Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

Kala Ekonomi Sedang Lesu, Tapi Menkeu Purbaya Sebut Sekarang Waktu Terbaik Beli Rumah

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 15 Oktober 2025 | 10:11 WIB
Kala Ekonomi Sedang Lesu, Tapi Menkeu Purbaya Sebut Sekarang Waktu Terbaik Beli Rumah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, saat ini adalah kesempatan emas bagi masyarakat Indonesia untuk mewujudkan impian memiliki rumah. Foto Antara.
  • Menkeu Purbaya bilang saat ini adalah kondisi terbaik untuk memiliki rumah.
  • Dia beralasan bahwa kondisi ekonomi jauh lebih baik.
  • Sehingga masyarakat dinilai telah memiliki uang lebih.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, saat ini adalah kesempatan emas bagi masyarakat Indonesia untuk mewujudkan impian memiliki rumah meski ekonomi nasional sedang lesu.

“Semua orang ingin punya rumah. Untuk yang belum punya rumah, harusnya ini kesempatan yang bagus,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Purbaya beralasan bahwa saat ini kondisi ekonomi jauh lebih baik sehingga membuat masyarakat memiliki uang lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini diprediksi akan mendorong lonjakan permintaan (demand) di sektor perumahan.

"Ekonomi sudah mulai balik, saya pikir akan banyaklah orang yang punya uang lebih dibandingkan sebelumnya. Harusnya permintaan perumahan akan tumbuh juga," tambah Purbaya.

Keyakinan Purbaya bukan tanpa dasar. Bendahara Negara ini optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal IV 2025 dapat mencapai 5,67 persen, jauh melampaui perkiraan Bank Dunia di level 4,8 persen.

Kenaikan ini didorong oleh menguatnya konsumsi masyarakat dan dampak dari stimulus pemerintah yang mulai terasa. Salah satu indikatornya adalah peningkatan signifikan pada konsumsi rumah tangga, di mana proporsi belanja masyarakat mencapai 75,1 persen pada September 2025, naik dari 74,8 persen pada bulan sebelumnya.

Peningkatan daya beli dan optimisme pasar ini disebut-sebut sebagai hasil dari kebijakan strategis pemerintah. Purbaya menyoroti penempatan dana negara sebesar Rp200 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke dalam sistem keuangan perbankan, yang dimulai sejak 13 September 2025.

Dana besar yang diguyurkan ke bank-bank Himbara ini bertujuan menjaga likuiditas, menekan suku bunga pasar, dan mendorong penyaluran kredit produktif ke sektor riil, termasuk UMKM. Dampaknya, sistem keuangan menjadi lebih longgar, dan masyarakat kini didorong untuk tidak ragu lagi mengajukan kredit, termasuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Dengan likuiditas yang melimpah dan optimisme ekonomi yang tinggi, Menkeu Purbaya meyakini momentum ini adalah waktu paling tepat bagi masyarakat untuk berinvestasi pada properti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Atasi ketimpangan, Startup Dilibatkan untuk Ciptakan Solusi Permanen Bagi Kemiskinan Pesisir

Atasi ketimpangan, Startup Dilibatkan untuk Ciptakan Solusi Permanen Bagi Kemiskinan Pesisir

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 09:56 WIB

Lama Tak Terlihat, Ahmad Sahroni Wisuda S3, Judul Disertasi Bikin Salfok

Lama Tak Terlihat, Ahmad Sahroni Wisuda S3, Judul Disertasi Bikin Salfok

Entertainment | Rabu, 15 Oktober 2025 | 09:07 WIB

Belum Ada Opsi, Bos Danantara Bingung Utang Kereta Cepat Jadi Polemik

Belum Ada Opsi, Bos Danantara Bingung Utang Kereta Cepat Jadi Polemik

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 08:53 WIB

Terkini

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:17 WIB

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:48 WIB

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:38 WIB

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:15 WIB

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:44 WIB

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:20 WIB

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB

Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia

Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:45 WIB