Setahun Berdampak: EBT Buka Harapan Baru dari Kebun Sawit hingga Desa Terpencil

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:56 WIB
Setahun Berdampak: EBT Buka Harapan Baru dari Kebun Sawit hingga Desa Terpencil
Pemerintah mempercepat langkah menuju energi bersih dengan mengoptimalkan potensi besar EBT yang tersebar di seluruh Indonesia (Dok: Kementerian ESDM)

Suara.com - Setahun program Energi Baru Terbarukan (EBT) berjalan, dampaknya mulai terasa nyata di berbagai penjuru negeri. Pemerintah menapaki arah baru dalam pengelolaan energi, setelah lama bergantung pada sumber fosil yang harganya terus naik dan menekan devisa negara.

Untuk menjawab tantangan itu, pemerintah mempercepat langkah menuju energi bersih dengan mengoptimalkan potensi besar EBT yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam setahun terakhir, berbagai proyek seperti bioenergi dan pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan menunjukkan peningkatan signifikan. Salah satunya melalui program bioenergi B40, yakni campuran 40 persen biodiesel dari minyak sawit dan 60 persen solar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa hingga September 2025, realisasi program campuran bahan bakar biodiesel 40 persen atau B40 telah mencapai 10,57 juta kiloliter, dengan nilai tambah Crude Palm Oil (CPO) sebesar Rp14,7 triliun.

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) (Dok: Kementerian ESDM)
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) (Dok: Kementerian ESDM)

Selain menghemat devisa hingga Rp93,43 triliun, program ini juga menyerap lebih dari 1,3 juta tenaga kerja serta menurunkan emisi karbon hingga 28 juta ton.

“Petani sawit menjadi pahlawan energi baru. Program transisi energi ini membuka lapangan kerja baru sambil menjaga kelestarian bumi. Dari kebun sawit rakyat hingga tangki kendaraan bermotor, rantai nilai biodiesel telah menjadi bukti Indonesia mampu menciptakan ekosistem energi yang mandiri, berkelanjutan, dan berkeadilan,” ucap Bahlil di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Selain bioenergi, pemerintah juga mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan mendorong proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai daerah.

“Pemerintah sudah meresmikan puluhan pembangkit energi terbarukan, mempercepat proyek PLTS berkapasitas 100 gigawatt (GW),” ujar Bahlil.

Sepanjang tahun 2025, dua momen besar menjadi tonggak pengembangan energi bersih di Indonesia. Pertama, pada 20 Januari 2025, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 26 pembangkit listrik dengan total kapasitas 3,2 gigawatt (GW), di mana 89 persen di antaranya berbasis EBT.

Kemudian, pada 26 Juni 2025, pemerintah kembali meresmikan 55 pembangkit listrik baru, terdiri dari 8 PLT Panas Bumi dan sisanya PLTS yang tersebar di 15 provinsi, dengan total kapasitas mencapai 379,7 megawatt (MW).

baca juga

Dampak EBT juga mulai terasa di pedesaan. Di sejumlah daerah, pembangunan PLTS komunal mengubah wajah ekonomi lokal: biaya energi turun, akses listrik meningkat, dan lapangan kerja baru tercipta.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) (Dok: Kementerian ESDM)
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) (Dok: Kementerian ESDM)

“Pemerintah melibatkan koperasi desa dalam transisi energi. Ekonomi dan ekologi tidak harus dipertentangkan, keduanya bersinergi menciptakan fondasi pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan merata,” tutur Bahlil.

Sebagai wujud komitmen jangka panjang, pemerintah menargetkan bauran EBT nasional sebesar 19–23 persen pada tahun 2030. Target itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN).

Kebijakan ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mempercepat transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan. Selain menekan emisi karbon, strategi tersebut juga memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tantangan global dan fluktuasi harga energi dunia.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TEI 2025: Punya 7 Sertifikasi, Permen Jahe Produksi Binaan LPEI Ini Berjaya di Amerika

TEI 2025: Punya 7 Sertifikasi, Permen Jahe Produksi Binaan LPEI Ini Berjaya di Amerika

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 20:00 WIB

Kacang Mete Indonesia Sukses Jadi Camilan Penerbangan Internasional

Kacang Mete Indonesia Sukses Jadi Camilan Penerbangan Internasional

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 17:56 WIB

BRIncubator BRI Dukung UMKM Batik Datik Tembus Pasar Fashion Modern

BRIncubator BRI Dukung UMKM Batik Datik Tembus Pasar Fashion Modern

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:21 WIB

TEI 2025: LPEI & KemenkeuSatu Perkuat Ekspor UMKM Lewat Pameran dan Business Matching

TEI 2025: LPEI & KemenkeuSatu Perkuat Ekspor UMKM Lewat Pameran dan Business Matching

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 10:08 WIB

BRI Dukung UMKM dan Program 3 Juta Rumah Lewat KPP serta KPR FLPP

BRI Dukung UMKM dan Program 3 Juta Rumah Lewat KPP serta KPR FLPP

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:56 WIB

PNM Tantang Anak Muda Ciptakan Ide Kreatif untuk Majukan UMKM

PNM Tantang Anak Muda Ciptakan Ide Kreatif untuk Majukan UMKM

Bisnis | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 19:00 WIB

Terkini

Kalau Sudah Pakai Body Serum Apakah Harus Pakai Body Lotion? Ini Penjelasannya

Kalau Sudah Pakai Body Serum Apakah Harus Pakai Body Lotion? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Korban DIduga Dibakar hingga Dimutilasi

Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Korban DIduga Dibakar hingga Dimutilasi

Jatim | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:18 WIB

Raja Yordania Buru Pembantai Jemaat Gereja Karak, Janji Tindak Tegas

Raja Yordania Buru Pembantai Jemaat Gereja Karak, Janji Tindak Tegas

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pakar: Cegah Karhutla, Jangan Hanya Andalkan Sanksi Hukum

Pakar: Cegah Karhutla, Jangan Hanya Andalkan Sanksi Hukum

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Operasi Patuh 2026 Mulai Jam Berapa? Ini 11 Pelanggaran yang Diincar

Operasi Patuh 2026 Mulai Jam Berapa? Ini 11 Pelanggaran yang Diincar

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:10 WIB

IHSG Bebas Jual-Beli! BEI Resmi Cabut Aturan Suspend Saham, Begini Skema Barunya

IHSG Bebas Jual-Beli! BEI Resmi Cabut Aturan Suspend Saham, Begini Skema Barunya

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:10 WIB

BEI Langsung Tandai Saham yang Terindikasi Gorengan, Rekening Efek Bisa Diblokir

BEI Langsung Tandai Saham yang Terindikasi Gorengan, Rekening Efek Bisa Diblokir

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Bareskrim Turun Tangan Usut Karhutla di Kaltim dan Kalteng

Bareskrim Turun Tangan Usut Karhutla di Kaltim dan Kalteng

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis

Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis

Jatim | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Kenapa Hari Sumpah Pemuda Tidak Tanggal Merah? Cek Penjelasan Resmi Aturannya

Kenapa Hari Sumpah Pemuda Tidak Tanggal Merah? Cek Penjelasan Resmi Aturannya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:05 WIB

×