Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Saham GZCO Naik 306 Persen, Efek Spekulasi Akuisisi Happy Hapsoro?

M Nurhadi

Jum'at, 17 Oktober 2025 | 13:21 WIB
Saham GZCO Naik 306 Persen, Efek Spekulasi Akuisisi Happy Hapsoro?
Ilustrasi sawit. [Istimewa]
  • Saham emiten sawit PT Gonzo Plantations Tbk (GZCO) melonjak 24,68% kemarin, Kamis (16/10/2025), melanjutkan reli fantastis 306,19% dalam tiga bulan terakhir.
  • Kenaikan tajam ini dipicu dua isu utama: klarifikasi resmi perseroan terkait dugaan lahan sawit di kawasan hutan.
  • Ada rumor akuisisi strategis oleh PT Energi Melayani Negeri (EMN), perusahaan yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro.

Suara.com - Emiten perkebunan kelapa sawit, PT Gonzo Plantations Tbk (GZCO), kini menjadi primadona di lantai bursa, mencatatkan kenaikan harga saham yang fluktuatif.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 16 Oktober 2025 kemarin, saham GZCO melonjak signifikan sebesar 24,68 persen, setara 78 poin, menutup hari di level 394 per saham.

Sementara saat ini, saham GZCO diperdagangkan dengan harga Rp402. Naik 2% dibandingkan pembukaan pasar.

Kinerja fantastis ini bukan lonjakan sesaat. Dalam sepekan, saham GZCO telah menguat 82,41 persen, dan yang paling menakjubkan, dalam tiga bulan terakhir, saham perseroan telah meroket hingga 306,19 persen dari harga 97 per saham.

Secara tahunan, lonjakan harga saham GZCO sudah mencapai 248,67 persen. Reli harga yang luar biasa ini didukung oleh dua katalis utama yang kini menjadi sorotan pelaku pasar.

1. Merespons Isu Legalitas Lahan di Kawasan Hutan

Katalis pertama adalah upaya proaktif perseroan dalam mengklarifikasi isu sensitif terkait dugaan kepemilikan lahan kelapa sawit yang masuk ke dalam kawasan hutan.

Sekretaris Perusahaan GZCO, Liviana, menjelaskan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), bahwa areal lahan sawit milik grup usahanya semula berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) dengan izin yang sah.

Namun, akibat adanya perubahan regulasi dari pemerintah, sebagian lahan tersebut mengalami perubahan status dan kini masuk dalam kawasan hutan.

Liviana merinci, luasan lahan yang terdampak mencapai sekitar 650 hektare di Sumatra Selatan dan sekitar 550 hektare di Kalimantan Tengah.

Strategi konkret yang telah ditempuh GZCO adalah mengajukan permohonan pelepasan kawasan hutan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan melengkapi seluruh persyaratan administratif yang diminta.

Perseroan juga memastikan bahwa hingga saat ini, mereka belum menerima surat pemberitahuan tagihan atau sanksi administratif dari Satgas Penguatan Tata Kelola Hutan (PKH) atau Kejaksaan Agung.

2. Rumor Akuisisi Strategis oleh Grup Happy Hapsoro

Katalis kedua yang lebih kuat mendorong harga saham GZCO adalah beredarnya kabar mengenai rencana akuisisi signifikan oleh PT Energi Melayani Negeri (EMN).

EMN, sebuah perusahaan yang terafiliasi kuat dengan pengusaha Happy Hapsoro—suami dari Ketua DPR RI Puan Maharani—disebut-sebut akan mengambil alih sekitar 50% saham GZCO.

Meskipun rincian resmi akuisisi belum terkonfirmasi, kalangan analis menilai langkah ini sebagai manuver bisnis yang sangat strategis.

Pengamat pasar modal, Indrawijaya Rangkuti, menggarisbawahi bahwa akuisisi ini merupakan langkah antisipatif terhadap kebijakan energi nasional.

Pemerintah menargetkan implementasi mandatori biodiesel B50 pada tahun 2026 sebagai upaya menghentikan impor solar.

Target ini akan meningkatkan kebutuhan crude palm oil (CPO) sebagai bahan baku biodiesel (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) secara drastis.

Indrawijaya menekankan, ketersediaan pasokan CPO dalam volume besar menjadi kunci keberhasilan program kedaulatan energi ini, membuat GZCO menjadi target yang sangat menarik bagi investor strategis seperti EMN.

Lebih dari sekadar sinergi bisnis, rencana akuisisi ini juga memunculkan spekulasi backdoor listing oleh EMN.

Perusahaan yang fokus pada energi terbarukan ini dinilai berpotensi memanfaatkan status GZCO yang sudah tercatat di bursa sebagai sarana cepat untuk memperluas akses ke pendanaan publik, mengingat EMN dikendalikan oleh PT Basis Utama Prima (Basis Investment), yang terkait langsung dengan grup usaha Happy Hapsoro.

Apabila rencana akuisisi ini benar-benar terealisasi, GZCO diproyeksikan tidak hanya berfungsi sebagai produsen CPO murni, tetapi akan bertransformasi menjadi bagian integral dari rantai pasok strategis dalam industri energi terbarukan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibuka Menguat, Tapi IHSG Langsung Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, Tapi IHSG Langsung Merosot ke Zona Merah

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 09:23 WIB

OJK Proses Izin Bursa Kripto Baru, Haji Isam dan Suami Puan Maharani Siap Guyur Duit?

OJK Proses Izin Bursa Kripto Baru, Haji Isam dan Suami Puan Maharani Siap Guyur Duit?

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 17:40 WIB

IHSG Hari Ini Terdongkrak Proyeksi IMF Soal Pertumbuhan Ekonomi Global

IHSG Hari Ini Terdongkrak Proyeksi IMF Soal Pertumbuhan Ekonomi Global

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 17:09 WIB

Terkini

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:24 WIB

ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS

ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:09 WIB

Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban

Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:07 WIB

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:01 WIB

Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK

Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:52 WIB

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:47 WIB

Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG

Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:44 WIB

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:18 WIB

Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar, Bagaimana Nasib Harga Pertalite?

Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar, Bagaimana Nasib Harga Pertalite?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:00 WIB