Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Update Harga Paket Operator: Telkomsel, XL, Smartfren Naik, Indosat Tetap

M Nurhadi

Rabu, 08 Oktober 2025 | 06:55 WIB
Update Harga Paket Operator: Telkomsel, XL, Smartfren Naik, Indosat Tetap
Ilustrasi Tower Telekomunikasi [Shutterstock]
baca 10 detik
    • Industri telekomunikasi Indonesia menunjukkan disiplin harga yang membaik pada Oktober 2025, ditandai dengan kenaikan harga paket data oleh operator utama
    • Pendapatan industri diproyeksikan tumbuh tipis 1,8% YoY untuk 9M25, dengan Kuartal III 2025 (3Q25)
    • Sektor telekomunikasi dinilai menarik (Overweight) dengan XL Axiata (EXCL) sebagai pilihan utama (top pick) karena valuasi yang diskon dan potensi sinergi besar

Suara.com - Industri telekomunikasi Indonesia memasuki kuartal terakhir tahun 2025 dengan sejumlah penyesuaian harga dan perkembangan signifikan, baik dari sisi persaingan harga paket data seluler maupun infrastruktur fixed broadband.

Sebagian besar operator melakukan perubahan strategi harga, sementara hanya segelintir yang memilih mempertahankan tarif mereka.

Pergerakan Harga Paket Seluler di Bulan Oktober 2025

Pada Oktober 2025, dinamika harga layanan seluler diwarnai oleh aksi kenaikan dan penyesuaian nilai paket oleh pemain utama, menunjukkan adanya disiplin industri yang mulai membaik:

  • Telkomsel memimpin dengan menaikkan harga sebesar 4,0% secara bulanan (month-on-month/mom) setelah melakukan penyesuaian ulang pada skema paketnya, termasuk pembagian kuota 5G.
  • XL Axiata (XL) melakukan penyesuaian signifikan. Meskipun menambah volume data pada beberapa paket, XL memotong masa berlaku (validity) menjadi 28 hari, yang secara efektif menurunkan harga sebesar 1,4% mom.
  • Smartfren kembali menerapkan masa berlaku 30 hari untuk paketnya, yang membuat harga mereka naik sebesar 2,5% mom.
  • Tri (3) melakukan kenaikan harga minor yang mendorong rata-rata harga mereka naik sebesar 0,5% mom.

Sementara itu, hanya Axis dan Indosat yang memilih untuk mempertahankan harga paket mereka tanpa perubahan pada bulan ini.

Di sektor fixed broadband atau internet rumah, persaingan juga ketat. XL Satu dilaporkan memotong harga secara drastis sebesar 12,7% mom.

Sementara itu, Biznet memilih untuk meningkatkan kecepatan layanan mereka, yang secara tidak langsung menurunkan rasio biaya per Gbps sekitar 43% mom.

Ekspektasi Pertumbuhan Pendapatan Industri 9M25

Secara keseluruhan, pendapatan industri telekomunikasi diproyeksikan tumbuh tipis sebesar 1,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) untuk periode sembilan bulan pertama (9M25).

baca juga

Kinerja pada Kuartal III 2025 (3Q25) diperkirakan menjadi pendorong utama dengan estimasi pendapatan tumbuh sebesar 5,4% secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq).

Kenaikan pendapatan pada kuartal ini didorong oleh pertumbuhan kuat dari:

  1. XL Axiata (EXCL): Diproyeksikan tumbuh sebesar 21,3% qoq. Pertumbuhan topline yang kuat ini mencerminkan dampak penuh dari sinergi merger yang telah berjalan satu kuartal penuh. Namun, biaya operasional (opex) perusahaan juga diperkirakan naik tajam sebesar 38% qoq akibat basis biaya yang membesar pasca-merger.
  2. Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT): Pertumbuhan pendapatan diprediksi solid di angka 9,2% qoq, meskipun angka ini masih sedikit di bawah konsensus pasar. Opex ISAT diperkirakan naik 9% qoq.

Di sisi lain, pendapatan Telkomsel (TLKM) diperkirakan relatif datar, turun tipis sebesar -0,5% qoq, meskipun tingkat keluarnya pelanggan (churn) mulai stabil.

Secara industri, strategi penaikan harga paket starter pack dan paket rebuy (seperti paket Bebas Puas XL yang naik 10% pada Juli) diharapkan dapat mendongkrak pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) sebesar 2,6% qoq, meskipun terjadi sedikit penurunan jumlah pelanggan.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengumumkan tiga peserta yang lolos kualifikasi untuk lelang spektrum 1.4 GHz pada 1 Oktober 2025.

Tiga peserta tersebut adalah Telkomsel (TLKM), Wi-Fi (WIFI), dan Eka Mas Republik.

Proses e-auction dijadwalkan pada 13 Oktober 2025 dan hasilnya diperkirakan akan diumumkan pada akhir bulan. Lelang ini menjadi krusial untuk menambah kapasitas jaringan di tengah peningkatan kebutuhan data.

Secara umum, sektor telekomunikasi Indonesia masih dianggap menarik (Overweight) dalam jangka pendek (3 bulan) maupun jangka panjang (12 bulan).

XL Axiata (EXCL) dipertahankan sebagai pilihan utama (top pick) karena didukung oleh disiplin harga industri yang membaik dan potensi sinergi yang besar dari merger.

Dikutip via kajian BNI Sekuritas, sektor ini saat ini diperdagangkan pada valuasi 4,6x EV/EBITDA FY25F, yang menunjukkan diskon valuasi yang cukup besar di bawah rata-rata lima tahun terakhir.

Katalis utama yang dapat mendorong sektor ini ke depan meliputi rencana monetisasi aset infrastruktur oleh TLKM (infraco monetization) dan pemisahan aset serat optik (fiber carve-out) oleh ISAT.

Namun, risiko utama tetap terletak pada potensi melemahnya permintaan pasar massal dan kemungkinan dinamika harga yang tidak menguntungkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indosat Lebarkan Sayap Hadirkan Solusi Berteknologi AI ke Bisnis Ritel : One Stop Solution

Indosat Lebarkan Sayap Hadirkan Solusi Berteknologi AI ke Bisnis Ritel : One Stop Solution

Tekno | Selasa, 07 Oktober 2025 | 22:28 WIB

Telkomsel Siapkan Paket Data Khusus MotoGP Mandalika 2025, 300 BTS Dioperasikan

Telkomsel Siapkan Paket Data Khusus MotoGP Mandalika 2025, 300 BTS Dioperasikan

Tekno | Sabtu, 04 Oktober 2025 | 13:17 WIB

Dukung MotoGP Mandalika 2025, Telkomsel Hadirkan 300 BTS 4G/LTE & Hyper 5G

Dukung MotoGP Mandalika 2025, Telkomsel Hadirkan 300 BTS 4G/LTE & Hyper 5G

Bisnis | Sabtu, 04 Oktober 2025 | 07:03 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

×