Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.850.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.561,329
LQ45 749,027
Srikehati 347,294
JII 525,953
USD/IDR 17.184

Tensi Dagang Masih Panas, IMF Minta Negara Hati-hati Kelola Uang

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 20 Oktober 2025 | 12:36 WIB
Tensi Dagang Masih Panas, IMF Minta Negara Hati-hati Kelola Uang
Ilustrasi IMF (Antara)
  • IMF mengimbau negara-negara berhati-hati mengelola keuangan di tengah ketegangan dagang global yang meningkat.
  • Ada empat fokus kebijakan IMF: penguatan fiskal, stabilitas harga, kewaspadaan sektor keuangan, dan reformasi struktural berkelanjutan.
  • IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global 2025 melambat menjadi 3,2% akibat risiko perang dagang dan ketidakpastian ekonom

Suara.com - Dana Moneter Internasional (IMF) menggandeng  Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral menyepakati agenda kebijakan global.

Salah satunya yang berisi langkah-langkah menjaga stabilitas dan memperkuat resiliensi pertumbuhan di tengah ketidakpastian yang masih tinggi. 

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva  merekomendasikan empat arah kebijakan utama.

Pertama, setiap negara didorong untuk menerapkan pengelolaan keuangan negara jangka menengah yang lebih berhati-hati guna memperkuat ketahanan fiskal tanpa mengorbankan investasi dan belanja sosial. 

Kedua, bank sentral perlu menjaga stabilitas harga dengan tetap menjaga independensi dan transparansi.

Ketiga, kebijakan di sektor keuangan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko pasar dan keterkaitan antar lembaga keuangan. 

"Keempat, reformasi struktural diarahkan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui perbaikan iklim usaha, penguatan tata kelola, pemberantasan korupsi, penyederhanaan regulasi, pengembangan pasar modal, serta peningkatan kewirausahaan dan daya saing," bebernya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Dia pun memperingatkan bahwa perang dagang berskala besar dapat berdampak negatif terhadap perekonomian global, termasuk meningkatkan inflasi, menekan pertumbuhan, dan mengurangi lapangan kerja.

Apalagi, ketegangan kembali meningkat minggu lalu ketika China memberlakukan kontrol ekspor baru atas logam tanah jarang yang penting bagi sektor teknologi, dan Amerika Serikat membalas dengan tarif 100 persen terhadap impor China.

"Jika ketegangan dagang meningkat kembali, tentu dampaknya akan negatif. Itulah sebabnya kami mengatakan tolong jangan lakukan itu. Ini bukan tindakan yang sehat," bebernya. 

Sementara itu,  IMF memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil global sebesar 3,2 persen pada 2025, sedikit lebih rendah dari 3,3 persen pada 2024.  

Untuk itu, Pertemuan IMF menghasilkan Pernyataan Ketua IMFC (IMFC Chair's Statement) yang merangkum pembahasan utama.

Salah satunya meliputi kondisi terkini ekonomi global, arah kebijakan yang perlu ditempuh, serta perkembangan berbagai isu yang tengah menjadi perhatian IMF.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramai Gagasan Luhut soal Family Office, Ini Contohnya di Berbagai Negara

Ramai Gagasan Luhut soal Family Office, Ini Contohnya di Berbagai Negara

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:46 WIB

Apa Itu Family Office yang Diusulkan Luhut Pandjaitan? Menkeu Purbaya Menolak Modali dengan APBN

Apa Itu Family Office yang Diusulkan Luhut Pandjaitan? Menkeu Purbaya Menolak Modali dengan APBN

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 11:42 WIB

Warisan Utang Proyek Jokowi Bikin Menkeu Purbaya Pusing: Untungnya ke Mereka, Susahnya ke Kita!

Warisan Utang Proyek Jokowi Bikin Menkeu Purbaya Pusing: Untungnya ke Mereka, Susahnya ke Kita!

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 17:41 WIB

Dikritik 'Cawe-Cawe' Bank BUMN, Menkeu Purbaya: Saya Dewas Danantara!

Dikritik 'Cawe-Cawe' Bank BUMN, Menkeu Purbaya: Saya Dewas Danantara!

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 17:25 WIB

Tekstil RI Suram, Pengusaha Minta Tolong ke Menkeu Purbaya

Tekstil RI Suram, Pengusaha Minta Tolong ke Menkeu Purbaya

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 08:06 WIB

11 Gebrakan Menkeu Purbaya, Terbaru Ogah Bayar Utang Whoosh Pakai APBN

11 Gebrakan Menkeu Purbaya, Terbaru Ogah Bayar Utang Whoosh Pakai APBN

Bisnis | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 15:48 WIB

Terkini

Gaya Koboi Purbaya Keluar Saat IMF Tawarkan Utang Jumbo Rp514 T: Wah Mukanya Langsung Asem!

Gaya Koboi Purbaya Keluar Saat IMF Tawarkan Utang Jumbo Rp514 T: Wah Mukanya Langsung Asem!

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:31 WIB

Tanpa Subsidi Harga Pertalite Capai Rp16.000 per Liter

Tanpa Subsidi Harga Pertalite Capai Rp16.000 per Liter

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:29 WIB

Purbaya Curhat Banyak Dapat Sentimen Negatif Ekonomi: Kadang Dipuji, Besoknya Diragukan

Purbaya Curhat Banyak Dapat Sentimen Negatif Ekonomi: Kadang Dipuji, Besoknya Diragukan

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:21 WIB

Purbaya Sebut Perang AS vs Iran Baru Selesai September 2026

Purbaya Sebut Perang AS vs Iran Baru Selesai September 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:04 WIB

Perdana ke Luar Negeri Jadi Menkeu, Purbaya Langsung Dapat Pertanyaan Menohok dari Investor Global

Perdana ke Luar Negeri Jadi Menkeu, Purbaya Langsung Dapat Pertanyaan Menohok dari Investor Global

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:02 WIB

Rupiah Terus Menguat pada Rabu Sore, BI Perlu Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Momentum

Rupiah Terus Menguat pada Rabu Sore, BI Perlu Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Momentum

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 16:56 WIB

Proyek Bioetanol Lampung Memasuki Tahap Baru

Proyek Bioetanol Lampung Memasuki Tahap Baru

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 16:46 WIB

1,3 GW PLTS Atap Terpasang, Indonesia Bidik Target Ambisius 100 GW

1,3 GW PLTS Atap Terpasang, Indonesia Bidik Target Ambisius 100 GW

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 16:26 WIB

Dony Oskaria Wanti-wanti Telkom Nggak Boleh Rugi

Dony Oskaria Wanti-wanti Telkom Nggak Boleh Rugi

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 15:38 WIB

Cek Rekening, Emiten SIDO Mulai Bayar Dividen Hari Ini

Cek Rekening, Emiten SIDO Mulai Bayar Dividen Hari Ini

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 15:19 WIB