Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Apa Itu Family Office yang Diusulkan Luhut Pandjaitan? Menkeu Purbaya Menolak Modali dengan APBN

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Selasa, 14 Oktober 2025 | 11:42 WIB
Apa Itu Family Office yang Diusulkan Luhut Pandjaitan? Menkeu Purbaya Menolak Modali dengan APBN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan (Instagram/kemensetneg.ri/luhut.pandjaitan)
  • Menkeu Purbaya menolak penggunaan APBN untuk pendirian Family Office yang diusulkan Luhut.

  • Ia belum memahami konsep Family Office dan tidak terlibat dalam proyek tersebut.

  • Family Office bertujuan menarik investor ultra kaya dan menjadikan Bali pusat keuangan global.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak rencana Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan tentang penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendirian Wealth Management Consulting (WMC) atau Family Office.

Bendahara negara menegaskan hanya akan mengalokasikan APBN untuk program yang jelas dan tepat sasaran. Namun, ia tetap mempersilakan bila rencana tersebut dijalankan.

"Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun saja sendiri. Saya anggarannya nggak akan alihkan ke sana. Saya fokus, kalau kasih anggaran tepat, nanti pas pelaksanaannya tepat waktu, tepat sasaran dan nggak ada yang bocor," tutur Purbaya i Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Senin (13/10/2025).

Purbaya juga mengaku belum memahami konsep pembentukan Familiy Office di Indonesia walaupun Luhut Pandjaitan sudah membicarakannya sejak awal tahun ini.

"Nggak, saya nggak terlibat. Kalau mau saya doain lah. Saya belum terlalu ngerti konsepnya walaupun Pak Ketua DEN sering bicara. Saya belum pernah lihat apa sih konsepnya, jadi saya nggak bisa jawab," imbuhnya.

Lantas, apa itu Family Office yang diusulkan oleh Luhut Pandjaitan?

Apa Itu Family Office?

Ilustrasi keuangan. (Pexels/Karolina Grabowska)
Ilustrasi manajemen kekayaan. (Pexels/Karolina Grabowska)

Family Office yang diusulkan oleh Luhut Binsar Pandjaitan merujuk pada sebuah inisiatif untuk mendirikan pusat layanan manajemen kekayaan (Wealth Management Consulting/WMC) di Indonesia, khususnya di Bali.

Ini adalah perusahaan eksklusif yang melayani keluarga super kaya. Tugasnya bukan cuma mengurus uang dan investasi, tapi juga membantu merancang masa depan, mengelola aset properti, hingga mengatur urusan harian seperti pendidikan anak atau perjalanan keluarga.

Gagasan ini sudah muncul sejak Luhut menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di era Presiden Joko Widodo, dan kini dilanjutkan di era Presiden Prabowo Subianto.

Juru Bicara DEN menyebut bahwa Family Office merupakan bagian dari transformasi ekonomi Bali dan bukan sekadar proyek eksperimental

Tujuan dari dibangunnya Family Office adalah untuk menarik investasi dari kalangan ultra high-net-worth individuals (UHNWI) atau investor kakap global.

Tujuan Utama Family Office di Indonesia

Berikut beberapa tujuan didirikannya Family Office di Indonesia:

1. Menjadikan Bali sebagai pusat keuangan internasional

Luhut ingin menjadikan Bali sebagai hub keuangan yang menarik bagi investor global, mirip dengan model yang diterapkan di Singapura atau Swiss

2. Menarik dana asing tanpa beban pajak tinggi

Family Office ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi investor kaya dunia agar bisa menanamkan modal di Indonesia dengan insentif fiskal tertentu.

3. Menyediakan layanan manajemen kekayaan

Family Office akan melayani individu atau keluarga dengan aset besar, membantu mereka mengelola investasi, pajak, perencanaan warisan, dan filantropi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Umumkan Nomor WA Khusus, Warga Bisa Lapor Jika Ada Petugas Bea Cukai-Pajak Nakal

Purbaya Umumkan Nomor WA Khusus, Warga Bisa Lapor Jika Ada Petugas Bea Cukai-Pajak Nakal

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 10:12 WIB

Menkeu Purbaya Tolak Mentah-mentah Anggarkan Family Office Luhut

Menkeu Purbaya Tolak Mentah-mentah Anggarkan Family Office Luhut

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 09:39 WIB

Purbaya Blak-blakan Kondisi Investasi RI: Sudah Puluhan Tahun Kita Tak Bisa Betulin

Purbaya Blak-blakan Kondisi Investasi RI: Sudah Puluhan Tahun Kita Tak Bisa Betulin

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 09:26 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB