DBS Foundation dan Dicoding Cetak Talenta Digital Inklusif Lewat Program Coding Camp

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:59 WIB
DBS Foundation dan Dicoding Cetak Talenta Digital Inklusif Lewat Program Coding Camp
DBS Foundation bersama Dicoding Indonesia meluncurkan kembali Coding Camp 2026. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)

Suara.com - Dalam upaya mempercepat lahirnya talenta digital Indonesia yang siap kerja,  PT Bank DBS Indonesia bersama Dicoding Indonesia kembali meluncurkan Coding Camp 2026 Powered by DBS Foundation, program pelatihan intensif yang membekali anak muda dengan keterampilan digital dan soft skill yang relevan dengan kebutuhan industri.

Program ini bukan sekadar kursus pemrograman. Ia adalah bentuk nyata komitmen DBS Foundation terhadap inklusi digital, pemerataan kesempatan belajar, dan peningkatan daya saing generasi muda di seluruh Indonesia termasuk mereka yang berasal dari wilayah 3T (terdepan, tertinggal, terluar).

CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono menjelaskan, Coding Camp telah memasuki tahun keempat pelaksanaannya. "Kalau dua tahun pertama program ini berdurasi 300 jam, sekarang meningkat menjadi 900 jam agar peserta benar-benar siap kerja," ujar Narenda.

Tahun ini, lebih dari 57.000 peserta mendaftar, dan sebanyak 3.000 orang terpilih mengikuti program intensif berdurasi sekitar 6 bulan. Sekitar 20% di antaranya berasal dari SMK, sisanya dari perguruan tinggi. Menariknya, mahasiswa dapat mengonversi hasil belajarnya hingga 20 SKS.

Selain materi teknis, peserta juga mendapatkan soft skill langsung dari para profesional DBS, mmulai dari kelas wawancara berbahasa Inggris, literasi keuangan, hingga pelatihan komunikasi dan pengembangan diri.

“Transfer knowledge-nya langsung dari praktisi industri, jadi mereka belajar dari sumber pertama,” tambah Narenda.

Program juga mewajibkan peserta menyelesaikan Capstone Project, proyek pembuatan prototype produk teknologi yang bisa menjadi portofolio saat melamar kerja. Berdasarkan data Dicoding, 80% lulusan program intensif terserap di dunia kerja dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus.

Inklusif dan Merata:  Peserta Mayoritas dari Daerah Non-Perkotaan

Head of Group Strategic Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika menegaskan bahwa inklusivitas menjadi jiwa utama program ini. Sebanyak 93% peserta berasal dari daerah non-perkotaan.

baca juga

"Kami memang ingin memastikan akses pendidikan digital bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Selain menjangkau wilayah 3T, program ini juga berhasil meningkatkan partisipasi perempuan hingga 27%, naik signifikan dibanding rata-rata 17% di platform Dicoding.

“Kami percaya inovasi lahir dari keberagaman. Karena itu, perempuan dan penyandang disabilitas juga menjadi prioritas dalam rekrutmen peserta,” tambahnya.

DBS Foundation telah mendanai berbagai program inklusi dan pemberdayaan masyarakat sejak berdiri pada 2014. Tahun ini saja, total dana yang digelontorkan mencapai Rp148 miliar, termasuk untuk Coding Camp bersama Dicoding.

“Setiap tahun kami membuka kesempatan bagi yayasan atau lembaga sosial untuk pitching proposal. Selama tujuannya sejalan dengan visi kami yaitu mendorong inklusi digital, pemberdayaan perempuan, dan penyandang disabilitas — mereka bisa mendapatkan dukungan dana hibah,” jelas Mona.

Program Coding Camp juga didukung kolaborasi dengan lebih dari 275 kampus di seluruh Indonesia, serta dengan pemerintah melalui surat edaran ke SMK untuk memperluas jangkauan.

“Contohnya IPB, mereka sudah lama jadi mitra kami karena hasil program sebelumnya terbukti positif,” lanjutnya.

Tahun ini, DBS Foundation menambah peserta dari SMK. Antusiasme mereka tinggi, namun tingkat kelulusan masih perlu ditingkatkan.

"Anak SMK semangatnya luar biasa, tapi karena program ini menuntut kedisiplinan tinggi selama enam bulan belajar daring, kelulusan mereka baru di angka 65%. Tahun depan kami targetkan naik ke 70%," ungkap Mona.

Narenda menambahkan, keberhasilan peserta tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tapi juga mindset dan etos kerja. “Kami ingin mencetak generasi dengan growth mindset dan continuous learning. Dunia kerja berubah cepat, jadi yang penting bukan cuma bisa coding, tapi juga mampu berpikir kritis, berkolaborasi, dan beradaptasi,” tuturnya.

