Sawah Baru di Tanah Laut Siap Dongkrak Produksi Padi Kalsel, Kementan Perkuat Mekanisasi Pertanian

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 16 Oktober 2025 | 14:46 WIB
Sawah Baru di Tanah Laut Siap Dongkrak Produksi Padi Kalsel, Kementan Perkuat Mekanisasi Pertanian
Kabupaten Tanah Laut memiliki potensi lahan yang sangat luas, namun sebagian besar belum termanfaatkan secara optimal (Dok: Kementan)

Suara.com - Dalam upaya mempercepat terwujudnya Swasembada Pangan, Energi, dan Air sebagaimana arahan Presiden sesuai yang tertuang dalam Inpres Nomor 14 Tahun 2025, pemerintah terus mendorong pembangunan pertanian di berbagai daerah potensial. Salah satu wilayah yang menjadi fokus program strategis ini adalah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Kabupaten Tanah Laut memiliki potensi lahan yang sangat luas, namun sebagian besar belum termanfaatkan secara optimal. Melihat peluang besar ini, pemerintah pusat menggulirkan program cetak sawah seluas 30.000 hektare di Kalimantan Selatan, di mana 4.056 hektare di antaranya berlokasi di Kabupaten Tanah Laut. Melalui program ini, lahan-lahan tidur diharapkan dapat diubah menjadi lahan produktif yang siap ditanami padi dengan dukungan mekanisasi pertanian modern.

Kebutuhan akan program cetak sawah di Tanah Laut menjadi semakin mendesak seiring meningkatnya alih fungsi dan alih komoditas lahan setiap tahun. Kondisi ini menyebabkan berkurangnya luas sawah produktif di wilayah tersebut. Saat ini, luas baku sawah Tanah Laut mencapai 27.115 hektare, dengan Indeks Pertanaman (IP) padi yang masih di bawah 200. Melalui kegiatan Cetak Sawah Rakyat, pemerintah menargetkan peningkatan IP agar lahan dapat dimanfaatkan secara lebih intensif dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, di Kabupaten Tanah Laut telah disalurkan 693 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) pra panen yang terdiri dari traktor roda dua dan empat, traktor crawler, rice transplanter, pompa air, hingga handsprayer. Kehadiran alsintan ini diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan lahan, menghemat tenaga kerja, serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.

Sekretaris Direktorat Jenderal Prasaran dan Sarana Pertanian (Sesditjen PSP) sekaligus Penanggung Jawab kegiatan akselerasi swasembada pangan wilayah Kalimantan Selatan Mulyono mengungkapkan bahwa mekanisasi adalah kebutuhan mendesak dalam sistem pertanian modern, terutama di daerah dengan potensi lahan yang luas seperti Tanah Laut.

“Mekanisasi pertanian adalah kunci keberlanjutan. Dengan keterbatasan sumber daya manusia dan luasnya lahan di Tanah Laut, penggunaan alsintan menjadi solusi yang tidak bisa ditunda. Tanpa mekanisasi, mustahil kita bisa menjaga produktivitas secara berkelanjutan,” tegas Mulyono, Kamis (16/10/2025).

Selain dukungan alsintan, pemerintah juga memperkuat kelembagaan petani agar lahan hasil cetak sawah dapat dikelola secara efisien dan berkesinambungan. Melalui wadah seperti Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan Brigade Pangan, petani didorong untuk mengelola alsintan secara kolektif sehingga pemanfaatan alat lebih optimal dan berkelanjutan dari musim ke musim.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pada kesempatan sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional. Ia menilai program cetak sawah dan optimasi lahan sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan jangka panjang terutama pada wilayah-wilayah yang memiliki potensi besar.

“Kita menargetkan Indonesia kembali swasembada pangan dalam waktu dekat. Daerah harus menjadi motor penggerak. Kalau optimalisasi dan cetak sawah berjalan bertahap selama tiga tahun, swasembada yang kita capai nanti akan berkelanjutan,” ujar Mentan Amran.

baca juga

Dengan sinergi antara program cetak sawah, mekanisasi modern, dan kelembagaan petani yang kuat, Kabupaten Tanah Laut diharapkan menjadi model pertanian berkelanjutan di Kalimantan Selatan pertanian yang produktif, efisien, dan berdaya saing untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan Indonesia.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setahun Pemerintahan Presiden Prabowo, DPR Sebut Kebijakan Pangan Arahnya Tepat Sejahterakan Petani

Setahun Pemerintahan Presiden Prabowo, DPR Sebut Kebijakan Pangan Arahnya Tepat Sejahterakan Petani

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:34 WIB

Kinerja Kementan Bikin Publik Optimis Pangan Nasional Aman, Swasembada di Depan Mata

Kinerja Kementan Bikin Publik Optimis Pangan Nasional Aman, Swasembada di Depan Mata

Bisnis | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 12:19 WIB

Litbang Kompas: Masyarakat Puas dengan Kinerja Kementan, Produksi Meningkat, Stok Beras Berlimpah

Litbang Kompas: Masyarakat Puas dengan Kinerja Kementan, Produksi Meningkat, Stok Beras Berlimpah

Bisnis | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 10:36 WIB

Berdasar Survei Litbang Kompas, 71,5 Persen Publik Puas dengan Kinerja Kementan

Berdasar Survei Litbang Kompas, 71,5 Persen Publik Puas dengan Kinerja Kementan

Bisnis | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 19:27 WIB

Percepat Swasembada Pangan, Mentan Pastikan Indonesia Siap Hentikan Impor Beras

Percepat Swasembada Pangan, Mentan Pastikan Indonesia Siap Hentikan Impor Beras

Bisnis | Kamis, 09 Oktober 2025 | 20:23 WIB

Perencanaan dan e-RDKK yang Tepat Jadi Kunci Optimalisasi Penyerapan Pupuk Subsidi di Aceh

Perencanaan dan e-RDKK yang Tepat Jadi Kunci Optimalisasi Penyerapan Pupuk Subsidi di Aceh

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 20:11 WIB

Terkini

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

News | Minggu, 01 November 2026 | 07:37 WIB

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:30 WIB

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 07:07 WIB

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

×