Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Serapan Lambat SAL APBN Disorot Menkeu Purbaya, Ancam Pindahkan Dana Rp 15 Triliun

M Nurhadi

Selasa, 14 Oktober 2025 | 06:58 WIB
Serapan Lambat SAL APBN Disorot Menkeu Purbaya, Ancam Pindahkan Dana Rp 15 Triliun
Purbaya Yudhi Sadewa (Instagram/kemensetneg.ri)
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengunjungi kantor PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama BPI Danantara untuk meninjau langsung penyerapan dana pemerintah (SAL APBN).
  • Dari total Rp25 triliun, BTN baru menyalurkan 42% atau Rp10,5 triliun.
  • Menkeu mengancam akan memindahkan sisa dana Rp15 triliun jika penyerapan tidak dipercepat. Dirut BTN Nixon LP Napitupulu optimis dana terserap penuh di November 2025.

Suara.com - Rencana penyerapan dana pemerintah atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) APBN yang ditempatkan di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadi sorotan utama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Menkeu mengungkapkan niatnya untuk secara langsung mendatangi kantor BTN bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara guna meninjau efektivitas penyaluran dana tersebut.

Saat ini, dari total dana pemerintah sebesar Rp25 triliun yang ditempatkan di BTN, bank tersebut baru merealisasikan kredit sebesar Rp10,5 triliun, yang setara dengan 42 persen serapan hingga September 2025.

"Tapi Dirut BTN bilang akan percepat yang Rp15 triliun itu. Kalau dia nggak bisa serap, kami akan pindahkan dalam waktu dekat," ujar Purbaya di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Senin (13/10) malam.

Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa kunjungannya ke BTN bukan hanya inisiatif pribadi, melainkan bagian dari fungsi pengawasan terhadap Danantara, yang akan ikut serta dalam diskusi tersebut.

Optimisme BTN dan Alasan Lambatnya Serapan

Meskipun mendapat peringatan dari Menkeu, Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, tetap optimistis bahwa sisa dana Rp15 triliun akan terserap habis pada November 2025.

Dana tersebut direncanakan akan disalurkan ke sektor-sektor produktif, dengan fokus utama pada pembiayaan perumahan rakyat, serta sektor konstruksi, real estate, perdagangan, dan kesehatan.

Nixon mengakui bahwa serapan dana memang relatif lambat pada tahap awal, dan hingga September 2025, nilai kredit yang telah di-reimburse (dibayar kembali) oleh pemerintah baru mencapai sekitar Rp4,5 triliun, dengan sisanya akan segera ditagihkan pada Oktober ini.

baca juga

Alasan utama di balik kecepatan serapan ini adalah sifat mayoritas portofolio BTN yang khusus, yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Nixon menjelaskan bahwa proses KPR jauh lebih kompleks dibandingkan kredit umum, mencakup tahapan verifikasi yang ketat hingga persetujuan.

Di sisi lain, BTN telah menyiapkan pipeline kredit yang kuat di berbagai segmen (korporasi, komersial, UMKM, konsumer, hingga syariah).

"Dapat kami sampaikan bahwa total pipeline yang tersedia mencapai sekitar Rp27,5 triliun, atau lebih besar dari dana Penempatan Uang Negara (PUN) yang ditempatkan sebesar Rp25 triliun. Pipeline tersebut siap untuk mendapatkan pencairan sesuai yang telah dijadwalkan,” tutup Nixon, dikutip via Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bea Cukai Tanjung Priok Diobok-obok Menkeu, Ada Indikasi Kecurangan?

Bea Cukai Tanjung Priok Diobok-obok Menkeu, Ada Indikasi Kecurangan?

Video | Senin, 13 Oktober 2025 | 19:05 WIB

Warisan Utang Proyek Jokowi Bikin Menkeu Purbaya Pusing: Untungnya ke Mereka, Susahnya ke Kita!

Warisan Utang Proyek Jokowi Bikin Menkeu Purbaya Pusing: Untungnya ke Mereka, Susahnya ke Kita!

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 17:41 WIB

Menkeu Purbaya soal Perang Dagang AS-China: Biar Aja Mereka Berantem, Kita Untung!

Menkeu Purbaya soal Perang Dagang AS-China: Biar Aja Mereka Berantem, Kita Untung!

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 17:27 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

×