Melalui DBS Foundation, Bank DBS Indonesia berkomitmen menjadi the best bank for a better world, bank terbaik yang menciptakan dunia yang lebih baik. Upaya tersebut diwujudkan dengan memperluas akses pendidikan, kesempatan kerja, dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri.

“Coding Camp ini bukan sekadar program pelatihan, tapi investasi sosial untuk masa depan Indonesia,” tutup Mona Monika.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riset DBS Sebut AI Jadi Solusi Optimalkan Biaya Modal Perusahaan

Riset DBS Sebut AI Jadi Solusi Optimalkan Biaya Modal Perusahaan

Bisnis | Minggu, 27 Juli 2025 | 15:27 WIB

Bank DBS Bidik Dana Kelolaan (AUM) Wealth Management 38,3 Persen

Bank DBS Bidik Dana Kelolaan (AUM) Wealth Management 38,3 Persen

Bisnis | Jum'at, 20 Juni 2025 | 10:36 WIB

Perang Iran-Israel Bikin Emas Jadi Primadona? Ini Kata Ahli dan Pilihan Investasi Lainnya

Perang Iran-Israel Bikin Emas Jadi Primadona? Ini Kata Ahli dan Pilihan Investasi Lainnya

Bisnis | Kamis, 19 Juni 2025 | 17:29 WIB

Cari Investasi yang Stabil? Ini 3 Pilihan Terbaik Saat Ekonomi Tak Menentu

Cari Investasi yang Stabil? Ini 3 Pilihan Terbaik Saat Ekonomi Tak Menentu

Bisnis | Kamis, 19 Juni 2025 | 14:50 WIB

Utang Indonesia Tembus Rp 7.144,6 Triliun, Ekonom: Itu Belum Besar

Utang Indonesia Tembus Rp 7.144,6 Triliun, Ekonom: Itu Belum Besar

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 15:38 WIB

DBS Group Dikabarkan Bakal Caplok Panin Bank

DBS Group Dikabarkan Bakal Caplok Panin Bank

Bisnis | Rabu, 26 Maret 2025 | 15:10 WIB

Terkini

Menteri HAM Natalius Pigai Soal Teror Penembakan OPM ke Warga Sipil: Polanya Sudah Bergeser

Menteri HAM Natalius Pigai Soal Teror Penembakan OPM ke Warga Sipil: Polanya Sudah Bergeser

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:35 WIB

Selebgram Tugba Kecelakaan, Tulang Selangka Patah hingga Jalani Operasi

Selebgram Tugba Kecelakaan, Tulang Selangka Patah hingga Jalani Operasi

Sumut | Kamis, 17 September 2026 | 14:35 WIB

KMP Virgo Transport 8 Tenggelam, DPR: Kami Sudah Sering Wanti-wanti Kemenhub Soal Kelayakan Kapal!

KMP Virgo Transport 8 Tenggelam, DPR: Kami Sudah Sering Wanti-wanti Kemenhub Soal Kelayakan Kapal!

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:34 WIB

ESDM Buka Peluang Tambah Kuota Solar Subsidi

ESDM Buka Peluang Tambah Kuota Solar Subsidi

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 14:33 WIB

Bedanya Air Fryer vs Oven Listrik, Mana yang Lebih Hemat Daya?

Bedanya Air Fryer vs Oven Listrik, Mana yang Lebih Hemat Daya?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:33 WIB

Mesin Cuci Panasonic untuk Kebutuhan Keluarga Modern

Mesin Cuci Panasonic untuk Kebutuhan Keluarga Modern

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:29 WIB

Terusir dari Jakarta, Shin Tae-yong Pede Persija Tetap Gacor Hadapi Java United di Bali

Terusir dari Jakarta, Shin Tae-yong Pede Persija Tetap Gacor Hadapi Java United di Bali

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 14:26 WIB

Jokowi Sambangi Tenda Pengungsi Gempa Palue, Ini Respon Bupati Juventus

Jokowi Sambangi Tenda Pengungsi Gempa Palue, Ini Respon Bupati Juventus

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 14:23 WIB

KPK Kejar Bukti Kasus OTT, Ruang Dirjen ATR/BPN Lampri Digeledah

KPK Kejar Bukti Kasus OTT, Ruang Dirjen ATR/BPN Lampri Digeledah

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:22 WIB

Ijazah dan Sertifikat Tak Lagi Cukup? Ini Skill yang Makin Dibutuhkan Dunia Kerja

Ijazah dan Sertifikat Tak Lagi Cukup? Ini Skill yang Makin Dibutuhkan Dunia Kerja

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:19 WIB

×