IHSG Dibuka Menguat, Tapi Rawan Koreksi Dipengaruhi Perang Dagang

Achmad Fauzi

Rabu, 15 Oktober 2025 | 09:23 WIB
IHSG Dibuka Menguat, Tapi Rawan Koreksi Dipengaruhi Perang Dagang
Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.
baca 10 detik
  • IHSG dibuka menguat 0,29 persen, meski proyeksi berlanjut tertekan.

  • Ketidakpastian dagang AS-Tiongkok picu aksi jual dan safe haven.

  • Sektor komoditas dilirik investor didukung kenaikan harga global dan B50.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada perdagangan di awal sesi, Rabu, 15 Oktober 2025. IHSG dibuka menguat ke level 8.107

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.09 WIB, IHSG masih menghijau ke level 8.089 atau naik 0,29 persen

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 3,45 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,71 triliun, serta frekuensi sebanyak 270.200 kali.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 267 saham bergerak naik, sedangkan 236 saham mengalami penurunan, dan 453 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, AADI, AALI, AMMN, BBSI, CASS, CBRE, DAYA, DSSA, FILM, JSMR, PANI, POLU.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ARKO, AUTO, BNLI, DCII, EDGE, FITT, FUTR, GGRM, JARR, MKPI, MPRO, MRAT.

Proyeksi IHSG

IHSG berpotensi melanjutkan tekanan pada perdagangan Rabu (15/10/2025), setelah ditutup melemah tajam pada sesi sebelumnya. Ketidakpastian global yang dipicu oleh memanasnya hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China membuat investor cenderung melakukan aksi ambil untung dan beralih ke aset-aset safe haven.

Mengutip riset harian Sapa Mentari dari BRI Danareksa Sekuritas, IHSG pada perdagangan Selasa (14/10/2025) ditutup anjlok 1,95 persen ke level 8.066, dengan nilai net foreign sell mencapai Rp1,32 triliun. Secara teknikal, indeks disebut berpotensi menguji support psikologis di area 8.000.

baca juga

"Koreksi ini dipicu oleh aksi ambil untung investor serta rotasi portofolio menuju aset safe haven, seiring ketidakpastian yang meningkat akibat ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda," tulis analis BRI Danareksa Sekuritas dalam laporannya, Rabu (15/10/2025).

Pasar saham global juga menunjukkan pergerakan yang cenderung beragam. Pada perdagangan Selasa waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,44 persen ke level 46.270,46, sementara S&P 500 melemah 0,16 persen ke level 6.644,31 dan Nasdaq turun 0,76 persen ke level 22.521,70.

Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan perdagangan AS dan Tiongkok, terutama setelah kedua negara saling mengumumkan tarif baru serta biaya tambahan pada sektor pelabuhan dan logistik.

Ketegangan ini turut mendorong pelaku pasar global untuk mencari perlindungan pada aset yang lebih aman seperti emas dan obligasi pemerintah, yang berimbas pada arus keluar modal dari pasar saham negara berkembang, termasuk Indonesia.

Meski IHSG masih tertekan, BRI Danareksa mencatat peluang bagi sektor komoditas yang mulai kembali menarik perhatian investor. Kenaikan harga emas dan crude palm oil (CPO) di pasar global menjadi katalis positif bagi emiten sektor tambang dan perkebunan.

"Di sisi lain, sektor komoditas seperti emas dan CPO mulai menarik perhatian pelaku pasar, didukung oleh kenaikan harga global serta kebijakan B50 dari pemerintah," tulis laporan tersebut.

Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan investor untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan level teknikal IHSG, khususnya di area 8.000 sebagai batas bawah yang perlu diwaspadai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketegangan AS-China Picu Sell-Off Global, IHSG Tertekan Aksi Jual Asing Rp 1,32 Triliun

Ketegangan AS-China Picu Sell-Off Global, IHSG Tertekan Aksi Jual Asing Rp 1,32 Triliun

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 06:58 WIB

Rekomendasi Aplikasi Sekuritas Mirip Stockbit, Biaya Murah dan Terdaftar OJK

Rekomendasi Aplikasi Sekuritas Mirip Stockbit, Biaya Murah dan Terdaftar OJK

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 20:33 WIB

Penyebab IHSG Anjlok Hampir 2 Persen Sampai 614 Saham Kebakaran

Penyebab IHSG Anjlok Hampir 2 Persen Sampai 614 Saham Kebakaran

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:59 WIB

Terkini

Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Kembali Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Kembali Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Jakarta | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Krisis Pendangkalan Sungai Kapuas, Pemerintah Akali Jalur Distribusi BBM di Kalbar

Krisis Pendangkalan Sungai Kapuas, Pemerintah Akali Jalur Distribusi BBM di Kalbar

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Perkuat Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun

Perkuat Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun

Jawa Tengah | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:46 WIB

Optimistis Tumbuh Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Optimistis Tumbuh Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Jogja | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Digeruduk Massa, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Janji Temui Pemerintah Pusat

Digeruduk Massa, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Janji Temui Pemerintah Pusat

Kaltim | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:40 WIB

OJK Ketemu 336 Investor Global usai Pengumuman MSCI, Ini yang Dibahas

OJK Ketemu 336 Investor Global usai Pengumuman MSCI, Ini yang Dibahas

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Babak Baru Skandal Makan Minum DPRD Jember: Giliran Eks Sekwan Dijebloskan ke Penjara

Babak Baru Skandal Makan Minum DPRD Jember: Giliran Eks Sekwan Dijebloskan ke Penjara

Jatim | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Tragedi Tengah Malam di Mesuji: Tepergok Curi Getah Karet, Pria 45 Tahun Tewas Diamuk Warga

Tragedi Tengah Malam di Mesuji: Tepergok Curi Getah Karet, Pria 45 Tahun Tewas Diamuk Warga

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:17 WIB

RUU Migas Hampir Rampung, Tinggal Tunggu Masa Reses DPR Berakhir

RUU Migas Hampir Rampung, Tinggal Tunggu Masa Reses DPR Berakhir

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:14 WIB

Bukan Sekadar Dongeng, Ini Alasan Buku Pangeran Cilik Wajib Kamu Baca Ulang Saat Dewasa

Bukan Sekadar Dongeng, Ini Alasan Buku Pangeran Cilik Wajib Kamu Baca Ulang Saat Dewasa

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:05 WIB

×