Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Kajian CPI: Investasi Sektor Ketenagalistrikan di RI Masih Jauh dari Target

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 03 November 2025 | 14:48 WIB
Kajian CPI: Investasi Sektor Ketenagalistrikan di RI Masih Jauh dari Target
Para Peneliti dari Climate Policy Initiative (CPI) yang mengungkapkan kajian investasi di sektor ketenagalistrikan masih timpang. [Dok CPI].
baca 10 detik
  • Investasi kelistrikan capai USD 38 miliar, masih kurang dari kebutuhan target.

  • Investasi EBT lebih rendah daripada investasi bahan bakar fosil.

  • Swasta dominasi pembiayaan, mayoritas masih ke bahan bakar fosil.

Suara.com - Climate Policy Initiative (CPI) mengungkapkan hasil kajiannya terkait investasi ketenagalistrikan di Indonesia sepanjang 2019-2023. Tercatat dalam periode itu total investasi ketenagalistrikan mencapai USD 38,02 miliar atau rata-rata USD 7,6 miliar per tahun.  

Director of CPI Indonesia, Tiza Mafira menyebut angka itu masih dari setengah kebutuhan investasi tahunan sebesar USD 19,4 miliar untuk mencapai target iklim nasional pada tahun 2030.

Secara rinci untuk rata-rata tahunan investasi energi baru terbarukan (EBT) baru menyentuh angka USD 1,79 miliar. Angka itu masih berada di bawah kebutuhan investasi tahunan sebesar USD 9,1 miliar untuk mencapai target Enhanced NDC Indonesia. 

Ilustrasi Transisi Energi, Energi Baru dan Terbarukan. [Dok Pertamina NRE].
Ilustrasi Transisi Energi, Energi Baru dan Terbarukan. [Dok Pertamina NRE].

"Meskipun Indonesia baru saja meluncurkan Second NDC dengan estimasi total kebutuhan investasi mencapai USD 472,6 miliar hingga tahun 2035, tidak ada alokasi sektoral yang secara khusus dilaporkan untuk EBT. Investasi EBT juga lebih rendah dibandingkan rata-rata tahunan investasi bahan bakar fosil yang tercatat, yaitu sebesar USD 2,55 miliar," ujar Tiza di Jakarta yang dikutip pada Senin (3/10/2025). 

Dalam kajian CPI, ditemukan investasi EBT utamanya bersumber dari domestik sebesar 55 persen dan terpusat di pembangkit listrik berbasis baseload  seperti panas bumi dan tenaga air.

Adapun, pembiayaan swasta untuk EBT mendominasi sebesar 60,4 persen, sementara pembiayaan publik mencapai 37 persen. 

Ditemukan juga, pembiayaan untuk EBT variabel (surya dan angin) mengalami tren peningkatan, dari USD 0,03 miliar pada 2019 menjadi USD 0,68 miliar pada 2023. 

"Secara keseluruhan, swasta menjadi penggerak utama pembiayaan di sektor ketenagalistrikan, dengan kontribusi sebesar 73,72 persen," kata Tiza. 

Namun demikian, dari pembiayaan swasta itu sebesar  59,25 persen dialokasikan untuk bahan bakar fosil. Sumber investasi swasta internasional yang menonjol dalam pembiayaan proyek bahan bakar fosil berasal dari Tiongkok sebesar USD 2,48 miliar, dan Korea Selatan senilai USD 1,52 miliar. 

baca juga

CPI memperkirakan, sekitar USD 10,63 miliar (lebih dari 50 persen) dari investasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara pada periode 2019–2023 tidak tercatat. 

Menurut Tiza, temuan itu  menunjukkan kesenjangan data yang signifikan dan mengindikasikan bahwa nilai investasi batu bara yang sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar. 

"Hal ini disebabkan banyak data terkait PLTU captive, yang beroperasi untuk memenuhi kebutuhan energi dari sektor industri, belum tercatat secara resmi," jelasnya. 

Berdasarkan seluruh data tersebut, CPI menyatakan masih adanya ketimpangan dalam investasi ketenagalistrikan di Indonesia.

"Bahan bakar fosil masih mendapatkan porsi investasi terbesar, lebih dari dua kali lipat dibandingkan energi terbarukan," ujar Tiza. 

Adapun data ini diperoleh CPI dari melalui proses triangulasi yang menggabungkan berbagai sumber data resmi. CPI sendiri merupakan adalah organisasi analisis dan penasehat dengan keahlian mendalam di bidang keuangan dan kebijakan iklim.

CPI memiliki tujuh kantor yang tersebar di sejumlah negara seperti Afrika Selatan, Amerika Serikat, Brazil, India, Indonesia, dan Inggris. Di Indonesia, CPI berfokus untuk mendukung perjalanan transisi menuju nol emisi bersih dan ekonomi yang berketahanan iklim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CIO Danantara Pandu Sjahrir Bantah Emiten TOBA Ikut Tender Proyek Waste-to-Energy

CIO Danantara Pandu Sjahrir Bantah Emiten TOBA Ikut Tender Proyek Waste-to-Energy

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 14:37 WIB

Penyebab Laba Bersih MedcoEnergi Turun 69 persen di Kuartal III-2025

Penyebab Laba Bersih MedcoEnergi Turun 69 persen di Kuartal III-2025

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 09:33 WIB

IHSG Naik ke 8.184 di Akhir Bulan, Pasar Saham Mulai Rebound?

IHSG Naik ke 8.184 di Akhir Bulan, Pasar Saham Mulai Rebound?

Bisnis | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 14:23 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

×