keuangan di Indonesia. Foto ist.
baca 10 detik
  • Bernardino Moningka Vega, Wakil Ketua Umum KADIN menegaskan bahwa Pindar adalah solusi nyata bagi jutaan masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari layanan perbankan.
  • Pindar telah menjadi pintu masuk kredit bagi 132 juta penduduk dan 46 juta UMKM yang tidak terlayani oleh bank tradisional.
  • Fenomena ini membuktikan bahwa Pindar efektif menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya tidak memenuhi syarat. 

Suara.com - Di tengah sentimen negatif yang kerap menyertai, industri pinjaman daring (Pindar) atau fintech lending justru diklaim memainkan peran krusial sebagai agen percepatan inklusi keuangan di Indonesia.

Bernardino Moningka Vega, Wakil Ketua Umum KADIN sekaligus Bos AdaKami, menegaskan bahwa Pindar adalah solusi nyata bagi jutaan masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari layanan perbankan formal.

Dalam diskusi panel yang digelar PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK) di Jakarta, Bernardino menyebut bahwa Pindar telah menjadi pintu masuk kredit bagi 132 juta penduduk dan 46 juta UMKM yang tidak terlayani oleh bank tradisional.

“Kemudahan dan kecepatan akses pembiayaan melalui fintech lending menjadi solusi bagi masyarakat maupun UMKM yang membutuhkan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” ujar Bernardino dikutip Selasa (7/10/2025).

Pernyataan Bernardino diperkuat oleh hasil studi terbaru yang menunjukkan bahwa banyak peminjam pertama kali justru mengakses kredit melalui platform fintech. Fenomena ini membuktikan bahwa Pindar efektif menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya tidak memenuhi syarat atau tidak tersentuh sistem perbankan konvensional.

Meskipun demikian, Bernardino mengakui adanya pekerjaan rumah besar. Penetasi Pindar di luar Jawa masih sangat rendah, hanya 32% di pedesaan dibandingkan 49% di wilayah metropolitan.

Untuk mengatasi ketimpangan ini, ia menekankan pentingnya beberapa faktor kunci: integrasi dengan biro kredit, peningkatan penetrasi internet dan telepon seluler, regulasi yang kuat, serta kolaborasi antar pihak.

Lebih dari sekadar volume transaksi, Bernardino menegaskan bahwa pertumbuhan industri harus diukur dari kenyamanan dan keamanan konsumen. Ia menekankan perlunya penyaluran pembiayaan yang mematuhi standar jelas dan praktik etis.

"Pertumbuhan industri tidak hanya diukur dari volume transaksi atau profit, tetapi juga dari kenyamanan dan keamanan konsumen,” jelasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Peras Pabrik Chandra Asri, Ketua Kadin Cilegon Dituntut 5 Tahun Penjara

Viral Peras Pabrik Chandra Asri, Ketua Kadin Cilegon Dituntut 5 Tahun Penjara

Bisnis | Senin, 06 Oktober 2025 | 20:22 WIB

Pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia Masih Stagnan, BSI Genjot Digitalisasi

Pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia Masih Stagnan, BSI Genjot Digitalisasi

Bisnis | Minggu, 05 Oktober 2025 | 16:43 WIB

Transaksi AgenBRILink Tembus Rp1.145 Triliun, BRI Genjot Inklusi Keuangan

Transaksi AgenBRILink Tembus Rp1.145 Triliun, BRI Genjot Inklusi Keuangan

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 10:55 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

×