Pengamat Energi Nilai Implementasi 'Co-Firing' untuk Transisi PLTU Secara Bertahap

Achmad Fauzi

Rabu, 29 Oktober 2025 | 09:06 WIB
Pengamat Energi Nilai Implementasi 'Co-Firing' untuk Transisi PLTU Secara Bertahap
PLTU Suralaya Banten. (Suara.com/Yandi Sofyan)
baca 10 detik
  • Co-firing PLTU dinilai jalan rasional transisi energi tanpa korbankan pasokan.

  • Pemanfaatan biomassa menciptakan rantai nilai baru di tingkat desa.

  • Pasokan biomassa mendekati 1,7 juta ton, hampir capai target 2,2 juta ton.

Suara.com - Program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dinilai menjadi jalan untuk melakukan transisi energi menuju sumber terbarukan dapat dilakukan secara bertahap dan terukur tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik.

Pengamat energi dari Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean, mengatakan keberhasilan pemerintah dalam menjalankan program co-firing memperlihatkan arah transisi energi yang rasional dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Co-firing adalah pembakaran dua jenis bahan bakar sekaligus, maka co-firing merupakan langkah paling rasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap batu bara tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik. Dengan mencampurkan bahan bakar biomassa dan batu bara di PLTU, emisi karbon dapat ditekan secara signifikan.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, telah ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, telah ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Menurutnya, penerapan co-firing tidak hanya memperkuat bauran energi baru terbarukan (EBT), tetapi juga membawa dampak positif terhadap perekonomian lokal. Pemanfaatan biomassa dari limbah pertanian, perkebunan, dan hasil hutan rakyat telah menciptakan rantai nilai baru di tingkat desa.

"Selain mendorong transisi energi, co-firing juga menjaga kelestarian lingkungan karena mampu mengubah lahan yang sebelumnya kritis menjadi lebih hijau dan produktif," ujarnya di Jakarta, seperti dikutip Rabu (29/10/2025).

Ferdinand menjelaskan, capaian tersebut menunjukkan bahwa sistem pasokan biomassa nasional mulai berjalan dengan baik.

Ia menyebut co-firing bukan hanya efisien, tetapi juga mampu menjaga stabilitas suplai listrik serta mengurangi ketergantungan terhadap batu bara.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberhasilan program ini membuka ruang luas bagi tumbuhnya ekonomi kerakyatan. Keterlibatan masyarakat dalam penyediaan bahan bakar biomassa menjadikan energi terbarukan bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga instrumen pemerataan ekonomi.

Berdasarkan data PLN hingga akhir September 2025, pasokan biomassa untuk kebutuhan co-firing telah mencapai sekitar 1,7 juta ton, mendekati target kumulatif 2,2 juta ton, dan diperkirakan akan melampaui target tahunan sebesar 3 juta ton. Total volume biomassa yang telah terkontrak mencapai 4,7 juta ton, dengan tambahan 820.000 ton dalam proses pengadaan.

baca juga

Jika seluruh kontrak terealisasi, total pasokan biomassa hingga akhir tahun diproyeksikan mencapai 5,5 juta ton atau sekitar 185 persen dari target tahunan.

Selain itu, hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan program Bioenergi Desa (BIODES) memiliki potensi ekonomi menjanjikan dengan Net Present Value (NPV) sebesar Rp557,4 juta dan Internal Rate of Return (IRR) mencapai 45,54 persen. Nilai Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,03 serta payback period sekitar 3,19 tahun menunjukkan efisiensi investasi yang tinggi.

Dari sisi manfaat ekonomi, program BIODES diproyeksikan mampu memberikan pendapatan bagi desa sekitar Rp10 miliar per tahun.

"Capaian ini menunjukkan efektivitas kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan hingga desa dalam memperkuat ekosistem energi bersih berbasis sumber daya domestik," kata Ferdinand.

Ia menambahkan, sinergi tersebut turut menumbuhkan peluang usaha baru bagi petani, koperasi, dan pelaku UMKM di sekitar sumber biomassa. Selain mendukung co-firing di PLTU, pemerintah juga tengah mengembangkan proyek kelistrikan berbasis biomassa untuk ekspor energi.

Langkah diversifikasi ini, kata Ferdinand, penting untuk memperluas manfaat ekonomi dari energi hijau sekaligus memperkuat daya saing nasional.

"Langkah pemerintah sudah sejalan dengan cita-cita global untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060, sekaligus memastikan transisi energi membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat di akar rumput," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menuju Nol Emisi 2060, Pemerintah Masukkan PLTN ke Rencana Strategis Energi Nasional

Menuju Nol Emisi 2060, Pemerintah Masukkan PLTN ke Rencana Strategis Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:21 WIB

ESDM: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bukan Harga Mati untuk Transisi Energi

ESDM: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bukan Harga Mati untuk Transisi Energi

Bisnis | Selasa, 28 Oktober 2025 | 12:23 WIB

Potensi EBT Melimpah, Pemerintah Sinkronisasi Aturan Soal Transisi Energi

Potensi EBT Melimpah, Pemerintah Sinkronisasi Aturan Soal Transisi Energi

Bisnis | Senin, 27 Oktober 2025 | 10:17 WIB

Terkini

Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin

Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

OKX Catat Cadangan Kripto US$29,4 Miliar di Laporan ke-48

OKX Catat Cadangan Kripto US$29,4 Miliar di Laporan ke-48

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Beras Bebas Pajak, Pembalut Kena PPN: Potret Hukum Kita Buta Gender

Beras Bebas Pajak, Pembalut Kena PPN: Potret Hukum Kita Buta Gender

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta

Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Raffi Ahmad Lepas Tangan dari Deklarasi Mahasiswa Bayaran di Bundaran HI, Ini Pengakuannya

Raffi Ahmad Lepas Tangan dari Deklarasi Mahasiswa Bayaran di Bundaran HI, Ini Pengakuannya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04 WIB

Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah

Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:02 WIB

HP Android Lemot? Ini Cara Mengatasinya Tanpa Perlu Menghapus Semua Data

HP Android Lemot? Ini Cara Mengatasinya Tanpa Perlu Menghapus Semua Data

Tekno | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:01 WIB

Sosok Ini Disebut Sari yang Berikan Almamater UBSI di Acara Bersama Raffi Ahmad

Sosok Ini Disebut Sari yang Berikan Almamater UBSI di Acara Bersama Raffi Ahmad

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Waketum Golkar Soal Suket Gibran: Urusan Hukum Hampir Final, Kini Masuk Politik Negara

Waketum Golkar Soal Suket Gibran: Urusan Hukum Hampir Final, Kini Masuk Politik Negara

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

×