Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah Senin Sore Ini

Senin, 03 November 2025 | 16:27 WIB
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah Senin Sore Ini
Nilai tukar rupiah melemah pada Senin sore (3/11/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Rupiah bukan satu-satunya mata uang yang melemah di awal pekan ini.
  • Kondisi ekonomi dan politik Amerika Serikat berpengaruh pada pelemahan rupiah.
  • Sementara di dalam negeri ekspansi manufaktur Indonesia yang berlanjut dalam tiga bulan terakhir membantu rupiah untuk bertahan.

Suara.com - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada Senin sore ini (3/11/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot sore Senin (3/12/2025) ditutup di level Rp 16.676 per dolar Amerika Serikat (AS), turun 0,27 persen atau 45 poin.

Di saat yang sama dolar Amerika Serikat juga terpantau turun 0,02 persen ke posisi 99,78.

Rupiah bukan satu-satunya mata uang yang melemah di awal pekan ini. Yen Jepang misalnya melemah 0,11 persen, dolar Hong Kong melemah 0,02 persen, rupee India melemah 0,01 persen dan dolar Taiwan melemah 0,28 persen.

Sementara di Asia Tenggara, peso Filipina melemah 0,08 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,21 persen, baht Thailand melemah 0,24 persen dan dolar Singapura melemah 0,10 persen.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebutkan pelemahan rupiah disebabkan dua faktor dari global dan domestik. Salah satunya, The Fed telah memutuskan untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pekan lalu, namun komentar Ketua Fed Jerome Powell telah meredam optimisme investor.

Nada kehati-hatiannya, yang juga disuarakan oleh pejabat The Fed lainnya, telah mendorong pasar untuk mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga lagi pada Desember 2025. Dengan kondisi tersebut, indeks dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Shutdown pemerintah AS yang kini telah memasuki pekan kelima juga menyebabkan melemahnya rupiah. Shutdown telah menyebabkan rilis data ekonomi utama AS ditunda dan meningkatkan kekhawatiran atas dampaknya terhadap perekonomian secara lebih luas.

Selain itu konflik Rusia - Ukraina juga masih berpengaruh besar. Ibrahim mengatakan ada kekhawatiran gangguan pasokan energi setelah Ukraina menyerang salah satu pelabuhan minyak utama Rusia di Laut Hitam. Serangan itu merupakan bagian dari strategi Kyiv untuk menghambat upaya perang Rusia dengan menyerang infrastruktur energinya.

Lalu dari dalam negeri, ekspansi manufaktur Indonesia berlanjut dalam tiga bulan terakhir. Pada Oktober 2025, Purchasing Managers Index atau PMI manufaktur Indonesia mencapai level 51,2 atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya 50,4.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Stagnan Pada Awal Pekan Ini

Laporan terbaru S&P Global melaporkan angka PMI menunjukkan kondisi manufaktur yang stabilnya dari segi produksi, peningkatan aktivitas pembelian, serta penyerapan tenaga kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI