Ekonomi Awal Pekan: BI Rate Bertentangan Konsensus Pasar, Insentif Jumbo Pacu Kredit

M Nurhadi

Senin, 27 Oktober 2025 | 06:09 WIB
Ekonomi Awal Pekan: BI Rate Bertentangan Konsensus Pasar, Insentif Jumbo Pacu Kredit
BI pada Selasa (7/10/2025) mengatakan uang primer adjusted pada September 2025 tumbuh 18,6 persen dari periode yang sama tahun lalu. [7/10/2025). [Antara]
baca 10 detik
  • BI tahan suku bunga 4,75% di Oktober 2025.

  • Keputusan karena transmisi bunga bank sangat lambat.

  • Potensi pangkas 25 bps ada jika PDB dan stimulus baik.

Suara.com - Kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) kembali menjadi sorotan tajam pasar. Keputusan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga kebijakan (BI-Rate) tetap di level 4,75% pada Oktober 2025 menjadi kejutan yang menarik.

Menurut analisis dari BNI Sekuritas, langkah ini sejalan dengan ekspektasi internal mereka, namun di luar dugaan konsensus pasar yang memproyeksikan adanya penurunan.

Penahanan suku bunga ini mengakhiri tren tiga kali pemotongan beruntun yang totalnya mencapai 125 basis poin (bps) yang telah dilakukan BI pada awal tahun.

Keputusan untuk mengambil jeda ini didasarkan pada kekhawatiran serius BI mengenai efektivitas transmisi kebijakan moneter yang telah dilakukan.

Meskipun telah terjadi pelonggaran moneter yang substansial, dampaknya ke sektor perbankan tergolong lambat atau "lengket" (stickiness).

Data menunjukkan, suku bunga deposito satu bulan dan suku bunga kredit dari awal tahun (YTD) baru turun masing-masing sekitar 29 bps dan 15 bps. Penurunan yang minim ini jelas tidak sebanding dengan total pemotongan suku bunga acuan.

Suku bunga kredit dan deposito yang enggan turun ini sebagian besar disebabkan oleh tingginya porsi simpanan dengan suku bunga khusus (special-rate deposits), yang mencakup sekitar 26% dari total dana pihak ketiga.

Selain itu, BNI Sekuritas menyoroti fokus berkelanjutan BI pada stabilitas nilai tukar rupiah. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat cadangan devisa Indonesia telah terkikis sebesar AS$3,9 miliar selama tiga bulan terakhir, di tengah ketidakpastian pasar valuta asing global. Upaya menjaga Rupiah tetap menjadi prioritas strategis Bank Indonesia.

Di tengah tarik ulur kebijakan ini, pertumbuhan kredit di sektor perbankan masih berada di bawah target. Pada September, pertumbuhan kredit tercatat hanya 7,7% secara tahunan (YoY), angka yang masih di bawah rentang target BI yaitu 8–11%.

baca juga

Fenomena ini terjadi meskipun suku bunga berbasis pasar—seperti suku bunga pasar uang antar bank (INDONIA), SRBI, dan yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun—telah menunjukkan penurunan tajam. Artinya, sinyal dari pasar uang belum sepenuhnya tersalurkan ke sektor kredit riil.

Untuk mengatasi permasalahan transmisi yang lambat dan mendukung ekspansi kredit di tengah perlambatan ekonomi, Bank Indonesia tidak tinggal diam.

Bank sentral mengumumkan perluasan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang akan berlaku efektif mulai Desember 2025.

Insentif ini ditingkatkan secara signifikan, antara lain dengan menaikkan diskon Rasio Kewajiban Minimum (RRR atau GWM) menjadi 550 bps.

Lebih lanjut, kebijakan baru ini secara eksplisit akan menghubungkan elastisitas suku bunga pinjaman baru dengan BI-Rate, memaksa perbankan untuk lebih responsif terhadap perubahan suku bunga acuan.

Selain itu, insentif sektoral juga diperluas untuk mencakup sektor-sektor strategis seperti transportasi, pariwisata, pendidikan, dan kesehatan, yang diharapkan dapat memicu pertumbuhan di area-area vital tersebut.

Meskipun BI saat ini menahan diri, BNI Sekuritas tetap berpegang pada pandangan mereka bahwa masih ada potensi bagi Bank Indonesia untuk melakukan satu kali pemangkasan suku bunga lagi, yakni sebesar 25 bps, membawa BI-Rate ke level 4,50% sebelum akhir tahun.

Proyeksi ini bersifat bersyarat, sangat bergantung pada capaian produk domestik bruto (PDB) di kuartal berikutnya dan sejauh mana efektivitas stimulus fiskal yang tengah berjalan mampu mendorong roda perekonomian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tumbuh 10,6 Persen, BTN Bukukan Laba Bersih Rp 2,3 Triliun Hingga Kuartal III-2025

Tumbuh 10,6 Persen, BTN Bukukan Laba Bersih Rp 2,3 Triliun Hingga Kuartal III-2025

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 17:35 WIB

Persaingan Kartu Kredit Semakin Ketat, Bank Syariah Optimis Bakal Tumbuh Positif

Persaingan Kartu Kredit Semakin Ketat, Bank Syariah Optimis Bakal Tumbuh Positif

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 08:52 WIB

BI Buka Ruang Turunkan Suku Bunga, Ini Alasannya

BI Buka Ruang Turunkan Suku Bunga, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 08:48 WIB

Terkini

Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!

Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:30 WIB

×