Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah Senin Sore Ini

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Senin, 03 November 2025 | 16:27 WIB
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah Senin Sore Ini
Nilai tukar rupiah melemah pada Senin sore (3/11/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah bukan satu-satunya mata uang yang melemah di awal pekan ini.
  • Kondisi ekonomi dan politik Amerika Serikat berpengaruh pada pelemahan rupiah.
  • Sementara di dalam negeri ekspansi manufaktur Indonesia yang berlanjut dalam tiga bulan terakhir membantu rupiah untuk bertahan.

Suara.com - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada Senin sore ini (3/11/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot sore Senin (3/12/2025) ditutup di level Rp 16.676 per dolar Amerika Serikat (AS), turun 0,27 persen atau 45 poin.

Di saat yang sama dolar Amerika Serikat juga terpantau turun 0,02 persen ke posisi 99,78.

Rupiah bukan satu-satunya mata uang yang melemah di awal pekan ini. Yen Jepang misalnya melemah 0,11 persen, dolar Hong Kong melemah 0,02 persen, rupee India melemah 0,01 persen dan dolar Taiwan melemah 0,28 persen.

Sementara di Asia Tenggara, peso Filipina melemah 0,08 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,21 persen, baht Thailand melemah 0,24 persen dan dolar Singapura melemah 0,10 persen.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebutkan pelemahan rupiah disebabkan dua faktor dari global dan domestik. Salah satunya, The Fed telah memutuskan untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pekan lalu, namun komentar Ketua Fed Jerome Powell telah meredam optimisme investor.

Nada kehati-hatiannya, yang juga disuarakan oleh pejabat The Fed lainnya, telah mendorong pasar untuk mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga lagi pada Desember 2025. Dengan kondisi tersebut, indeks dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Shutdown pemerintah AS yang kini telah memasuki pekan kelima juga menyebabkan melemahnya rupiah. Shutdown telah menyebabkan rilis data ekonomi utama AS ditunda dan meningkatkan kekhawatiran atas dampaknya terhadap perekonomian secara lebih luas.

Selain itu konflik Rusia - Ukraina juga masih berpengaruh besar. Ibrahim mengatakan ada kekhawatiran gangguan pasokan energi setelah Ukraina menyerang salah satu pelabuhan minyak utama Rusia di Laut Hitam. Serangan itu merupakan bagian dari strategi Kyiv untuk menghambat upaya perang Rusia dengan menyerang infrastruktur energinya.

Lalu dari dalam negeri, ekspansi manufaktur Indonesia berlanjut dalam tiga bulan terakhir. Pada Oktober 2025, Purchasing Managers Index atau PMI manufaktur Indonesia mencapai level 51,2 atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya 50,4.

baca juga

Laporan terbaru S&P Global melaporkan angka PMI menunjukkan kondisi manufaktur yang stabilnya dari segi produksi, peningkatan aktivitas pembelian, serta penyerapan tenaga kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Melemah, Ini Biang Keroknya Kata Ahli!

Rupiah Melemah, Ini Biang Keroknya Kata Ahli!

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 16:19 WIB

Awal Pekan, Rupiah Demam Lawan Dolar Amerika

Awal Pekan, Rupiah Demam Lawan Dolar Amerika

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 09:51 WIB

Sepekan, Aliran Modal Asing Masuk Rp 1 Triliun

Sepekan, Aliran Modal Asing Masuk Rp 1 Triliun

Bisnis | Sabtu, 01 November 2025 | 15:00 WIB

Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.612, Dipengaruhi Sanksi AS ke Rusia dan Sentimen Utang Domestik

Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.612, Dipengaruhi Sanksi AS ke Rusia dan Sentimen Utang Domestik

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 09:42 WIB

Rupiah Membara Taklukan Dolar AS di Penutupan Hari Ini

Rupiah Membara Taklukan Dolar AS di Penutupan Hari Ini

Bisnis | Selasa, 28 Oktober 2025 | 16:36 WIB

Terkini

IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar

IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:44 WIB

Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:37 WIB

Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya

Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:28 WIB

Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen

Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:05 WIB

HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM

HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:36 WIB

Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online

Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:28 WIB

Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika

Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:27 WIB

Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail

Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:22 WIB

Purbaya Heran Lembaga Asing Terus Sorot Ekonomi RI, Bandingkan Nasib dengan AS-Eropa

Purbaya Heran Lembaga Asing Terus Sorot Ekonomi RI, Bandingkan Nasib dengan AS-Eropa

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:08 WIB

Aturan Pajak Marketplace Resmi Berlaku, Cek Daftar Omzet yang Bebas Potongan

Aturan Pajak Marketplace Resmi Berlaku, Cek Daftar Omzet yang Bebas Potongan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 10:49 WIB