Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Awal Pekan, Rupiah Demam Lawan Dolar Amerika

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 03 November 2025 | 09:51 WIB
Awal Pekan, Rupiah Demam Lawan Dolar Amerika
Ilustrasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. (Freepik)
  • Rupiah dibuka melemah ke level Rp16.648 per dolar AS, turun dibanding penutupan sebelumnya.

  • Pelemahan rupiah dipicu faktor global, terutama ketidakpastian arah suku bunga The Fed dan inflasi AS yang masih tinggi.

  • Dari dalam negeri, kenaikan PPN menjadi 12% dikhawatirkan menekan daya beli dan menambah tekanan terhadap rupiah

Suara.com - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada awal pagi hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah di pasar spot pagi Senin (3/12/2025), dibuka di level Rp 16.648 per Dolar Amerika Serikat (AS).

Hal ini membuat rupiah terkoreksi 10 persen dibanding penutupan pada Jumat (3/11/2025) yang berada di level Rp 16.631 per dolar AS.

Hal itu juga terjadi pada mata uang asia bergerak bervariasi terhadap Dolar.

Yen Jepang misalnya melemah 0,06 persen, Dolar Hong Kong melemah 0,02 persen.

Lalu, Dolar Singapura melemah 0,08 persen dan Dolar Taiwan melemah 0,15 persen.

Ilustrasi Won Korea. [Pixabay]
Ilustrasi Won Korea. [Pixabay]

Selain itu, Won Korea Selatan melemah 0,11 persen, Rupee India melemah 0,12 persen.

Ada, Ringgit Malaysia melemah 0,19 persen dan Baht Thailand melemah 0,29 persen.

Sementara itu, Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebutkan, pelemahan Rupiah disebabkan dua faktor dari global dan domesti.

Dari global dipengaruhi sentimen Bank sentral secara luas juga diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.

Ini membuat pasar menjadi semakin tidak yakin atas rencana jangka panjangnya untuk suku bunga, terutama karena data minggu ini menunjukkan inflasi AS tetap tinggi.

"The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga dengan kecepatan yang lebih lambat pada tahun 2025 setelah memangkas suku bunga sebesar 75 bps sejauh ini pada tahun 2024," kata Ibrahim.

Selain itu, kekhawatiran terhadap kebijakan ekspansif dan inflasi di bawah Presiden Terpilih Donald Trump juga diperkirakan menjadi faktor untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka panjang.

Dari domestik, Ibrahim mencermati efek dari kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen terhadap ekonomi. Khususnya risiko terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Kembali Perkasa Lawan Dolar Amerika, Sentuh Level Rp 16.563

Rupiah Kembali Perkasa Lawan Dolar Amerika, Sentuh Level Rp 16.563

Bisnis | Kamis, 09 Oktober 2025 | 09:54 WIB

Rupiah Masih Loyo Lawan Dolar Amerika Serikat di Sore Ini

Rupiah Masih Loyo Lawan Dolar Amerika Serikat di Sore Ini

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 16:19 WIB

Rupiah Masih Meriang Lawan Dolar Amerika, Sentuh Level Rp 16.617

Rupiah Masih Meriang Lawan Dolar Amerika, Sentuh Level Rp 16.617

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 09:34 WIB

IHSG Tetap Perkasa di Tengah Anjloknya Rupiah, Ini Pendorongnya

IHSG Tetap Perkasa di Tengah Anjloknya Rupiah, Ini Pendorongnya

Bisnis | Senin, 06 Oktober 2025 | 16:53 WIB

Bank Indonesia Dikabarkan Jual Cadangan Emas Batangan 11 Ton, Buat Apa?

Bank Indonesia Dikabarkan Jual Cadangan Emas Batangan 11 Ton, Buat Apa?

Bisnis | Senin, 06 Oktober 2025 | 15:47 WIB

Rupiah Ditutup Ambruk Hari Ini Terhadap Dolar

Rupiah Ditutup Ambruk Hari Ini Terhadap Dolar

Bisnis | Senin, 06 Oktober 2025 | 15:46 WIB

Terkini

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB