Menkeu Purbaya Siapkan Teknologi AI Buat Pantau Praktik Curang Bea Cukai

Dicky Prastya Suara.Com
Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:27 WIB
Menkeu Purbaya Siapkan Teknologi AI Buat Pantau Praktik Curang Bea Cukai
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerapkan sistem AI untuk mengawasi praktik curang di Bea Cukai, khususnya under-invoicing.
  • Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo dan bagian dari pembenahan sistem LNSW serta penguatan pengawasan perdagangan.
  • Teknologi AI akan digunakan untuk memantau aktivitas kapal dan barang dari command center, dengan target sistem terintegrasi rampung dalam satu tahun.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ingin menerapkan sistem berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mengawasi praktik curang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Menkeu Purbaya beralasan kalau hal itu dilakukan setelah mendapatkan perintah dari Presiden RI Prabowo Subianto soal praktik curang under invoicing yang kerap terjadi di Bea Cukai.

"Saya pengin lihat seberapa canggih sih punya Bea Cukai. Bisa enggak saya optimalkan untuk mengurangi yang dikritik Pak Presiden, under-invoicing," kata Purbaya yang ditemui di Kantor Kemenkeu usai melakukan inspeksi mendadak ke DJBC, Rabu (22/10/2025).

"Di situ sebenarnya sudah cukup bagus tapi belum ke level di mana saya bisa secara online di situ saja monitor kapalnya under-invoicing, kapalnya under-invoicing. Belum sampai sana karena AI-nya belum dikembangkan," lanjut dia.

Bendahara Negara menyebut kalau Kemenkeu bakal mengembangkan sistem AI yang lebih canggih untuk diterapkan di Bea Cukai. Upaya ini sekaligus melanjutkan pembenahan di Lembaga Nasional Single Window (LNSW).

LNSW adalah unit organisasi Kementerian Keuangan yang bertugas melaksanakan Pengelolaan Indonesia National Single Window (INSW) dan Penyelenggaraan Sistem Indonesia National Single Window (SINSW). 

"LNSW kan nanti akan kita buat think-tank untuk perdagangan, kita bentuk tim dari 10 orang yang jago-jago di sana. Ada mathematician segala macam untuk memastikan bahwa nanti mereka bisa menganalisa kebocoran-kebocoran perdagangan kalau ada," papar dia.

"Ini kelanjutannya saya akan perkuat semua. LNSW, Bea Cukai, nanti juga pajak sama," lanjutnya lagi.

Purbaya melanjutkan, nantinya teknologi AI ini bisa dimanfaatkan untuk memantau pergerakan dari command center. Di situ dirinya bisa mengawasi aktivitas hingga barang apa yang dibawa dari kapal. Dengan demikian AI akan membuat sistem lebih terkoneksi satu sama lain.

Baca Juga: Adu Kekayaan Purbaya vs Dedi Mulyadi, Ribut APBD Jabar Rp4,1 Triliun Ngendap di Bank

"Kalau sampai, AI bisa mulai menganalisa tiga bulan ke depan sudah. Tapi kalau sampai sistem yang betul-betul terintegrasi, di situ saya bisa lihat kapal di pelabuhan langsung, sepertinya perlu panjang lagi. Saya targetkan setahun sudah lengkap semua. Tapi yang jelas dalam beberapa bulan ke depan harusnya penerimaan bea cukai akan lebih efisien dibanding sekarang," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI