Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Harga Perak Picu Minat Pasar, Saatnya Logam Mulia Jadi Aset Investasi Terfavorit?

M Nurhadi

Selasa, 07 Oktober 2025 | 15:53 WIB
Harga Perak Picu Minat Pasar, Saatnya Logam Mulia Jadi Aset Investasi Terfavorit?
Ilustrasi logam perak [Unsplash]
baca 10 detik
  • Harga perak stabil di level US$48 per ons (7/10/2025), didukung permintaan tinggi dari sektor energi bersih dan elektronik.
  • Kontras dengan emas yang mencetak rekor, perak masih mengejar rekor harga historisnya.
  • Ketahui kombinasi faktor permintaan industri, keterbatasan pasokan, dan sentimen pemangkasan suku bunga yang mendorong penguatan perak.

Suara.com - Logam mulia perak terus menunjukkan tren penguatan harga, meskipun kenaikannya belum sekuat lonjakan harga emas yang sedang menuju rekor tertinggi sejak tahun 1979.

Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (7/10/2025) pukul 10.27 WIB, harga perak kontrak terakhir terpantau stabil di kisaran US$48 per ons.

Sebagai perbandingan, harga emas spot saat ini sedikit tidak berubah di level US$3.963,95 per ons.

Kenaikan harga perak didorong oleh kombinasi beberapa faktor fundamental yang kuat, mulai dari sisi permintaan industri hingga sentimen investasi global.

Pendorong Utama Kenaikan Harga Perak

Kenaikan harga perak diperkirakan disebabkan oleh tiga faktor utama: permintaan yang melonjak, keterbatasan pasokan, dan faktor investasi:

1. Permintaan Industri dari Teknologi Bersih

Perak bukan hanya aset investasi, aset logam mulia ini juga merupakan logam industri esensial. Sifat fisiknya yang unik menjadikannya komoditas vital dalam produksi teknologi canggih:

  • Energi Bersih: Kebutuhan perak di sektor energi bersih, khususnya untuk pembuatan panel surya, menjadi pendorong utama permintaan jangka panjang.
  • Elektronik & Otomotif: Perak digunakan secara intensif dalam pembuatan kendaraan listrik, antena 5G, dan berbagai produk elektronik lainnya, yang membuat permintaan industrinya terus menguat.
     

2. Keterbatasan Pasokan Global

baca juga

Pasar perak saat ini menghadapi defisit suplai yang berkelanjutan, di mana produksi tambang global belum mampu mengimbangi lonjakan permintaan:

  • Defisit Produksi: Keterbatasan pasokan terjadi karena hasil dari tambang di seluruh dunia belum mencukupi kebutuhan.
  • Gangguan Operasional: Masalah produksi, seperti pemogokan pekerja tambang, pemadaman listrik di lokasi tambang utama, dan gangguan pada pabrik peleburan di beberapa negara produsen, turut memperburuk krisis pasokan.
     

3. Sentimen Investasi dan Kebijakan Moneter

  • Safe Haven & Geopolitik: Sama seperti emas, perak menarik minat investor sebagai aset "tempat berlindung yang aman" (safe haven) saat ketidakpastian ekonomi atau ketegangan geopolitik meningkat.
  • Prospek Suku Bunga: Potensi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral global, terutama Federal Reserve (The Fed), mengurangi biaya peluang untuk memegang aset seperti perak (yang tidak memberikan imbal hasil), sehingga membuatnya lebih menarik di mata investor.
  • Efek Emas: Meskipun perak belum mengikuti kecepatan kenaikan emas, perak sering kali menunjukkan pola yang serupa. Karena pasar perak yang lebih kecil dan likuiditas yang lebih rendah dibanding emas, pergerakan harganya kadang bisa melonjak lebih cepat ketika sentimen positif memasuki pasar.

Meskipun menunjukkan penguatan yang menjanjikan, perak merupakan salah satu dari sedikit komoditas yang rekor harga termahal yang terjadi pada medio tahun 1970-an dan 1980-an.

Rekor harga perak di pasar London, yang menjadi tolok ukur global, melalui mekanisme lelang ditetapkan pada 18 Januari 1980 sebesar US$49,45 per ons. 

Sebagai perbandingan, rekor harga perak tertinggi yang tersedia dalam catatan harga intraday pasar London sejak 1993 adalah US$49,8044 per ons, yang dicapai pada 25 April 2011.

Investor yang memantau perak saat ini sedang mencermati apakah kombinasi permintaan industri yang kuat dan sentimen safe-haven akan mampu mendorong logam ini untuk memecahkan rekor harga yang telah bertahan selama lebih dari empat dekade tersebut.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset, termasuk perak. Keputusan investasi sepenuhnya adalah tanggung jawab pembaca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Bosan Pecah Rekor, Harga Emas Antam Tembus Rp 2.284.000 per Gram Hari Ini

Tak Bosan Pecah Rekor, Harga Emas Antam Tembus Rp 2.284.000 per Gram Hari Ini

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 08:49 WIB

Bank Indonesia Buka Suara Disebut Jual Cadangan Emas 11 Ton

Bank Indonesia Buka Suara Disebut Jual Cadangan Emas 11 Ton

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 07:47 WIB

Harga Emas Hari Ini Naik Semua! Antam Tembus Rp 2.356.000, Emas UBS Meroket!

Harga Emas Hari Ini Naik Semua! Antam Tembus Rp 2.356.000, Emas UBS Meroket!

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 07:21 WIB

Terkini

BEI: Saham BYD hingga Tencent Berpeluang Masuk Pasar Modal Indonesia

BEI: Saham BYD hingga Tencent Berpeluang Masuk Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:21 WIB

TikTok Siapkan Rp65 M demi Perangi Spam dan Lindungi Kreator

TikTok Siapkan Rp65 M demi Perangi Spam dan Lindungi Kreator

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:56 WIB

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Kurangi Paparan Tar, Benarkah?

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Kurangi Paparan Tar, Benarkah?

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:49 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Punya Jaringan Bisnis untuk Pencucian Uang

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Punya Jaringan Bisnis untuk Pencucian Uang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 21:13 WIB

Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar

Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 21:02 WIB

B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?

B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 20:13 WIB

Yudha WK Putra Relawan Gibran Mendadak Viral Usai Diangkat Menjadi Komisaris Jasamarga Tollroad

Yudha WK Putra Relawan Gibran Mendadak Viral Usai Diangkat Menjadi Komisaris Jasamarga Tollroad

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:47 WIB

BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor

BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:39 WIB

BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio

BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:03 WIB

BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:43 WIB

×