Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

ESDM Bantah Ada Pembelaan Soal Saran SPBU Swasta Beli BBM Murni dari Pertamina

Achmad Fauzi

Rabu, 08 Oktober 2025 | 12:24 WIB
ESDM Bantah Ada Pembelaan Soal Saran SPBU Swasta Beli BBM Murni dari Pertamina
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • ESDM bantah bela Pertamina, kebijakan itu karena peralihan konsumsi BBM

  • Pemerintah batasi impor BBM murni untuk menjaga neraca komoditas

  • SPBU swasta disarankan beli dari Pertamina karena kuota impor sudah ditambah

Suara.com - Kementerian Enegi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), membantah bela PT Pertamina (Persero), dalam kebijakan pembelian bahan bakar murni (BBM) atau Base Fuel para Badan Usaha (BU) SPBU Swasta.

Dalam kebijakan ini, SPBU swasta tidak memiliki pilihan untuk melakukan impor BBM murni, dan harus membeli dari Pertamina.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan arahan pemerintah ini karena memang saat ini ada peralihan konsumsi BBM dari subsidi ke non-subsidi.

Menurutnya, kehadiran SPBU swasta juga bukan baru-baru ini saja, tetapi sudah puluhan tahun berbisnis di dalam negeri dan tidak menemui masalah.

Pegawai tengah bertugas di Kilang Pertamina. (Dok: Pertamina)
Pegawai tengah bertugas di Kilang Pertamina. (Dok: Pertamina)

"Bukan, ini kan sudah dijelaskan tadi, situasional lho. Sekian puluh tahun kita, puluhan tahun ada swasta, tidak ada masalah adanya tahun ini. Karena shifting, tiba-tiba shifting itu grafik naik nih," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta yang dikutip Rabu (8/10/2025).

Selain itu, lanjut Laode, pemerintah juga tidak ingin badan usaha ketergantungan impor BBM. Terlebih juga menjaga neraca komoditas agar bilai impor migas tidak terlalu besar.

"Kita sebagai institusi pemerintah juga harus memperhatikan satu, neraca komoditas. Neraca komoditas itu jangan sebentar-bentar impor," ucapnya.

Laode menuturkan, sebenarnya pemerintah telah memberikan banyak relaksasi bagi SPBU swasta. Misalnya, memberikaan tambahan kuota impor BBM 10 persen kepada seluruh badan usaha pada tahun 2025 ini.

Jika memang masih kurang, tambahnya, disarankan untuk mengambil dari Pertamina, karena kuotanya masih melimpah.

baca juga

"Sudah dikasih seratus persen, impor lagi sepuluh persen, seratus puluh persen. Mau nambah lagi, kita bilang ini tetangga masih punya banyak. Bukan, jangan sebentar-bentar impor," tegasnya.

Sebelumya diberitakan, Kementerian Energi ESDM tetap menyarankan Badan Usaha (BU) Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta tetap membeli bahan bakar minyak (BBM) murni atau base fuel dari Pertamina. Penyediaan BBM murni ini hanya berlangsung hingga akhir tahun 2025.

Sebenarnya saran itu sesuai dengan keputusan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI serta arahan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

"Sesuai dengan arahan Menteri ESDM dan RDP DPR, kita untuk tahun 2025 tetap melanjutkan kolaborasi antara swasta dan Pertamina," katanya.

Laode melanjutkan, setidaknya ada tiga SPBU swasta yang tidak memiliki pilihan dan tetap membeli BBM murni ke Pertamina yaitu, Shell, BP-AKR, dan Vivo.

Namun, proses penyediaan BBM murni itu berdasarkan skema bisnis antar masing-masing badan usaha.

"Kan Pertamina juga sudah ada tiga tuh badan usahanya, Shell, BP-AKR sama VIVO sedang melakukan kelanjutan dari itu," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Negara-negara yang BBM-nya Dicampur Etanol

Daftar Negara-negara yang BBM-nya Dicampur Etanol

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 12:15 WIB

Dinilai Tepat Sasaran, Pengamat Sebut Kebijakan Diskon Tarif Listrik Layak Dilanjut

Dinilai Tepat Sasaran, Pengamat Sebut Kebijakan Diskon Tarif Listrik Layak Dilanjut

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 09:28 WIB

Bahlil Jawab Kritikan DPR soal PP Minerba yang Tak Kunjung Terbit!

Bahlil Jawab Kritikan DPR soal PP Minerba yang Tak Kunjung Terbit!

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 08:39 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

×