Menkeu Purbaya Balas Protes Pedagang Thrifting: Harga Murah Tapi Merusak Industri Kita

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 03 November 2025 | 14:51 WIB
Menkeu Purbaya Balas Protes Pedagang Thrifting: Harga Murah Tapi Merusak Industri Kita
Menkeu Purbaya menegaskan pihaknya tak akan mundur, menganggap kebijakan ini sebagai pertaruhan besar demi menyelamatkan industri tekstil dalam negeri.(Instagram/purbayayudhi_official)
baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya mengaku tidak akan mundur dari kebijakan untuk menyetop impor pakaian bekas.
  • Atas kebijakan ini Purbaya mengaku terkena marah-marah dari para pedagangan pakaian bekas itu.
  • Menurutnya barang-barang impor ilegal, meskipun murah dan menarik bagi sebagian masyarakat, secara fundamental merusak struktur ekonomi.

Suara.com - Keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menyetop total aktivitas impor balpres (pakaian bekas) ilegal menuai pro dan kontra, terutama dari kalangan pedagang thriftshop.

Namun, Purbaya menegaskan pihaknya tak akan mundur, menganggap kebijakan ini sebagai pertaruhan besar demi menyelamatkan industri tekstil dalam negeri.

Dalam Rapat Kerja (Raker) Komite IV DPD RI di Senayan, Jakarta, Senin (3/11/2025), Purbaya mengungkapkan dirinya telah memonitor reaksi publik, bahkan melalui media sosial TikTok.

“Saya baca, saya juga monitor TikTok dulu untuk melihat apa sih respons masyarakat. Rupanya banyak juga pedagang yang hidup dari situ, pedagang thrifting, marah-marah sama saya, katanya ‘aduh salah, harus dikasih harga,’ gitu-gitu,” kata Purbaya.

Meskipun memahami keluhan pedagang, Purbaya menegaskan bahwa protes tersebut didasarkan pada keuntungan jangka pendek pribadi. Menurutnya, keuntungan yang didapat pedagang thriftshop saat ini datang dengan harga yang sangat mahal dan membuat kematian industri dalam negeri.

Menkeu Purbaya memberikan pandangan yang lebih luas, menekankan bahwa barang-barang impor ilegal, meskipun murah dan menarik bagi sebagian masyarakat, secara fundamental merusak struktur ekonomi nasional.

“Orang kan bilang, sepatu kan bisa dipakai bagus, murah lagi buat rakyat. Iya, tapi merusak industri kita secara keseluruhan negara,” tegasnya.

Purbaya mengingatkan, Indonesia memiliki pasar domestik yang sangat besar—sekitar 90% berasal dari permintaan domestik (domestic demand). Jika pasar ini dikuasai oleh barang-barang ilegal dari luar, maka akan berujung pada matinya pabrik, tingginya angka pengangguran, dan keluhan hilangnya lapangan kerja.

Alih-alih bergantung pada barang impor ilegal, Purbaya mendorong pedagang untuk beralih menjual produk-produk dalam negeri. Ia menjanjikan dukungan pelatihan dan yakin bahwa kebangkitan industri lokal akan memberikan dampak positif yang berantai.

baca juga

“Kita nanti pelan-pelan, industri hidup, dan nanti lapangan kerja lebih hidup, dia juga mungkin bisa usaha yang lain dan ada yang beli. Karena daya beli masalah kita, bagus ketika banyak kerjaan di mana-mana,” pungkas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemda Pinjam Duit ke Pemerintah Pusat, Menkeu Purbaya Beri Bunga 0,5 Persen

Pemda Pinjam Duit ke Pemerintah Pusat, Menkeu Purbaya Beri Bunga 0,5 Persen

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 14:40 WIB

Benarkah Rumah Menkeu Purbaya Diteror dan Dijaga TNI? Berikut Faktanya

Benarkah Rumah Menkeu Purbaya Diteror dan Dijaga TNI? Berikut Faktanya

Video | Senin, 03 November 2025 | 12:17 WIB

Rocky Gerung Kritik Pedas Menkeu Purbaya, Singgung Soal Elektabilitas

Rocky Gerung Kritik Pedas Menkeu Purbaya, Singgung Soal Elektabilitas

Video | Minggu, 02 November 2025 | 17:28 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×